TOKO PERTANIAN ONLINE LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA PETANI MURAH, AMAN SERTA NYAMAN. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Senin, 04 September 2017

GAMBAS ANGGUN TAVI CAP PANAH MERAH PETANI BEBAS VIRUS

Benih, Oyong, Gambas, Tahan Virus, Anggun Tavi, Cap Panah Merah, East West Seed, Gemini Virus, Harga Murah, Toko Pertanian,Kediri, LMGA AGRO, Grosir, Agen, Distributor, Tahan Gemini Virus, Tahan Kutu Kebul
ANGGUN TAVI
WWW.LMGAAGRO.WEB.ID - Karisidenan Kediri Jawa Timur bisa di katakan sebagai sentra sayuran di Jawa Timur. Sebagai daerah penyangga Produksi sayur Hortikultura di Jawa Timur maka kita akan banyak menemui petani di daerah kediri yang bercocok tanam Hortikultura seperti : Cabai, Tomat, Melon, Semangka, Parea, Kubis,Gambas, Sawi dan lain - lain. Yang menarik dan akan kita bahas pada kesempatan ini  tentang sayur hortikultura Gambas ( OYONG ). Gambas atau orang sering sebut dengan nama Oyong ini banyak di tanam oleh petani di Karisidenan Kediri. Sebagai sentra daerah penghasil Gambas ( Oyong ) maka petani harus mengetahui cara budidaya maupun permasalahan Hama dan Penyakit yang di alami di tanaman Gambas ( oyong ) sehingga apabila ada permasalahan bisa diambil tindakan.


Sebagai bukti kalau daerah Kediri dan sekitarnya sebagai sentra penghasil sayur hortikultura  Gambas ( Oyong ) kita bisa melihat dan mengecek di pasar Induk utama di Kediri yaitu Pasar Induk Pare Kediri dan Pasar Induk Sayur Ngronggo Kediri. Dari kedua pasar Induk sayur yang ada di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri itu kita bisa melihat puluhan Truk pengangkut hasil panen berupa Sayur Gambas ( Oyong ) yang keluar dan masuk pasar baik yang diambil dari petani maupun yang mau di jual ke berbagai daerah. Belum lagi oleh pedagang atau petani langsung yang menjual barangnya dengan menggunakan alat angkut roda tiga ( Tossa, Fukuda, Viar ) yang biasanya memuat Gambas ( Oyong ) dengan kapasitas 500 - 700 Kg ). Serta aktivitas  petani langsung yang  menjual dengan alat Obrok ( Alat Tradisional ) di bawa dengan sepeda motor.

Dengan dasar ilustrasi tersebut di atas maka  bulan Juni lalu penulis melakukan surve di lapangan dan petani yang lagi budidaya   di daerah sentra Produksi  dan penanaman Gambas  ( OYONG ) yang ada di Kediri. Area yang kita ambil sampling untuk sentra kita ambil di Kecamatan Pare,Pagu,Gampengrejo serta Plemahan (mewakili sentra Kediri Utara) serta daerah Kras, Kandat (mewakili area sentra Gambas di Kediri Selatan).

Hasil surve area sentra Gambas di daerah Kediri tersebut bisa dikatakan bahwa tanaman Gambas ( Oyong ) yang di Budidayakan oleh petani di daerah sentra tersebut baik sekala luas ( diatas 0. 5 Ha ) maupun sekali kecil 100 Rhu ( 1.400 M2 ), hampir semuanya bisa di katakan tidak ada yang bebas dari serangan Virus Gemini. Tingkat serangan ini dari hari ke hari persentasenya semakin tinggi yaitu 10 - 30 %. Karena itu maka secepatnya harus di carikan solusi sehingga kegagalan tidak akan semakin parah sehingga kerugian petani akan semakin besar.

Kegagalan yang di alami oleh petani Gambas akibat serangan Virus Gemini (White Fly) dalam musim ini sudah sering kita dengar dari petani di sentra Budidaya Tanaman Gambas. Apalagi kalau penanaman Gambas di lakukan di musim kemarau terutama mulai bulan Juli sampai dengan bulan November serangan Virus akan lebih parah karena faktor lingkungan yang semakin mendukung.  Bahkan kerusakan karena adanya serangan Virus Gemini di tanaman Gambas ini dalam satu hamparan sudah ada yang mencapai 30 %. Angka yang tidak boleh di anggap remeh dan di sepelekan. Jumlah panen dan petikan tanaman Gambas dalam satu siklus budidaya biasanya bisa 30 - 35 kali petik saat ini tinggal 10 - 12 kali petik. Ini menunjukkan bahwa tingkat serangan tersebut sudah tinggi dan harus segera dicarikan Solusi. 

Penyakit serangan Virus Gemini di tanaman Gambas ini di tandai dengan beberapa ciri - ciri yang bisa di lihat di bagian daun dan buah. Ciri - ciri gambas yang terserang oleh Gemini Virus bisa di lihat sebagai berikut :
  • Tanaman akan kerdil dan tidak bisa tumbuh secara Normal
  • Percabangan baik dari segi jumlah maupun panjang tidak bisa sempurna
  • Daun akan berubah jadi kuning, mengkerut dan mengecil serta akan bersisik seperti kulit reptil ( Ular atau Buaya )
  • Bunga yang terbentuk sedikit serta persentase bunga menjadi buah kecil (Banyak Rontok)
  • Buah akan pendek dan bengkok serta terkadang buah mengeras
  • Hasil dan jumlah petik menurun karena daun di serang dan berubah warna

Dengan ciri - ciri yang saya ulas dan sebutkan diatas diharapkan petani akan mengenal dan membedakan Gambas yang terserang Virus sehingga bisa segera di ambil tindakan pencegahan.
Pencegahan terhadap serangan Virus di Tanaman Gambas bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Rotasi Tanaman secara berkala 
  • Memberi sungkup / Screen rapat ( Mesh 40 ) dengan harapan kutu kebul  yang berukuran diameter 0.3 mm dan panjang 1 mm tidak menyerang saat persemaian, sehingga di peroleh benih yang sehat.  
  • Pemupukan dengan menggunakan Potassium Nitrat  yang tinggi serta unsur Mikro yang cukup
  • Penggunaan Insektisida dan akarisida yang tepat
  • Jarak Tanam yang agak Longgar. Idealnya 1 Meter x 3 Meter
  • Menggunakan benih yang terbukti  tahan Gemini Virus seperti : Miriam  dari Known You Seed Taiwan dan Anggun Tavi yang di produksi oleh PT. East West Seed ( Cap Panah Merah )


Pada kesempatan ini akan saya bahan tentang benih Gambas Tahan Virus yang di produksi oleh PT. East West Seed ( Cap Panah Merah ). Saat ini untuk produk yang tahan Virus tentu kita tidak akan asing dan ragu terhadap produk yang di keluarkan oleh perusahaan Benih Cap Panah Merah. Benih sayur tahan Virus Gemini Cap Panah Merah ini merajai pasar di sentra pertanian dan bisa di temuai di toko pertanian. Produk tahan Virus yang sudah di lepas oleh PT. East West Seed ( Cap Panah Merah ) antara lain adalah : Melon Stella, Melon Alisha, Melon Madesta, Melon Gracia, Cabai  Baja, Tomat ada Tantyna, Tymoti, Servo, Optima dan Ultima, Kacang Panjang ada Parade Tavi dan Kanton Tavi, Terong Yuvita dan Hitavi dan yang terakhir meluncurkan Gambas Tahan Gemini Virus Anggun Tavi.

Gambas Anggun Tavi adalah hasil penemuan dari PT. East West Seed yang baru saja di luncurkan di pasaran yang sudah tahan Gemini Virus. Dengan di keluarkan Gambas Anggun Tavi ini di harapkan petani bisa segera beralih menggunakan produk ini sehingga kegagalan akibat serangan Virus bisa di hindari.

Bebarapa Ciri - ciri dari produk Gambas Tahan Gemini Virus dari Anggun Tavi ini antara lain adalah sebagai berikut :

  • Gambas ( Oyong ) Anggun Tavi Cap Panah Merah di rekomendasikan untuk ditanam di dataran rendah sampai menengah
  • Tanaman Gambas Anggun Tavi hibrida ini sangat Vigor serta mempunyai daun yang hijau gelap
  • Daun tahan terhadap serangan Cercospora ( Mata kodok ) dan Embun Tepung
  • Bisa dan tahan untuk di tanam di segala jenis tanam dan segala musim baik penghujan maupun kemarau
  • Warna buah Hijau gelap, lurus dengan panjang 40 Cm dengan bobot buah Anggun Tavi ini bisa mencapai 300 Gram
  • Gambas Anggun Tavi ini berumur Genjah ( Cepat Panen ) yaitu 32 hari setelah tanam bisa di lakukan pemanenan dengan potensihasilbisa mencapai 45 Ton/ Ha
  • Anggun Tavi sudah tahan Gemini Virus ( Kutu kebul)

Demikian sekilas tulisan tentang Gambas Anggun Tavi ini kita tulis semoga bermanfaat bagi petani dan pembaca semua. Apabila ada yang kurang jelas serta membutuhkan benih Gambas ( Oyong ) tahan Virus Anggun Tavi bisa menghubungi Toko Pertanian On Line LMGA AGRO. Hubungi toko pertanian LMGA AGRO SMS / Wa : 081 252 22 117 sedangkan untuk telepon bisa di CP : Budi , 082 141 747 141.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...