TOKO PERTANIAN ONLINE LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA PETANI MURAH, AMAN SERTA NYAMAN. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

06/01/19

BIBIT BUAH TOMAT HIBRIDA F1 BANYAK DICARI PETANI

bibit buah tomat, tomat buah, benih tomat hibrida, benih tomat buah, lmga agro
BIBIT BUAH TOMAT F1
Bibit Buah Tomat Hibrida F1 Banyak Dicari Petani. Toko Online Pertanian LMGA Agro jual benih bibit tanaman tomat, hubungi Pak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Tersedia juga benih bibit buah dan sayur hibrida F1 yang banyak dicari petani dan hobiis bercocok tanam. Melayani gratis konsultasi seputar pertanian dan permasalahannya yang biasa ditemui di lapangan.

Dalam budidaya pertanian, bibit buah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Karena dari bibit buah yang baik akan menghasilkan produksi akhir yang baik pula juga memuaskan seperti yang diharapkan. Toko Online Pertanian LMGA Agro menyediakan semua kebutuhan bercocok tanam agar produktivitas pertanian Anda dapat maksimal. Kami menyediakan jenis-jenis pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian seperti alat kocor, mulsa palstik hitam perak, alat pelubang untuk pupuk dan lubang tanam dan lain-lain.

Bibit buah tomat hibrida F1 sangat banyak varietasnya. Di bawah ini akan kami jabarkan banyak varietas tomat hibrida F1 dan cara menanam tomat yang baik dan benar hingga panen hasil akhirnya. Toko Online Pertanian LMGA Agro siap mengirim pesanan Anda ke alamat Anda dengan cepat dan harga terjangkau. Pengiriman pesanan bekerjasama dengan jasa ekspedisi mitra kami bertahun-tahun yaitu JNE, POS, KI8, TIKI dan lain-lainnya.

TENTANG TOMAT, BUAH ASLI DARI AMERIKA TENGAH


TomatSolanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum ) merupakan tumbuhan dari keluarga Solanaceae. Tomat adalah tumbuhan asli dari Amerika Tengah dan Selatan, mulai dari Meksiko sampai Peru. Pertumbuhan tomat memiliki hidup yang singkat, ketinggian mulai 1 sampai 3 meter.

Buah tomat yang dihasilkan berwarna hijau, kuning dan merah. Dipakai sebagai campuran sayur dalam masakan atau dimakan secara langsung kondisi segar tanpa diproses. Batang dan daun tomat tidak dapat dikonsumsi karena mengandung alkaloid, sama seperti keluarga Solanaceae lainnya yaitu kentang dan terong.

Budidaya tomat harus melalui proses persemaian dulu sampai tumbuh 4 daun sejati dan menjadi bibit untuk kemudian ditanam atau dipindahkan ke lahan tetap atau media pot yang lebih besar. Rata-rata panen tomat dimulai umur 9 minggu setelah tanam dan panen dilakukan berulang-ulang sampai berhenti produksi dengan interval 5 hari sekali.

Buah tomat memiliki ratusan kultivar yang dibudidayakan dan dipasarkan beredar di seluruh dunia. Pengelompokan tomat berdasarkan penampilan dan kegunaan manfaat buah tomat. Tomat berdasarkan kisaran warna dari hijau ketika masak, kuning, jingga, merah, ungu ( hitam ) dan belang-belang.

Buah Tomat Berdasarkan Ukuran dan Bentuk

  • Tomat Granola bentuknya bulat dengan pangkal buah yang mendatar. Dimanfaatkan sebagai tomat buah  karena dapat dimakan langsung, segar dan ada sedikit rasa manis.
  • Tomat Gondol yang biasa dipakai untuk saus. Bentuknya oval lonjong, di Indonesia dikenal dengan " Gondol Hijau " dan " Gondol Putih ". Merupakan tomat keturunan kultivar import " Roma " termasuk kategori tomat buah.
  • Tomat sayur dengan tekstur buah yang padat dan digunakan untuk olahan memasak.
  • Tomat Ceri ( tomat ranti ) berukuran kecil dan tersusun berangkai pada tangkai buah yang panjang.
Berdasarkan kegunaan, masyarakat membagi menjadi : tomat buah, tomat sayur dan tomat lalapan. Secara struktur bentuk tomat adalah masuk kategori buah, namun fungsi dan manfaat tomat sering dijadikan campuran untuk sayuran, bukan untuk campuran membuat makanan manis.


MANFAAT BUAH TOMAT UNTUK HIDUP MANUSIA


bibit buah tomat, buah tomat hibrida, benih tomat F1, benih tomat, lmga agro
BENIH TOMAT HIBRIDA | LMGA AGRO
Ilmu pengetahuan yang terus berkembang seiring dengan usia bumi kita dan peradaban manusia, tomat tidak hanya dijadikan pelengkap makanan dan sayuran. Manfaat tomat secara luas juga dalam bidang kecantikan antara lain untuk mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Hal tersebut karena tomat kaya akan kandungan vitamin C.

  1. Kandungan antioksidan tomat adalah beta-carotene. Tomat juga kaya akan vitamin A dan C dan kesemuanya bekerja sama berfungsi dalam tubuh manusia melawan radikal bebas yang masuk dalam tubuh.
  2. Buah tomat banyak mengandung kromium yang berfungsi untuk untuk mengontrol gula darah penderita diabetes.
  3. Manfaat tomat baik bagi yang dulu perokok aktif, untuk selalu konsumsi buah tomat. Karena tomat mengandung asam Chlorogenic dan Coumaric yang merupakan agen untuk melawan karsinogen dari rokok.
  4. Penelitian menyebutkan bahwa rutin konsumsi tomat mampu menurunkan risiko kanker pada lambung dan usus besar kita. Hal ini karena tomat mengandung lycopene yaitu antioksidan alami penghambat pertumbuhan sel kanker.
  5. Untuk menyehatkan mata karena tomat kaya vitamin A.  Dapat membantu mengatasi gangguan penglihatan terutama bila di malam hari.
  6. Kalium dan Vitamin B  yang terkandung dalam tomat ampuh menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Kedua nutrisi tersebut terdapat dalam tomat segar.
  7.  Untuk mencerahkan kulit, dengan cara tomat dikupas dan dijadikan masker wajah. Biarkan selama 10 menit kemudian dibersihkan dan dibilas dengan air bersih. Lakukan rutin untuk mendapatkan wajah cerah dan bersih alami.
  8. Rutin makan tomat dapat menurunkan risiko batu ginjal. Jadi jangan malas konsumsi buah bundar sehat yang satu ini.
  9. Konsumsi rutin buah tomat, rambut kita akan sehat berkilau. Karena kandungan vitamin A pada tomat membuat rambut kita kuat dan berkilau.
  10. Kandungan vitamin K dan Kalsium yang tinggi pada tomat berkhasiat menjaga kekuatan tulang kita. Selain konsumsi suplemen kesehatan, perbanyak pula konsumsi tomat agar tulang kita semakin kuat.

TENTANG BENIH DAN BIBIT TANAMAN DALAM BUDIDAYA PERTANIAN


Benih adalah biji, namun biji belum tentu benih. Menurut ilmu Benih, biji berfungsi sebagai unit penyebaran ( dispersal unit ) untuk perbanyakan tanaman secara alamiah. Benih adalah biji tanaman yang telah diberi beberapa perlakuan ( oleh pabrikan pembuat benih hibrida ) sehingga dapat dijadikan sarana untuk perbanyakan tanaman atau persemaian membuat bibit. 

Bibit berasal dari benih yang dikecambahkan dalam pembibitan atau persemaian. Caranya dengan menabur atau menyebarkan agar tumbuh. Bibit diperoleh dengan menanam biji/benih di tempat khusus yang memenuhi syarat-syarat untuk pertumbuhan biji/benih sehingga perkecambahan atau tunas yang baik dan cepat tumbuh.

Kegiatan menanam benih atau membuat bibit tanaman ini bersifat sementara di lokasi pembibitan. Tanaman yang masih muda ini dipelihara, disemaikan hingga kuat dan mampu untuk dipindahkan ke lahan tetap.

Tujuan membuat bibit buah adalah memperoleh bibit buah yang sesuai dengan yang kita inginkan, yaitu bibit yang sehat dan memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan. Diharapkan pula bibit nantinya dapat tumbuh baik dan berproduksi maksimal.

Cara membuat bibit buah tomat dengan menyiapkan benih dari varietas yang diinginkan, media semai yang sesuai, insektisida bubuk, wadah semai menggunakan polybag ukuran 6 x 8 cm, air hangat kuku, kain kaos/koran/daun pisang, plastik bening, bambu dan karung plastik.

Insektisida bubuk dalam membuat bibit tomat digunakan untuk melindungi benih dari hama. Air hangat digunakan untuk merendam benih agar proses perkecambahan lebih cepat.  Kaos/koran atau menggunakan daun pisang sebagai wadah memeram benih.

Membuat naungan perlu dalam membuat bibit tomat agar terhindar dari serangan hama pengganggu. Bambu digunakan sebagai kerangka atap naungan dan plastik bening dijadikan sebagai atap sungkupnya. Untuk menutup persemaian terutama sebelum benih berkecambah, menggunakan karung plastik sebagai penutup persemaian.

BENIH BIBIT TOMAT HIBRIDA F1 DARI PANAH MERAH

  1. Tomat F1 SAKURA adalah varietas buah bentuk bulat, direkomendasikan untuk dataran menengah hingga tinggi. Keunggulan benih toleran penyakit Bw dan ToMv. Buah berbentuk bulat dengan berat 100 - 110 gram per buah. Dapat dipanen umur 85 - 90 hst dan potensi hasil 60 - 80 ton/ha.
  2. Tomat F1 LUMINA varian terbaru direkomendasikan untuk dataran rendah sampai tinggi. Vigor tanaman kuat dan produktif berbuah. Ketahanan terhadap cracking ( pecah buah ), virus Gemini, layu bakteri dan iklim panas. Buah berbentuk bulat lonjong, saat muda berwarna hijau dan berwarna merah saat tua. Bobot buah 70 - 80 g/buah dan jumlah buah yang dihasilkan ± 40 buah/tanaman yang beratnya mencapai ± 3 kg/tanaman. Mulai panen pada umur 70 - 75 hst dengan potensi hasil 50 - 60 ton/ha.
  3. Tomat F1 TYMOTI memiliki ketahanan dari virus Gemini penyebab daun keriting dan menguning. Buah mudah jadi dan kokoh tidak mudah jadi dengan berat 75 g/buah. Berwarna merah menyala saat tua dan mulai panen umur 70 hst. Potensi hasil 60 ton/ha.
  4. Tomat F1 TANTYNA favorit petani karena tahan penyakit meskipun ditanam pada daerah yang endemik virus sekalipun. Berat rata-rata buah 75 g/buah dengan potensi hasil 65 ton/ha. Warna saat tua merah cerah, buah keras dan kokoh sehingga tahan selama pengangkutan jarak jauh.
  5. Tomat F1 PERMATA tahan terhadap penyakit layu bakteri dan jamur. Potensi hasil panen 60 ton/ha dan berat rata-rata buah 70 g/buah. Buah merah, terisi penuh dan keras, tahan pengangkutan jarak jauh.
  6. Tomat F1 BETAVILA tahan serangan virus Gemini dan keriting daun. Ukuran buah besar dan untuk ditanam di dataran menengah. Potensi hasil panen 75 ton/ha dengan berat buah rata-rata 80 g/buah. Buah merah, kokoh dan terisi penuh sehingga tahan pengangkutan jarak jauh.
  7. Tomat F1 SERVO varian terbaru andalan Petani karena tahan virus Gemini dan keriting. Ukuran buah besar dan cocok untuk dataran rendah. Potensi hasil panen 70 ton/ha dengan berat buah rata-rata 80 g/buah. Buah merah, terisi penuh dan kuat sehingga tahan pengangkutan jarak jauh.

BENIH TOMAT F1 INDETERMINATE

  1. Tomat F1 WARANI tipe indeterminate direkomendasikan untuk dataran tinggi. Pertumbuhan kokoh dengan percabangan yang banyak dan seragam. Potensi hasil panen 90 ton/ha dengan berat buah rata-rata 115 g/buah. Buah merah, keras dan terisi penuh sehingga tahan pengangkutan jarak jauh.
  2. Tomat F1 MARTA 9 tipe Indeterminate dan cocok ditanam di dataran tinggi. Pertumbuhan kokoh, banyak cabang dan seragam. Potensi hasil panen 90 ton/ha dan berat buah rata-rata 120 g/buah. Buah keras, terisi dan kuat pengangkutan jarak jauh.

SYARAT TUMBUH DARI TOMAT

  • IKLIM dimana tanaman tomat dapat tumbuh mulai dari dataran rendah hingga tinggi tergantung dari varietasnya. Dataran tinggi yaitu lebih dari 700 m dpl, dataran medium yaitu 200 - 700 m dpl dan dataran rendah yaitu < 200 m dpl. Faktor temperatur dapat mempengaruhi warna buah. Suhu tinggi > 32 °C menyebabkan warna buah tomat cenderung kuning. Namun bila suhu udara tidak tetap maka warna buah cenderung tidak merata. Suhu udara yang ideal akan berpengaruh baik terhadap warna buah tomat yaitu antara 24 - 28 °C membuat warna buah merah merata. Keadaan suhu udara dan kelembaban yang tinggi berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. Kelembaban untuk tanaman tomat adalah 80%. Intensitas cahaya matahari yang diinginkan sekurang-kurangnya 10 - 12 jam setiap harinya.
  • Tanah bagi tanaman tomat adalah dapat tumbuh di segala tempat, mulai dataran rendah sampai di daerah dataran tinggi ( pegunungan ). Agar dapat tumbuh baik, tanah yang baik adalah tanah gembur, kadar keasaman pH antara 5 - 6, tanah sedikit mengandung pasir, banyak mengandung humus dan pengairan yang baik dan mencukupi mulai tanam hingga panen.

CARA MEBUAT BIBIT TOMAT SIAP TANAM DAN DIPINDAHKAN

  • Mempersiapkan membuat bibit tanaman yang pertama adalah memilih benih yang tepat. Tepat disini pastilah yang baik, tahan penyakit dan menghasilkan produksi yang maksimal juga yang paling penting adalah sudah bersertifikat. Dan benih tomat kriteria tersebut hanya pada benih hibrida F1. Benih Hibrida F1 Tomat dapat dibeli di Toko Online Pertanian LMGA Agro.
  • Pemilihan benih dari yang jelas varietasnya dan dibeli dari toko pertanian yang jelas dan terpercaya serta sudah berpengalaman bertahun-tahun. Pilihlah varietas benih yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan kondisi iklim setempat.
  • Mutu benih baik, memiliki kemampuan kecambah lebih dari 85% dan vigor kecambah yang tinggi. Benih bebas dari biji gulma dan tidak memiliki kecacatan bentuk. Juga sehat dan bebas dari penyakit karena serangan bakteri dan cendawan.
  • Cara menyemaikan benih menjadi bibit yaitu media semai yang sudah disiapkan, diaduk rata hingga homogen. Lalu dimasukkan ke polibag yang sudah siap sebelumnya. Setelah polibag terisi media hingga penuh, sirami dengan air agar tetap lembab.
  • Sebaiknya cara membuat bibit berada di tempat terbuka yang terdapat sirkulasi udara yang baik.
Namun demikian lokasi membuat bibit harus terlindungi dari hujan dan panas matahari langsung ke bibit tomat. Naungan atau sungkup pelindung bibit terbuat dari plastik bening dan rangka untuk naungan terbuat dari bambu. Rangka bambu dibuat lebar 1 - 1,25 cm, panjang 80 - 100 cm dan dibuat melengkung setengah lingkaran atau dibuat sesuai kebutuhan.

PENYEMAIAN BENIH MENJADI BIBIT BUAH TOMAT

  1. Siapkan benih tomat yang diinginkan dan disesuaikan dengan kondisi tempat kebun kita. Benih hibrida F1 bisa langsung ditanam di media semai dan tidak perlu ada proses perendaman dalam air hangat. Hal ini karena benih hibrida F1 keluaran dari pabrik benih sudah bisa langsung ditanam juga sudah mendapat beberapa perlakuan seperti benih tahan penyakit dan memiliki produktivitas yang tinggi.
  2. Masukkan media semai yang campuran dari tanah, pupuk kandang dan sekam padi. Sebelumnya media tersebut diayak hingga halus sehingga memudahkan perkecambahan benih dan akar dapat berkembang baik.
  3. Setelah media semai dimasukkan pada polibag atau pada tray semai, buat lubang tanam untuk menanam benih menggunakan jari tangan sedalam 1 cm. Bakal tunas akar menghadap ke bawah, lalu tutup dengan tanah tipis dan taburkan insektisida bubuk kemudian siram dengan air.
  4. Setelah semua benih ditanam, siram dengan air bersih pelan-pelan dan hati-hati dengan tujuan agar kelembaban tanah tetap stabil.
  5. Letakkan bibit-bibit tadi di tempat yang sejuk, teduh dan dilindungi oleh sungkup plastik. Terlindungi dari panas matahari langsung dan air hujan.
  6. Terus dilakukan kontrol, apabila tanahnya tampak kering, siram/semprotkan air bersih. Perhatikan bibit setiap pagi, bila tampak kering lakukan penyiraman. Pada hari ke-7, biasanya benih akan mulai berkecambah.
  7. Selanjutnya rawat terus bibit dan setelah mencapai tinggi 10 cm dan memiliki daun sejati 3 - 4 daun, bibit buah tomat siap dipindahkan ke lahan sesungguhnya.

MENGENAL TENTANG PENGGOLONGAN BIBIT BUAH TOMAT

Banyak sekali varietas tomat dan secara garis besar digolongkan dalam 3 bagian besar, yaitu :
  • Heirloom atau Hybrid ( berdasarkan garis keturunan atau hibridanya ). Heirloom adalah tomat yang telah diproduksi secara genetik untuk beberapa generasi tanpa adanya kawin silang. Intinya bahwa Heirloom adalah jenis tomat murni. Sedangkan tomat hybrid adalah dari persilangan 2 varietas.
  • Determinate atau indeterminate yaitu pembagian jenis tomat berdasarkan lamanya tomat tersebut menghasilkan buah. Jenis tomat determinate, buah akan muncul setelah beberapa minggu. Tipe determinate, pola pertumbuhan batang secara vertikal terbatas dan diakhiri pertumbuhan organ vegetatif yaitu akar, batang dan daun. Sedangkan tomat in-determinate akan keluar buah sepanjang musim berbuah hingga pergantian iklim menjadi sangat dingin. Tanaman mampu terus tumbuh dan tandan bunga tidak terdapat pada setiap buku serta setiap ujung tanaman terdapat pucuk muda.
  • Jenis tomat berdasarkan bentuknya dibagi menjadi 4 bentuk yaitu tomat bulat seperti bola dunia, bistik sapi ( lonjong ), pasta dan tomat ceri. Tomat bistik sapi adalah tomat ukuran super besar, tomat pasta digunakan untuk saus tomat dan tomat ceri merupakan tomat ukuran kecil yang sering digunakan untuk membuat salad.
Pembuahan terjadi 96 jam setelah penyerbukan dan buah masak pada hari ke-45 - 50 setelah pembuahan. Persentase penyerbukan sendiri tanaman tomat adalah 95 % - 100 %.

MENYEMAI BIBIT BUAH TOMAT DI BEDENG PERSEMAIAN

  1. Cara pertama, benih ditaburkan merata pada permukaan bedeng kemudian benih-benih tersebut ditutup tanah tipis-tipis. Bedengan dibuatkan bentuk guridan yang dalamnya 1 cm dan jarak antar guridan adalah 5 cm. Benih yang sudah kita siapkan ditaburkan di sepanjang guridan merata dan tidak saling menumpuk.
  2. Cara kedua, sama dengan cara pertama namun tidak dalam bentuk guridan tetapi benih ditanam pada lubang-lubang. Lubang tanam untuk penyemaian dibuat dengan jarak 5 cm dan dalamnya 1 cm. Satu lubang tanam diisikan 1 - 2 benih kemudian setelah benih ditanam, ditutup tanah tipis-tipis.
  3. Cara ketiga, penyemaian langsung dilakukan pada plastik polibag yang telah diisi media tanam. Media tanam berupa campuran dari tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Setiap plastik polybag diisi satu benih dan tanamkan benih sekitar 1 cm. Setelah benih ditanam, lakukan penyiraman pada media agar kelembaban terjaga.

PEMELIHARAAN BIBIT TOMAT SELAMA DI PERSEMAIAN

Pemeliharaan selama menyemai bibit juga tidak boleh diabaikan karena selain merupakan awal pertumbuhan tanaman, juga bila dari awal bibit sudah sehat dan kuat maka pertumbuhan selanjutnya akan lebih mudah perawatannya. Sekaligus pasti akan diperoleh hasil akhir yang memuaskan seperti yang diharapkan.

Pemeliharaan bibit yang paling penting adalah selalu melakukan pengawasan secara rutin. Kegiatan-kegiatan lain yang tidak kalah penting antara lain :

-Penyiraman
dilakukan sejak benih ditaburkan hingga menjadi bibit yang siap dipindahkan ke kebun atau lahan tetap. Penyiraman dilakukan 2x sehari pagi dan sore hari. Penyiraman sebaiknya menggunakan alat siram/gembor yang memiliki lubang halus agar tidak merusak bibit tomat yang masih muda.


-Penyiangan 
dilakukan langsung dengan cara mencabut rumput-rumput menggunakan tangan kosong. Cara ini lebih aman karena bibit merupakan tanaman kecil yang rentan rusak atau mati bila tersenggol atau terluka bagian tubuhnya. Penyiangan dilakukan seperlunya saja melihat kondisi tanah dan tanaman.


-Pemupukan 
Untuk proses pembibitan, pemberian pupuk berupa pupuk kandang atau kompos adalah yang paling baik. Hal ini karena bibit merupakan tanam muda yang rentan dengan unsur-unsur kimia dalam pupuk kimia seperti Urea, TSP dan KCl juga NPK.

-Pencegahan dan pengendalian hama penyakit
Hama yang biasanya menyerang saat di pembibitan adalah dari golongan serangga ( semut ) dan golongan nematoda ( cacing tanah ). Untuk penyakit, yang banyak menyerang adalah dari golongan cendawan. Sebagai langkah pencegahannya, sejak awal pilihlah media yang bersih dari gulma dan sisa-sisa tanaman. Dan bila ada hama atau penyakit yang menyerang dapat disemprotkan insektisida atau fungisida untuk penyakit akibat jamur. Gunakan insektisida dan fungisida secara bijak sesuai anjuran pada kemasan.

STERILISASI TANAH MEDIA TANAM TOMAT


Sterilisasi tanah untuk media tanam membuat bibit buah dapat dilakukan dengan cara tanah media semai dipanaskan di atas kompor atau dikukus. Bisa juga dengan cara menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi tanah.

Tujuan kita melakukan sterilisasi tanah media tanam adalah untuk membunuh kuman atau bibit penyakit dalam tanah agar benih dapat tumbuh baik dan menjadi bibit yang sehat. Tanah media semai yang disterilisasi terdiri atas tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 1 : 1. Pupuk kandang yang dipakai harus pupuk kandang yang sudah matang dan bentuknya menyerupai tanah.

Media tanah dan pupuk kandang tadi selanjutnya dikukus selama 4 jam dengan sistem pemanasan. Kemudian setelah dikukus, dibiarkan dan didinginkan setelah itu dapat dijadikan media semai untuk membuat bibit tomat.

Sterilisasi tanah media menggunakan bahan kimia yaitu menggunakan bahan kimia Basamid G  sebanyak 70 gram untuk media per 1m³. Atau bisa juga menggunakan Formalin 40%. Bahan kimia dicampurkan dengan tanah dan diaduk hingga merata. Kemudian ditutup rapat menggunakan plastik selama 7 hari. Setelah 7 hari, tutup dibuka dan didiamkan selama 4 hari. Setelah itu tambahkan TSP sebanyak 0,1% dari jumlah pupuk kandang yang diberikan.

Setelah melalui serangkaian perawatan, bibit tomat dapat siap ditanam di kebun atau lahan sesungguhnya. Berikut cara pemindahan bibit tomat ke lahan tetap yang benar agar bibit dapat terus tumbuh dan berproduksi tinggi.


CARA PEMINDAHAN BIBIT BUAH TOMAT KE LAHAN TETAP


Bibit tomat mulai dapat dipindahkan ke lahan tetap atau kebun setelah berumur 30 - 45 hari saat di persemaian. Bibit yang demikian dipastikan telah siap ditanam di kebun dan baik pertumbuhannya serta memiliki daya produktivitas tinggi dalam menghasilkan buah.

Bibit tomat yang dipilih adalah bibit yang baik dan menarik, penampilan bibit segar dan daun-daunnya tidak rusak. Pilihlah bibit yang kuat, tegak pertumbuhannya dan tidak terserang hama dan penyakit.

Waktu yang baik untuk menanam bibit tomat adalah pagi atau sore hari. Dimana keadaan cuaca masih belum panas sehingga dapat dicegah kelayuan pada bibit tanaman tersebut. Cara memindah bibit tomat juga harus diperhatikan. Harus hati-hati dan menggunakan cara yang benar agar tidak merusak perakaran tanaman.

-Sistem Cabut yaitu bibit yang siap dipindah tanam ke lahan tetap dengan cara dicabut hati-hati dan perlahan. Sebelum bibit tomat dicabut, tempat persemaian dibasahi air hingga cukup lembab agar mudah untuk dicabut dan tidak merusak akar bibit tomat.

-Sistem Putaran yaitu mengambil bibit beserta tanah medianya dengan cara memutar. Dan jangan lupa sebelum bibit diambil, tanah tempat hidupnya disiram air hingga basah agar pengambilan bibit tomat tidak sulit.

Kedua cara diatas dilakukan untuk persemaian bibit buah yang dilakukan pada bedeng semai. Sedangkan untuk bibit yang disemaikan pada polibag, pemindahan bibit dilakukan dengan cara menyobek kantong plastik polibagnya. Sebelumnya, bibit tetap disiram dulu hingga lembab dan bibit dipindahkan beserta medianya lalu ditanam pada lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya.

PERSIAPAN LAHAN MENANAM BIBIT TOMAT KE LAHAN TETAP


Persiapan lahan untuk menanam bibit tomat dilakukan dengan cara pengolahan tanah sekaligus penggemburan. Lahan dibersihkan dari tanaman liar lalu tanah dibajak atau dicangkul. Pembajakan tanah dilakukan dengan cara menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah sehingga menjadi lebih kecil, halus dan tanah menjadi gembur.

Setelah melakukan pengolahan tanah, dilanjutkan membuat bedengan. Menanam bibit tomat dalam bentuk bedengan di lahan akan memudahkan pemeliharaan tanaman tomat. Adanya bedengan, tanaman tomat terhindar dari genangan saat terjadi hujan deras sekalipun. Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm, panjang sesuai kondisi tanah, tinggi bedengan ± 20 cm dan jarak antar bedengan ± 100 cm.

Pemupukan dasar dengan memberikan pupuk kandang dengan cara diratakan diatas tanah bedengan. Pengaruh pupuk kandang selain dapat memperbaiki sifat biologis tanah, juga dapat memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah.

Bedengan yang sudah jadi, kemudian ditutup mulsa plastik hitam perak. Pemasangan mulsa bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah tumbuhnya tanaman pengganggu. Setelah mulsa dipasangkan menutupi bedengan, diamkan selama 5 - 10 sebelum ditanam.

Pengaturan jarak tanam disesuaikan dengan morfologi tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Pengaturan jarak tanam artinya memberi ruang untuk hidup dan berkembang yang sama dan merata bagi setiap tanaman. Pengaturan jarak tanam akan diperoleh barisan-barisan tanaman yang teratur sehingga memudahkan pengelolaan tanaman selanjutnya.

Bibit tomat yang siap dipindah setelah berumur 25 - 30 hari setelah semai benih dengan jarak 60 x 70 cm. Saat yang tepat untuk menanam tomat adalah 2 - 4 minggu sebelum musim hujan berakhir. Penanaman dilakukan sore hari agar tidak terjadi kelayuan dan adaptasi dapat berjalan dengan baik.

Perawatan Penyiraman Tanaman Buah Tomat


Tanaman buah maupun sayuran seperti halnya tanaman tomat, waktu penyiraman yang baik adalah waktu sore hari. Maksud dilakukan penyiraman adalah :
  • Untuk mengganti air yang sudah banyak menguap pada siang harinya.
  • Mengembalikan kekuatan tanaman pada kondisi yang lebih baik pada malam harinya.
  • Penambahan air untuk tanaman yang kekeringan atau kurang air.
Tanaman tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air tetapi juga tidak boleh kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan menyebabkan tanaman tomat cenderung tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur hara dan tanaman cenderung mudah terserang penyakit.

Kelembaban tanah yang tinggi menyebabkan patogen berkembang dengan pesat sehingga mengganggu tanaman tomat. Kandungan oksigen dalam tanah berkurang sehingga semakin lama tanaman tomat dapat mati.

Pori-pori tanah terisi banyak air dan mendesak oksigen keluar dari tanah sehingga tanah bersifat anaerob sehingga proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah anaerob menyebabkan kerontokan bunga dan menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan fase generatif ( buah ) berkurang.

Penyiraman tomat penanaman dalam tomat lebih mudah karena lingkungan mudah dikendalikan. Jika tanaman nyaris layu segera lakukan penyiraman dalam jumlah yang cukup hingga tanaman kembali segar. Penyiraman cukup dilakukan sekali dalam sehari, pagi atau sore hari. Namun bila cuaca panas dan tanah tampak kering, penyiraman dapat dilakuakn pada pagi dan sore hari.

Perawatan Penyulaman pada Tanaman Buah Tomat

Tanaman tomat yang masih berumur muda, baik yang baru dipindah dari tempat persemaian maupun yang tidak melalui persemaian lebih dulu, tidak semuanya dapat tumbuh dan bertahan menjadi tanaman dewasa. Beberapa diantaranya pasti ada yang mati atau tampak layu, sehingga tanaman tomat yang seperti itu harus segera dilakukan penyulaman.




Biasanya petani melebihkan 10% dari jumlah bibit tanaman yang dibutuhkan untuk jaga-jaga bila dilakukan penyulaman bibit. Sehingga umur bibit yang digunakan untuk penyulaman tersebut berumur sama dengan yang digantikan karena waktu menanamnya bersamaan.

Bibit tomat yang boleh diganti karena mati atau layu adalah bibit yang mati pada hari ke-7 sampai ke-14 hari saja. Penyulaman yang dilakukan pada umur lebih dari 3 minggu tidak perlu dilakukan karena akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhan dan umur panen yang tidak seragam akan menyulitkan penanaman.

Setelah mencabut tanaman yang mati, lubang tanam harus disterilkan lebih dulu, digemburkan agar proses oksidasi dalam tanah baik. Beri furadan secukupnya untuk mematikan organisme pengganggu dalam tanah penyebab bibit sebelumnya tadi mati. Siram dengan air hingga cukup lembab dan lubang tanam siap ditanam bibit yang baru dan sehat.

Perawatan Penyiangan/Pembumbunan Tanaman buah Tomat

Penyiangan adalah membersihkan kebun dari gulma dengan cara mencabut rumput-tumput liar yang tumbuh di kebun. Gulma yang tumbuh dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dalam hal ini adalah tomat.

Penyiangan dapat dilakukan 2 atau 3 kali sesuai kondisi lapang. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput menggunakan tangan dan untuk gulma yang sulit dicabut, menghilangkannya dengan menggunakan cangkul atau kored. Kegiatan penyiangan biasanya juga melakukan pembumbunan.

Penyiangan antara lain dengan membersihkan tanaman yang mati dan sakit, dengan tujuan untuk mengurangi persaingan penyerapan hara, untuk mengurangi yang menghambat produksi anakan dan mengurangi persaingan penetrasi sinar matahari. Tanaman utama dalam hal ini tomat, pertumbuhan dan perkembangannya harus mendapatkan semua nutrisi dan air yang ada sehingga produksi hasil panen dapat tinggi.

Beberapa cara penyiangan antara lain :
  1. Secara menual menggunakan tangan yaitu mencabut rumput disela-sela tanaman. Penyiangan manual ini memang melelahkan dan biasanya dilakukan dengan banyak orang ( disewa ). Cara ini juga bisa diterapkan pada penanaman tomat di dalam pot atau di lahan sempit.
  2. Secara kimia dengan menggunakan herbisida. Pilihlah herbisida yang tepat dan bersifat selektif, yaitu mampu membunuh gulmanya tanpa menyakiti tanaman utamanya. Keputusan menggunakan herbisida bila cara mekanik tidak memungkinkan seperti gulma yang sudah terlalu banyak.
  3. Secara mekanis menggunakan mesin yaitu penyiangan dengan mesin tanpa merusak tanaman utamanya dan ditanam pada alur-alur yang tepat. Penyiangan dengan mesin memang cepat namun tidak 100% efektif ternyata, karena tidak sedikit juga sisa gulma yang tidak bisa diberantas.
Pemasangan mulsa merupakan metode pencegahan agar gulma tidak tumbuh. Mulsa dipasang menutupi permukaan tanah dan hanya menyisakan sedikit untuk tanaman utama tumbuh. Mulsa yang dipakai bisa dari plastik atau bahan organik atau dari gulma yang dimatikan tadi dalam keadan sudah kering.

Perawatan Pemupukan pada Tanaman Buah Tomat


bibit buah tomat, buah tomat, tomat buah hibrida, benih tomat F1, lmga agro
PUPUK BIBIT BUAH TOMAT F1
Pupuk biasanya diberikan sebagai pupuk dasar dan susulan. Diberikan lewat tanah atau daun dan bagian lain. Pupuk dasar sebaiknya menggunakan pupuk organik. Sedangkan setelah pupuk susulan, selain menggunakan pupuk organik juga perlu ditambahkan pupuk NPK yang diberikan 2 - 3 kali selama pertumbuhannya. Pupuk NPK diberikan dengan cara di tugal dengan jarak 10 cm dari pangkal batang tanaman, Menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 2 gram/tanaman.

Pemupukan sebaiknya dengan sistem kocor dan dilakukan pada sore hari. Dosis pemupukan pertama 3 - 5 kg NPK/1000 tanaman. Kemudian pupuk dilarutkan dalam air sebanyak 500 liter dan setiap pohon diberikan 500 ml larutan.

Pemupukan ke-2 dan seterusnya dilakukan setiap 1 minggu sekali dengan penambahan dosis secara berkala. Rata-rata kebutuhan pupuk menanam buah tomat per hektar adalah 80 - 100 kg Urea, 350 - 450 kg ZA, 200 - 250 kg TSP dan 85 - 170 kg KCl.

Perawatan Pemangkasan Tanaman Buah Tomat




Tanaman tomat memiliki percabangan yang banyak, bentuk perdu atau pohon sehingga perlu pemangkasan. Pemangkasan dimaksudkan untuk membentuk pohon, mengurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman dan tujuan baik lainnya agar produktivitas tanaman baik.

Tujuan pembentukan pohon ini adalah agar pohon tomat dapat berbunga dan berproduksi lebih banyak. Pengurangan daun dalam pemangkasan dimaksudkan untuk mendapatkan hasil asimilasi bersih yang optimal. Pemangkasan juga memungkinkan proses pembuahan yang lebih cepat. Pemangkasan juga dilakukan untuk peremajaan tanaman.

Pemangkasan tanaman tomat dilakukan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tidak tepat, memotong tunas-tunas air yang liar atau memotong ranting-ranting yang kena penyakit.

Pemangkasan dilakukan 1 minggu sekali selama pertumbuhan tomat. Tiap pohon hanya tersisa 2 cabang dan masing-masing cabang dibiarkan tumbuh sebanyak 3 tandan. Masing-masing tandan disisakan sebanyak 5 buah tomat agar menghasilkan ukuran buah yang besar.

Daun-daun tua yang ada di bagian bawah tersebut harus dipotong karena mengganggu bila kita memupuk baik dengan cara kocor maupun ditabur. Daun tua yang dibiarkan saja akan menyebabkan hama seperti larva dapat cepat sampai ke buah, bunga dan pucuk tanaman tomat. Sehingga daun-daun tua yang menjuntai sampai bawah harus dipangkas.



Daun yang menutupi buah tomat harus dipotong karena dapat mengganggu saat penyemprotan pupuk maupun pestisida ke buah terutama. Tunas-tunas baru yang tumbuh jika tidak dipangkas menyebabkan unsur hara menjadi tidak terfokus ke pembentukan buah. Sehingga buah tidak maksimal produksinya karena sebagain unsur hara beralih ke pertumbuhan tunas-tunas baru.

Teknik Pemangkasan Daun Buah Tomat



  • Gunakan alat pemotong daun yaitu gunting tanaman. Petani juga menggunakan hanya pisau silet yang diikat di ujung bambu.
  • Pangkaslah semua daun-daun tua yang ujungnya mulai kuning.
  • Potonglah daun-daun mulai dari pangkalnya tapi tidak melukai batang utama.
  • Memotong tunas-tunas yang baru cukup menggunakan tangan.
  • Bila ada cabang batang utama yang tidak memiliki bunga maka sebaiknya kita pangkas. Sebab tidak akan menghasilkan buah.
Setelah pohon tomat sudah cukup tinggi, lakukan kegiatan pengikatan. Langkah ini juga menghindari tanaman tomat roboh saat sudah banyak buah tomat yang muncul.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH TOMAT


a. Ulat Buah ( Heliothis armigera ) menyerang buah tomat yang masih muda sehingga saat buah sudah tua tampak lubang-lubang kecil lalu membusuk karena infeksi. Ulat diberantas dengan insektisida.
b. Nematoda ( Helodogyama sp. ) adalah cacing yang menyebabkan akar tomat berbintil-bintil. Biasanya terdapat pada tanah-tanah ringan yang terlalu asam ( pH 4 - 5 ). Pengendalian menggunakan nematisida.
c. Lalat Buah ( Dacus durcalismenyerang dengan cara menyuntikkan telur-telurnya kedalam kulit buah tomat. Telur akan menjadi larva yang menggerogoti buah tomat dari dalam hingga buah menjadi busuk dan rontok. Lalat buah dapat dikendalikan dengan cara menyemprotkan insektisida sistemik sejak munculnya buah.
d. Kutu Putih ( Pseudococus sp. ) menyerang tanaman tomat dengan cara menghisap cairan daun. Hama ini juga penyebab penyakit embun jelaga  yang menyebabkan daun menjadi keriting dan rontoknya bunga dan buah. Pengendalian menggunakan insektisida.

Penyakit Blossom and Root ( Busuk Ujung Buah )

Biasanya menyerang buah tomat yang muda dan yang sudah tua. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan unsur hara mikro Kalsium ( Ca ). Cara mengatasinya dengan memberikan kapur Dolomit, pemberian pupuk yang tepat dan berimbang dan pengairan. Dapat juga dilakukan penyemprotan CaCl2 seluruh permukaan daun setiap 5 - 7 hari sekali sebanyak 0,1%.

g. Layu Fusarium menyerang buah tomat yang masih muda, terutama bila menanam di dataran tinggi dan kelembaban tinggi akibat musim penghujan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan penyakit layu Fusarium adalah :
  • Melakukan pemupukan yang berimbang
  • Pilih dan tanam bibit yang tahan dari segala penyakit.
  • Pilihlah lokasi menanam buah tomat yang memiliki drainase baik.
  • Pilihlah daerah yang memiliki sirkulasi udara yang lancar.
  • Pilihlah lokasi menanam tomat yang mendapat curahan sinar matahari penuh.
  • Pilihlah tanaman yang masih sehat.
  • Rendamlah benih tomat kedalam larutan Benomil 0,1 % sebelum ditanamkan.
h. Penyakit Bacterial Wilt ( Layu Bakteri ) menyerang tanaman tomat, terutama yang tumbuh di dataran rendah dengan suhu dan kelembaban yang tinggi. Penyebab layu bakteri adalah bakteri Pseudomonas. Pengendalian penyakit dengan menggunakan bakterisida karena akibat serangan bakteri.

i. Penyakit Busuk Buah disebabkan oleh cendawan Collectroticum sp. Pencegahan dari serangan penyakit Busuk Buah adalah : dengan pemangkasan yang teratur, menjaga kelembaban kebun dan menjaga sanitasi tanah. Pengendalian cendawan ini menggunakan bubur Bordeaux 1 - 3 %, Alcohol 50WP, Prekiur N, Prukit PR 10/56 WP, Ridomil dan Antracol.

PANEN DAN PASCA PANEN BUAH TOMAT


Panen buah tomat dapat dilakukan pada umur 75 -  90 hari sejak dipindah tanam. Panen dilakukan berkali-kali dengan interval 3 - 5 hari sekali sampai tanaman tidak berbuah lagi. Untuk buah tomat yang dipasarkan jarak jauh sebaiknya dipanen pada tingkat kematangan 75% ketika buah masih berwarna hijau atau sekitar 5 hari lagi menjadi warna merah. Tingkat kematangan 90% buah berwarna kuning kemerah-merahan.

Panen merupakan kegiatan terakhir dari suatu usaha tani yaitu pengambilan hasil kegiatan budidaya menanam. Tomat termasuk salah satu komoditi hortikultura terbesar setelah kentang yang bersifat perishabel atau mudah rusak. Hasil panen yang hilang bisa mencapai 20 - 50% hingga sampai ke tangan produsen.

Perlakuan panen diikuti pasca panen yang tepat dapat menghasilkan panen yang tinggi. Panen dan pasca panen yang tidak tepat menyebabkan banyak kehilangan hasil panen tomat. Dalam beberapa hari saja, tomat akan kehilangan bentuk vigornya, buah tampak menkerut atau buah tomat yang berair dan membusuk.

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar buah tomat tidak layu karena proses respirasi. Cara panen dengan mematahkan tangkai buah dengan hati-hati agar buah tidak rusak. Buah tomat yang dipanen dimasukkan dalam tas kecil dan dikumpulkan ditempat pengumpulan ditempat sejuk, teduh dan kering.

Pasca Panen Buah Tomat Hingga Sampai pada Konsumen


Kriteria buah yang dipanen tergantung dari permintaan pasar atau pembelinya. Pemasaran jarak jauh, maka buah yang dipanen pada stadia masak dengan warna hijau ( Grade 1 ) namun ukuran buah sudah maksimal. Pemasaran jarak dekat ( lokal ) buah tomat dipanen saat masak kekuningan ( Grade 2 dan 3 ). Untuk tomat konsumsi dan pengolahan, panen buah tomat saat berwarna merah dan matang ( Grade 4 ).





Buah tomat warna hijau sampai merah tidak mempengaruhi nilai gizi dari buah tomat. Yang penting bahwa buah sudah masak fisiologis dan ukuran buah sudah maksimal.

1 komentar:

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 7 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) | pin bb : 58cd292c "

    BalasHapus

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...