SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H, SEGENAP TEAM LMGA AGRO MENGUCAPKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMA HARI RAYA, KAMI LIBUR MULAI 10 - 24 JUNI 2018

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Senin, 12 Desember 2016

PENGARUH JARAK TANAM BAGI PERTUMBUHAN

LMGAAGRO.WEB.ID - Pengaturan jarak tanam bagi pertumbuhan sangat diperlukan agar setiap individu tanaman dapat memanfaatkan semua faktor lingkungan tumbuhnya dengan optimal, sehingga didapatkan tanaman yang tumbuh dengan subur dan seragam yang akhirnya produksi dapat dicapai secara optimal. Namun hal ini sangat jarang diperhatikan oleh petani. Jarak tanam sangat erat kaitannya dengan jumlah anakan yang akan dihasilakan sehingga jarak tanam sangat mempengaruhi populasi tanaman. selain itu juga berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan cahaya, perkembangan hama penyakit dan kompetisi antara tanaman dalam penggunaan air dan unsur hara. Penentuan jarak tanam bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini:

a.jenis/varietas yang ditanam
b.pola tanam
c.kesuburan tanah
d.bagian tanaman yang akan dipakai


Jarak tanam yang tidak teratur akan mengakibatkan terjadinya kompetisi antar tanaman baik terhadap cahaya matahari, air, maupun unsur hara. Jarak tanam yang rapat mengakibatkan proses penyerapan unsur hara menjadi kurang efesien, karena kondisi perakaran di dalam tanah saling bertautan sehingga kompetisi antar tanaman dalam mendapatkan unsur hara menjadi lebih besar. Pengaturan  jarak  tanam pada suatu areal tanah pertanian merupakan salah satu cara yang berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai. Makin rapat jarak tanam menyebabkan lebih banyak tanaman yang tidak berbuah.

Jarak tanam sangat penting dibuat untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Jarak Tanam akan menentukan efisiensi pemanfaatan ruang tumbuh, mempermudah tindakan budidaya, tingkat dan jenis teknologi yang dapat digunakan oleh patani. Jarak tanam juga berkaitan dengan penyerapan sinar matahari dan penyerapan unsur hara oleh tanaman, sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya.

Tanaman dengan jarak yang lebih luas akan mendapatkan sinar matahari dan unsur hara yang cukup karena persaingan antar tanaman lebih kecil. Semakin banyak tanaman per satuan luas maka semakin tinggi indeks luas daun sehingga persentase cahaya yang diterima oleh bagian tanaman lebih rendah dan menjadi lebih sedikit akibat adanya penghalang cahaya oleh daun-daun diatasnya.

Pengaturan jarak tanam sangat mendukung pertumbuhan tanaman dan produksi. Jarak tanam juga sangat berpengaruh terhadap kondisi iklim mikro di sekitar tanaman dan penerimaan sinar matahari. Jarak tanam yang rapat dapat menyebabkan kelembapan udara yang tinggi disekitar tanaman. Kondisi ini tidak menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman karena jarak tanam yang rapat akan menimbulkan serangan hama dan penyakit yang lebih besar sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal.

Jarak tanam yang tidak tepat akan menimbulkan banyak pengaruh negatif dan beberapa kerugian. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan pertumbuhan dahan terhambat sehingga mahkota pohon menjadi tidak rimbun. Jarak tanam yang terlalu rapat juga menyebabkan cahaya matahari tidak dapat diterima dengan baik oleh tanaman sehingga proses fotosintesis terhambat dan produksi buah tidak maksimal. Hal ini tentu akan membawa kerugian bagi petani apabila pengaturan jarak tanam tidak diperhatikan dengan betul. Pengaturan jarak tanam itu sangat penting karena jarak tanam berfungsi dalam produktifitas tanam. Fungsi jarak tanam tersebut antara lain:

1. Untuk menurunkan tingkat kompetisi suatu tanaman dengan tanama yang lain untuk mendapatkan sinar matahari yang optimal sehingga fotosintesis tanaman tidak terhambat oleh tanaman lainnya
2. Meurunkan tingkat kompetisi tanama untuk mendapatkan unsur hara dari dalam tanah
3. Meningkatkan zona perakaran suatu tanaman
4. Zona pertumbuahn suatu tanaman sehingga tanaman dapat berproduksi secara maksimal
5. Mempermudah petani untuk mengolah lahannya sehingga tidak terjadi kerugian yang besar
6. Meminimalisir terhadap gangguan serangan hama dann penyakit

Selain pentingnya jarak tanam bagi pertumbuhan tanaman, teknik budidaya tanaman juga perlu diperhatikan sebagai upaya pendukung kesuksesan budidaya tanaman melalui pengaturan jarak tanam agar budidaya tidak mengalami kegagalan panen. Berikut beberapa teknik dalam budidaya tanaman agar tidak mengalami gagal panen sebagai berikut:
  • Penyediaan Bahan Tanaman Bermutu Tinggi
Bahan tanam (benih/bibit yang bermutu tinggi) sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi. Bahan tanam merupakan suatu awal keberhasilan suatu proses produksi. Tidak ada gunanya kita memupuk, menyiangi dan menyiram apabila bahan tanamannya tidak bermutu tidak akan dapat diperoleh hasil panen yang maksimum. Benih yang berkualitas adalah yang mempunyai sifat-sifat antara lain tingkat kemurnian genetik dan fisik yang tinggi, sehat dan kadar air aman dalam penyimpanan.

Kultivar unggul diperoleh dengan cara seleksi mutasi maupun persilangan antara tetua yang mempunyai sifat-sifat genetik unggul. Penggunaan kultivar unggul introduksi dari luar negeri, perlu diperhatikan masalah adaptasinya. Yang ideal sifat-sifat unggul dari luar negeri dikombinasikan sifat unggul nasional/lokal, akan memperkaya plasma nutfah di dalam negeri. Pemanfaatan kultivar unggul lokal yang sudah teruji daya adaptasinya, akan mendukung pelestarian dan pengembangan plasma nutfah dan merupakan salah satu faktor pendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan. Kultivar unggul pada umumnya memerlukan unsur hara yang banyak, agar dapat memberikan hasil sesuai potensinya. Yang perlu segera dikembangkan adalah kultivar-kultivar unggul hemat unsur hara (tidak manja). Dengan demikian akan menghemat sumber daya alam bahan pupuk.
  • Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan: untuk menyediakan lahan agar siap bagi kehidupan tanaman dengan meningkatkan kondisi fisik tanah. Karena tanah merupakan faktor lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik dengan tanaman yang tumbub padanya.
Faktor lingkungan tanah meliputi:
- Faktor fisik (air, udara, struktur tanah serta suhu)
- Faktor kimiawi (kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi)
- Faktor biologis (makro/mikro flora dan makro/mikro fauna)

Pelaksanaan pengolahan tanah pada prinsipnya adalah tindakan pembalikan, pemotongan, penghancuran, dan perataan tanah. Struktur tanah yang semula padat diubah menjadi gembur, sehingga sesuai bagi perkecambahan benih dan perkembangan akar tanaman. Bagi lahan basah sasaran yang ingin dicapai adalah lumpur halus, yang sesuai bagi perkecambahan benh dan perkembangan akar tanaman. Alat pengolahan tanah mulai yang tradisional sampai modern (mekanisasi).

Strategi Pengolahan Tanah < klik >
  •  Pengairan
Pengairan mengandung arti memanfaatkan dan menambah sumber air dalam tingkat tersedia bagi kehidupan tanaman. Apabila air terdapat berlebihan dalam tanah maka perlu dilakukan pembuangan (drainase), agar tidak mengganggu kehidupan tanaman. Pengairan pada tanaman dapat dilakukan dengan cara: (1) Pengairan di atas tanah; (2) Pengairan di dalam tanah (sub irrigation); (3) Pengairan dengan penyemprotan (sprinkler irrigation); dan (4) Pengairan tetes (drip irrigation).    

Dalam keadaan tanah kering maka pemberian air dapat berjumlah lebih banyak dibanding pada tanah basah. Tanah yang memperoleh air pengairan, maka air dapat masuk ke dalam tanah (inflitrasi) dan air dapat lalu lewat tanah itu (perkolasi). Mengingat makin terbatasnya sumber air, maka langkah-langkah penghematan (peningkatan keefisienan) penggunaan air dalam budidaya tanaman perlu dilakukan secara simultan dan terus menerus. Langkah-langkah tersebut antara lain melalui pergiliran tanaman (padi dan palawija/sayuran di lahan sawah), pemanfaatan mulsa (diutamakan mulsa organik) di laahn kering pada musim kemarau, sistem tanpa olah tanah (TOT) di akhir musim hujan, pemanfaatan air tanah, penerapan pengairan tetes, dll. Dengan langkah-langkah tersebut kelestarian sunber daya alam air akan lebih terjamin.
  • Pemupukan
Tujuan pemupukan adalah meningkatkan pertumbuhan dan mutu hasil tanaman. Pemupukan diberikan pada saat tanaman menunjukkan sejumlah kebutuhan unsur hara agar diperoleh keefisienan yang maksimal. Pemberian pupuk padat dilakukan dengan cara ditugal, disebar di atas tanah atau di sebelah tanaman, sedangkan pemberian pupuk daun. Dengan cara menyemprotkan pada daun, bersama air disemprotkan sebagai perlakuan tambahan. Pemupukan secara disebar mempunyai kelemahan bahwa pupuk mudah menguap ataupun terikat dalam tanah. Sebenarnya tanah merupakan sumber unsur-unsur hara. Unsur-unsur esensial yaitu unsur penting bila ditiadakan maka pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Pada saat kekurangan nampak gejala defisiensi, dan fungsi unsur tertentu tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Unsur esensial makro ialah unsur penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak agar siklus hidupnya tidak terhenti seperti N, P, K, Ca, Mg, H dan O, sedangkan unsur esensial mikro ialah unsur penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit agar siklus hidupnya tidak terhenti, meliputi Fe, Mn, Zn, Cu, Cl, Mo dan B.

Dalam rangka melestarikan kesuburan tanah (kimiawi, fisik dan hayati) dan mencegah pencemaran air tanah, maka sistem pemupukan hayati perlu ditingkatkan dan dikembangkan karena efeknya yang ramah lingkungan. Pendekatannya dengan pemanfaatan input lokal (pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk kompos, pupuk kascing, pupuk guano, dll) dan input luar yang ramah lingkungan misalnya pemanfaatan bakteri Rhizobium (pada kacang-kacangan), cendawan Micoriza (pada padi-padian) dan pupuk organik cair.
  • Pengendalian Hama Penyakit
Pada budidaya tanaman faktor organisme pengganggu tanaman (OPT) baik berupa hama (insekta, tikus, burung jenis tertentu, dll) dan mikroba penyebab penyakit (cendawan, bakteri, virus) sebagai perusak (secara fisik, kimiawi, dan biologis) maupun gulma sebagai kompetitor tanaman (persaingan dalam mendapatkan unsur hara, air, energi cahaya matahari, CO2, O2, ruang hidup) disertai zat allelopati yang dikeluarkannya, sangat menentukan tingkat produksi dalam jumlah maupun mutu. Tingkat dampak gangguan pada tanaman sejak yang paling ringan berupa hambatan pertumbuhan/perkembangan, penurunan produk (jumlah dan mutu), kerusakan fatal sehingga gagal panen bahkan kematian total tanaman.

Beberapa cara pengendalian organisme pengganggu yang dikenal antara lain: (1) Cara teknik budidaya dititikberatkan pengurangan populasi musuh alami (menghilangkan tanaman/bagian yang terserang, pergiliran tanaman, pengaturan populasi tanaman, karantina tanaman/tumbuhan, tanaman campuran); (2) Cara fisik (menghilangkan binatang hama dari tanaman, pencabutan gulma, penggunaan zat penarik, penggunaan penangkap hama, perlakuan panas untuk penyebab penyakit); (3) Cara hayati (pemanfaatan predator dan parasit, penggunaan tanaman resisten, pemanfaatan binatang pengusir hama); (4) Cara kimiawi dengan pestisida kimia murni di satu sisi positifnya adalah efek lebih cepat tampak dan praktis dalam penanganan. Tetapi aplikasi yang tidak tepat (takaran, cara, intensitas dan saat) justru dampak negatifnya akan dirasakan jangka panjang dalam bentuk pencemaran (atmosfer, tanah dan air), residu pada produk tanaman, keracunan pada manusia dan hewan, resistensi pada hama dan penyebab penyakit. Cara pengendalian inilah yang sangat mengancam kelestarian sumber daya alam keseimbangan hayat di alam. Penggunaan cara kimia tersebut sebaiknya dilakukan apabila cara lain yang lebih ramah lingkungan kurang berhasil. Penggunaan dan pengembangan pestisida hayati dianggap dapat menutup kelemahan pestisida kimia murni.
  • Pemilihan benih yang tepat
Produktivitasnya tinggi, yaitu varietas yang mempunyai produksi tinggi, artinya gap antara produksi yang diperoleh pada lingkungan pengujian sebelum varietas tersebut dirilis dengan lingkungan pertanaman luas. Pertumbuhan seragam, yaitu pertumbuhan antar satu tanaman dalam suatu pertanaman sama, baik dari aspek tinggi tanaman, diameter batang, perkembangan kanopi, dan produktivitas.

Apabila ada yang kurang jelas dengan informasi di atas dan membutuh konsultasi tentang budidaya tanaman Anda, silakan bisa hubungi LMGA AGRO. LMGA AGRO menyediakan layanan konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura. Selain itu Toko Pertanian Online LMGA AGRO juga menyediakan aneka benih, pupuk, pestisida, dan sarana pendukung pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Langsung saja hubungi LMGA AGRO di CP Bpk. Budi 082 141 747 141 (Telp.) atau 0812 5222 117 (SMS/WA).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...