TOKO PERTANIAN ONLINE LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA PETANI MURAH, AMAN SERTA NYAMAN. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

15/05/19

UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO KEBUTUHAN TANAMAN

unsur hara makro dan mikro, pupuk pertanian, jual murah, lmga agro
Pupuk Unsur Hara Makro dan Mikro
Unsur Hara Makro dan Mikro Kebutuhan Tanaman. HP 082141747141 ( telepon ) 08125222117 ( SMS/WA ). Toko Online Pertanian LMGA Agro menyediakan lengkap berbagai kebutuhan untuk bercocok tanam. Kami jual murah berbagai jenis benih tanaman buah dan sayur. Juga tersedia jenis-jenis pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian.

Toko Online Pertanian LMGA Agro melayani konsultasi pertanian. Tentang permasalahan dalam bercocok tanam seperti pemupukan unsur hara makro dan mikro. Kami siap mengantar pesanan Anda sampai pada tujuan. Bersama jasa ekspedisi mitra kami yaitu JNE, TIKI, KI8, POS INDONESIA dan lainnya.

Dalam kegiatan budidaya tanaman, penting kiranya pengetahuan tentang unsur hara bagi tanaman. Unsur hara merupakan makanan bagi tanaman. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman terbagi menjadi 2 jenis yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Nutrisi atau unsur hara makro dan mikro banyak sekali jenisnya. Petani perlu mengetahui unsur hara apa saja menjadi kebutuhan tanaman budidaya kita. Pengetahuan ini penting terutama saat pemberian pupuk agar tepat dan seimbang.

UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO BAGI TANAMAN


Unsur hara makro dan mikro penting bagi pertumbuhan tanaman. Pemberiannya harus tepat dan seimbang. Pemberian unsur hara berlebih atau kekurangan memberikan dampak buruk pada tanaman. Yaitu pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal.

Pengamatan proses pertumbuhan tanaman harus selalu dilakukan saat pemupukan. Bila terdapat pertumbuhan tanaman tidak wajar, segera bisa dilakukan evaluasi. Tindakan yang cepat untuk mencegah kematian pada tanaman sebelum semuanya terlambat.

Unsur atau zat hara adalah macam-macam mineral yang tersedia di tanah. Dan dibutuhkan oleh tanaman untuk melakukan proses fotosintesis. Unsur hara merupakan sari makanan berbentuk cair. Bentuknya yang cair memudahkan akar untuk menyerap zat hara dan kemudian disalurkan ke zat hijau daun.

Tumbuhan sama dengan makhluk hidup lainnya, seperti kita manusia juga membutuhkan makanan. Makanan atau nutrisi tanaman bentuknya unsur hara dalam tanah. Unsur hara tersebut ketersediaannya harus cukup memadai dan seimbang. Agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Unsur hara sangat dibutuhkan untuk menyediakan ketersedian makanan bagi tanaman. Unsur hara yang sangat penting bagi tanaman disebut unsur hara essensial. Dan unsur hara essensial yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut unsur hara makro. Sedangkan bila dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur hara mikro.

APA SAJA UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO KEBUTUHAN TANAMAN


unsur hara makro dan mikro, pupuk pertanian, jual murah, pupuk, lmga agro
Alat Pelubang Pupuk
Unsur Hara Makro dan Mikro
Mineral kebutuhan tanaman terdiri dari : Nitrogen ( N ), Belerang ( S ), Fosfor ( P ), Kalium ( K ), Kalsium ( Ca ) dan Magnesium ( Mg ).

Selain ada 6 jenis mineral tadi, tanaman masih membutuhkan mineral lain. Mineral ini dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Terdiri atas ; Molibdenum ( Mo ), Tembaga ( Cu ), Mangan ( Mn ), seng ( Zn ), Besi ( Fe ), Kobalt ( Co ), Boron ( B ) dan klor ( Cl ).

Total terdapat 14 jenis mineral kebutuhan tanaman. Mineral-mineral tersebut diolah bersama Karbondioksida ( CO2 ) dan sinar matahari dalam proses fotosintesis. Bila salah satu jenis mineral tersebut ada yang kurang atau tidak ada, maka tumbuhan tidak tumbuh dengan optimal.



UNSUR HARA MAKRO


Unsur hara essensial yang dibutuhkan dalam jumlah banyak ( makro ) yaitu :
  1. Unsur hara Makro primer : Nitrogen ( N ), Fosfor ( P ) dan kalium ( K ).
  2. Unsur hara Makro sekunder : Sulfur ( S ), Kalsium ( Ca ) dan Magnesium ( Mg ).

Nitrogen ( N )
  1. Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
  2. Adalah bagian dari sel atau organ tanaman.
  3. Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein tanaman.
  4. Untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman.
Kekurangan unsur Nitrogen, gejala tanaman adalah : pertumbuhan lambat/kerdil, daun berwarna hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak. Daun-daun tua menjadi cepat menguning lalu mati.


BACA : PARIA RADEN TAHAN HAMA DAN PENYAKIT HASIL TINGGI

Fosfor ( P )
  1. Berfungsi untuk mengangkut energi hasil metabolisme tanaman.
  2. Merangsang pembungaan dan pembuahan.
  3. Penting bagi pertumbuhan akar.
  4. Mempercepat tumbuhnya biji.
  5. Merangsang terjadinya pembelahan sel dan meningkatkan volume jaringan sel.
Gejala tanaman kekurangan Fosfor : tidak terbentuk buah dan biji, tanaman kerdil, warna daun menjadi keunguan/kemerahan.

Kalium ( K )
  1. Berfungsi pada proses fotosintesis, membantu pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral. Termasuk air.
  2. Menambah daya tahan atau kekebalan tanaman dari serangan penyakit.
Gejala tanaman kekurangan Kalium :
  • Batang dan daun lemas atau rebah.
  • Daun berwarna hijau gelap agak kebiruan.
  • Daun tidak segar dan sehat.
  • Ujung daun menguning dan kering.
  • Ada bercak coklat di pucuk daun.

Kalsium ( Ca )
  1. Bahan pembentuk dinding sel tanaman.
  2. Mengeraskan bagian kayu tanaman.
  3. Merangsang pertumbuhan akar halus.
  4. Membuat tebal dinding sel pada buah.
  5. Pertumbuhan biji meningkat.
Kalsium terdapat di dalam pupuk kandang. Juga dengan penambahan kapur baik Dolomit ( CaCO³MgCO³ ), Kalst ( CaCO³ ) dan Kalsium Klorida ( CaCl² ).

Kekurangan Kalsium menyebabkan penyakit fisiologis pada tanaman. Gejala penyakit fisiologis ini mrip penyakit blossom and root. Gejala dapat dikenali berupa tanda khas yang muncul di daun hingga buahnya.
Magnesium ( Mg )
  1. Bahan penyusun klorofil.
  2. Dapat mengaktifkan enzim dan berhubungan dengan metabolisme karbohidrat.
  3. Untuk menambah kadar minyak pada tanaman.
Magnesium dapat diperoleh dari pemberian pupuk kandang, kapur dolomit, kieserite (MgSO4H2O ) dan pada pupuk daun yang mengandung Magnesium.

Kekurangan Magnesium pada tanaman menunjukkan gejala sebagai berikut : tulang-tulang daun tua klorosis ( menguning ). Warna daun berubah menjadi kuning dan muncul bercak-bercak coklat di permukaan daun.

Sulfur ( S )
Unsur hara sulfur dibutuhkan tanaman untuk membantu pembentukan zat hijau daun. Bahan penyusun pembentukan protein dan vitamin. Unsur hara Sulfur diperoleh dari pupuk kandang. Juga dari pemberian pupuk buatan ZA, pupuk daun dan pupuk multi-micro dengan kandungan Sulfur 5,3%. Kekurangan Sulfur menyebabkan daun-daun tanaman mengalami klorosis ( menguning ).

UNSUR HARA MIKRO


unsur hara makro dan mikro, alat pertanian, jual murah, lmga agro
Alat Kocor Pemberian Pupuk
Unsur Hara Makro dan Mikro
Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah sangat kecil. Namun fungsinya sangat penting dan keberadaannya tidak tergantikan. Unsur hara mikro yang penting untuk tanaman adalah : Besi ( Fe ), Mangan ( Mn ), Seng ( Zn ). Selain itu juga Tembaga ( Cu ), Molibdenum ( Mo ), Boron ( B ) dan Klor ( Cl ).

Besi ( Fe )
Unsur hara Fe berfungsi sebagai pembentuk klorofil, penyusun protein dan enzim. Unsur hara Fe dapat diperoleh dari pemberian pupuk kandang dan pupuk kimia. Kekurangan unsur hara Fe menyebabkan :
  1. Terhambat pertumbuhannya.
  2. Daun tanaman banyak berguguran.
  3. Pucuk tanaman mati.
Gejala kekurangan unsur hara Fe berupa menguningnya daun-daun muda dan tulang daun.

Mangan ( Mn )
Fungsi unsur hara Mn adalah sebagai katalisator berbagai enzim. Berperan dalam proses perombakan Karbohidrat dan metabolisme Nitrogen. Unsur hara Mn diperoleh dari pupuk daun yang mengandung Mangan.

Gejala kekurangan Mangan pada tanaman tidak bisa diketahui secara langsung. Namun harus melalui penelitian dengan sampel daun atau tanah di laboratorium.

Molibdenum ( Mo )

Unsur hara Mo berperan dalam pengikatan Nitrogen, penyerapan Nitrogen dan asimilasi Nitrogen. Secara tidak langsung, unsur hara Mo berperan dalam pembentukan asam amino dan protein tanaman.

Unsur hara Molibdenum diberikan lewat pemberian kapur Dolomit. Gejala kekurangannya juga tidak bisa diketahui langsung. Kecuali membawa sampel tanaman ke laboratorium untuk diteliti.

Boron ( B )

Peranan unsur hara Boron adalah dalam proses pembentukan protein, buah dan akar. Boron diperoleh dari pupuk kandang. Pemberian Borax atau Borate, asam borate juga pupuk mikro.

Gejala kekurangan unsur hara Boron ditandai pembentukan cabang yang tumbuh sejajar dan berdampingan. Selain itu ruas tanaman menjadi memendek dan batang tanaman menjadi keropos. Timbul garis-garis kuning kehitaman melingkar pada buah. Sehingga buah tampak kerdil.

Seng ( Zn )

Unsur hara Zn berfungsi sebagai katalisator dalam proses pembentukan protein. Ikut mengatur pada proses pembentukan asam indoleasetik, yaitu asam dimana fungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman.

Unsur hara Zn juga berperan aktif dalam tranformasi karbohidrat. Unsur hara seng diperoleh dari pemberian pupuk daun mengandung Zn. Kekurangan Zn tidak memberikan dampak signifikan pada tanaman.

BACA : MANISNYA ERNA MELON TAHAN VIRUS MUTIARA BUMI

Tembaga ( Cu )

Unsur hara Tembaga bagian dalam pembentukan vitamin A pada sayur dan buah. Secara tidak langsung juga berperan dalam pembentukan klorofil. Unsur hara tembaga ini disuplai dari pupuk daun mengandung unsur hara Cu.

Kekurangan Tembaga pada tanaman menyebabkan pertumbuhan tidak sempurna, tanaman menjadi kerdil. Selain itu juga menyebabkan gagalnya pembentukan bunga dan buah.

Klor ( Cl )

Unsur hara Klor juga dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Terutama berkaitan langsung dengan osmosis dalam sel tanaman. Kekurangan unsur hara Klor jarang terjadi pada tanaman karena unsur in tersedia alami dalam tanah.

Gejala kekurangan Klor ditunjukkan adanya bercak-bercak kuning di permukaan daun. Daun akan menjadi layu dan berwarna kuning ( klorosis ).

SUMBER UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO


1. Batuan Sebagai Sumber Unsur Hara


Batuan merupakan salah satu sumber unsur hara. Pada batuan beku, sedimen ataupun metamorf tersusun mineral batuan. Dan mineral batuan disusun oleh segala macam unsur kimia termasuk unsur hara. 

Mekanisme batuan menjadi unsur hara tersedia bagi tanaman harus melalui suatu proses penghancuran atau pelapukan. Batuan-batuan induk akan mengalami pelapukan hingga mineral-mineralnya terlepas menjadi butiran yang lebih kecil. 

Mineral terlepas tadi akan mengalami beberapa reaksi kimia dan menghasilkan unsur hara tersedia bagi tanaman. Proses pelapukan batuan terjadi karena ikatan dengan air. Terjadi reaksi menghasilkan unsur hara dalam bentuk tersedia seperti unsur N, P, K. 

Batuan akan melapuk terlebih dahulu setelah itu akan melepaskan mineral penyusunnya. Mineral penyusun terdiri dari unsur-unsur termasuk unsur hara. Selanjutnya akan bereaksi dengan senyawa lain menghasilkan zat-zat hara yang tersedia bagi tanaman.

2. Udara Sebagai Sumber Unsur Hara

Komposisi penyusun udara adalah Nitrogen. Selain itu juga terdapat Sulfur ( S ) berasal dari pembakaran fosil. Unsur hara di udara juga disumbangkan dari uap air laut akibat terkena teriknya sinar matahari. Uap air laut mengandung Klor ( Cl ), Kalsium ( Ca ), Kalium ( K ) dan Magnesium ( Mg ). 

Unsur-unsur gas di atas akan bereaksi dengan Oksigen. Menjadi senyawa yang jatuh ke tanah bersama air hujan  dan menjadi bentuk tersedia bagi tanaman. Sehingga tanaman dapat langsung menyerapnya.

BACA : PENGARUH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO TANAMAN

3. Air Sebagai Sumber Unsur Hara

Salah satu peran air yang sangat penting bagi tumbuhan adalah air sebagai pelarut unsur hara. Dari peran inilah, air disebut sebagai sumber unsur hara. Air yang terdapat dalam tanah berbentuk larutan. Larutan tanah ini berbentuk cair dan terletak diantara pori-pori tanah. Mengandung ion-ion terlarut dan dapat diserap oleh akar tanaman.  

Peran air terhadap tumbuhan adalah :

  • Sebagai penyusun utama protoplasma.
  • Menjadi pelarut unsur hara kebutuhan tanaman.
  • Sebagai alat transportasi memindahkan unsur hara ke tubuh tanaman.
  • Sebagai media berbagai reaksi kimia.


4. Bahan Organik Sebagai Sumber Unsur Hara

Bahan organik tersusun dari komponen utama yaiti C, H, O dan N. Beberapa sumber bahan organik juga mengandung unsur hara lain seperti P dan S. Kandungan bahan organik di tanah sekitar 0,5 - 5% pada tanah-tanah mineral. Sedangkan 98% pada tanah gambut. 

Bahan organik dalam tanah akan mengalami dekomposisi dan mineralisasi menjadi bahan an-organik dan siap diserap tanaman.

5. Pupuk Sebagai Sumber Unsur Hara

Pupuk jelas dikatakan sebagai sumber unsur hara karena mengandung mineral-mineral dibutuhkan tanaman. Pupuk yang digunakan ada pupuk organik mengandung lebih banyak bahan organik. Dan Pupuk an-organik atau pupuk kimia mengandung unsur hara tertentu dengan jumlah tertentu pula. 

Memilih pupuk harus mengetahui dulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya. Juga manfaat dari unsur hara penyusunnya. Biasanya petunjuk pemakaian juga dicantumkan pada kemasan. Karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan uantuk membeli. 

Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, juga perlu mengetahui tentang cara pemberiannya ke tanaman. Kekeliruan dalam aplikasi pemupukan berakibat terganggunya pertumbuhan tanaman. Juga bisa jadi, unsur hara yang dikandung pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman dengan maksimal.

Pupuk sebagai unsur hara karena disusun atas beberapa unsur hara. Contoh pupuk Urea mengandung 46% unsur N. Pupuk SP-36 mengandung 36% unsur P dalam bentuk P2O5. Pupuk sumber kalium contohnya adalah KCl mengandung 45% unsur K dalam bentuk K2O.

Pupuk sumber Ca, Mg dan S adalah kapur Dolomit mengandung 30% Ca dan 19% Mg. Pupuk sumber unsur S adalah Elemental Sulfur mengandung 90% unsur S.

Pupuk sumber unsur hara mikro tersedia dalam 2 bentuk. yaitu bentuk chelat dan garam organik. Dalam bentuk chelat yaitu unsur hara mikro Fe, Mn, Cu dan Zn. Sedangkan bentuk garam organik mengandung unsur hara mikro Boron dan Molibdenum.


BACA : JUAL BIBIT CABE RAWIT BHASKARA UMUR GENJAH


UNSUR HARA MIKRO BAGI TANAMAN


Tingkat ketersediaan unsur hara mikro bagi tanaman tergantung pH tanah, proses oksidasi dan reduksi, karena ada unsur berlebihan dan bahan organik tanah. Reaksi unsur hara mikro dalam tanah berbeda di setiap jenis tanah. 

Tanah pH rendah atau bersifat masam, unsur mikro lebih banyak tersedia dalam bentuk kation. Yaitu seperti Fe, Mn, Zn dan Cu. Bila pH tanah beranjak naik maka bentuk ion dari kation tadi berubah menjadi hidroksida/oksida dan tidak tersedia bagi tanaman.

Hal penting perlu disadari bahwa setiap tanaman berbeda-beda kebutuhan unsur hara mikronya. Kelebihan unsur hara mikro sedikit saja maka akan meracuni tanaman.

Umumnya proses oksidasi terjadi bila pH tanah tinggi. Sedangkan pada pH rendah/masam terjadi proses reduksi. Unsur hara mikro Mn, Fe dan Cu pada kondisi teroksidasi biasanya kurang larut pada tanah.

Unsur hara mikro Fe dan Mn ditemukan pada air tanah yang mengandung asam. Dan juga dari humus yang mengalami penguraian.

Unsur hara mikro sangat sensitif terhadap tanah-tanah masam ( pH rendah ). Jika tanah terlalu asam, unsur hara mikro meningkat karena mudah terlarut. Unsur-unsur hara mikro terlarut pada pH dibawah 6 yaitu Mangan dan Besi ( Fe ). Unsur Aluminium pun meningkat pada tanah masam. Meningkatnya unsur Aluminium dan unsur hara mikro pada larutan tanah dapat bersifat racun bagi tanaman,

PENYERAPAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO


Unsur-unsur hara essensial terutama unsur makro diserap tanaman lewat tanah melalui sistem perakaran. Kecuali untuk unsur Karbon ( C ), Oksigen ( O ) dan Hidrogen ( H ) yang diserap tanaman melalui air dan udara. 

Proses penyerapan unsur hara makro dan mikro lewat tanah melalui sistem perakaran, berlangsung dengan beberapa cara, antara lain :

  • Memanfaatkan aliran massa ( mass flow ). Memanfaatkan gerakan massa air ke permukaan akar tanaman. Proses akan terus berlangsung karena air secara kontinue diserap akar. Air yang diserap akan menguap melalui proses evaporasi. Sehingga unsur hara yang larut bersama air akan bergerak ke permukaan akar.
  • Melalui mekanisme difusi. Yaitu adanya pergerakan partikel yang bukan disebabkan oleh pergerakan air. Tetapi akibat adanya perbedaan konsentrasi dalam akr dan di luar akar. Zat akan bergerak dari tempat yang konsentrasinya tinggi menuju ke konsentrasinya rendah. Dalam hal ini, unsur hara bergerak masuk kedalam akar tanaman karena adanya perbedaan konsentrasi.
  • Intersepsi akar. Yaitu akar-akar memanjang berarti memperpendek jarak yang ditempuh unsur hara mendekati perakaran. Dan pergerakan unsur hara ini karena perbedaan konsentrasi ( difusi ) dan aliran massa. 

Demikian artikel tentang Unsur Hara Makro dan Mikro Kebutuhan Tanaman. Hubungi di 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Toko Online Pertanian LMGA Agro menyediakan benih hibrida, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian.

Toko Online Pertanian LMGA Agro melayani konsultasi pertanian gratis. Tentang permasalahan petani terutama mengenai unsur hara makro dan mikro. Kami siap mengantar pesanan Anda dengan aman dan cepat samapi tujuan. Bersama jasa ekspedisi mitra kami yaitu JNE, TIKI, POS, KI8 dan lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan salam sukses... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...