SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT BERBELANJA DAN NIKMATI KONSULTASI GRATISNYA

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Sabtu, 31 Januari 2015

CARA SEDERHANA MENGHITUNG KEBUTUHAN KAPUR PERTANIAN

Kapur pertanian, Kaptan, Dolomit, Keasaman tanah
APLIKASI DOLOMIT
WWW.LMGAAGRO.WEB.ID - Petani adalah sosok pekerjaan yang sederhana namun butuh banyak pengetahuan dan pendidikan agar kedepannya dunia pertanian ini bisa menghasilkan produk - produk yang mampu bersaing dengan negara lain sehingga negara kita yang dari dahulu di kenal sebagai negara agraris ini justru tidak menjadi sasaran negara lain karena produk pertanian yang di hasilkan oleh petani di Indonesia kalah bersaing dalam hal kualitas maupun kuantitas produknya.
Sebagai negara tropis Indonesia tentunya tidak bisa di pungkiri menjadi sumber banyak plasma yang kaya dan sangat potensial untuk di kembangkan. Namun dengan tingkat pengetahuan dan pengusaan cara Budidaya Pertanian yang masih rendah di Petani ini akan menjadi salah satu Faktor pembatas untuk maju dan bersaing.

Salah satu sederhana yang perlu di mengerti oleh petani adalah cara mengolah tanah dan bercocok tanam. Salah satu terpenting dalam hal pengolahan tanah di sini adalah pengetahuan tentang keadaan dan kondisi  keasaman tanah ( Seperti bahasan tulisan ) saya sebelumya. Dalam hal pengalahan tanah petani harus mengetahui nilai dari  pH tanah ( keasaman tanah ) yang akan di gunakan untuk menanam tanaman Budidayanya. Baik itu Cabai, Tomat, Kentang, Terong, Melon, Semangka, Sawi, Bayam, Paprika, Kacang Panjang, Buncis, Padi, Jagung DLL pada prinsipnya adalah akan tumbuh baik bila kondisi keasaman tanahnya Netral ( pH 7 ). 

Dengan keasaman tanah yang netral ini maka unsur Makro yang di Butuhkan tanaman akan mudah di serap dan unsur mikro yang bisa berpeluang menjadi racun bagi tanaman akan bisa di hindari. Pemboroson pemakaian pupuk pun semakin bisa di hindari dengan nilai pH tanah yang Netral. Sehingga kita akan mendapatkan produksi yang tinggi dengan biaya yang ekonomis.

pH tanah dapat kita ukur melalui beberapa cara maupun dengan indikator-indikator lain. Ada beberapa cara dan indikator yang dapat kita gunakan dalam pengukuran pH tanah yaitu :
   -  Pengujian laboraturium 
    Cara ini mengunakan beberapa tesk dan pengujian terhadap sampel tanah yang diambil dari beberapa titik dalam suatu luasan lahan tertentu dengan kedalaman sampel yang diambil minimal 1 meter dari tanah bagian atas. Cara ini terbilang cukup rumit dilakukan oleh petani-petani awam bahkan petani yang berpredikat sarjana sekalipun jika tidak menguasai mengenai alat, bahan, dan prosedur kerja labor analisis tanah

  - Pengujian dengan kertas lakmus 

  - Pengujian dengan pH meter
   Dan yang paling mudah untuk mendeteksi apakah pH tanah rendah atau tidakk dengan melihat indukator yang ada pada lahan tersebut. Indikator paling mudah ialah jenis tanaman yang tumbuh dilahan tersebut. Jika tanaman yang tumbuh didominasi oleh tanaman berdaun sempit (alang-alang, pakis, teki-tekian) tanaman berkayu. Menandakan pH tanah tersebut rendah. Jika yang mendomisai tumbuhan berdaun lebar berarti pH tanah mendekati atau normal (5,6-6,8). Alangkah baiknya juga dilakukan analisa lebih lanjut baik dengan uji laboraturium, maupun dengan pH meter

   - Pengujian sederhana pH  tanah dengan menggunakan Kunir


Permasalahannya tidak cukup disini saja, petani juga harus mengetahui berapa jumlah kapur pertanian ( Dolomit ) yang di butuhkan untuk menaikan pH tanah ke Netral sehingga tanaman akan semakin berproduksi tinggi. Petani harus di beri cara yang sederhana mungkin sehingga bisa di aplikasikan di lahan mereka.  Berapa jumlah kapur pertanian yang harus digunakan untuk menaikan pH dari pH tidak ideal/asam menjadi normal. Cara yang paling sederhana dalam menentukan kebutuhan kapur pertanian ialah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang dituju dengan pH tanah aktual (pH tanah berdasarkan hasil pengujian dan analisis) dikali 2.000 Kg kapur pertanian perhektar ((untuk menaikan 1 point pH tanah diperlukan 2.000 Kg kapur pertanian (sudah baku)).

Sebagai ilustrasi dalam pernyataan tersebut di atas maka saya kan memberikan Contoh perhitungan kebutuhan kapur pertanian ( Dolomit ) yang akan di butuhkan untuk membuat pH tanah seseuai yang di harapkan :

Contoh :
Pak Ali akan menanam tanaman cabai di lahannya, setelah semua siap maka Pak Ali mengukur pH tanah di lahan dan didapatkan nilai pH tanahnya 5.2, maka cara perhitungganya adalah sebagai berikut :

Diketahui: pH tanah aktual 5,2
                  pH tanah yang dituju 7.0
Jawab    :  7.0 - 5.2 x 2.000 Kg
Hasilnya : 3.600 Kg/Hektar tanah
  
Dari hasil hitungan tersebut di atas dapat di artikan bahwa untuk menaikan pH dari pH sebelumnya 5.2 menjadi  7.0 dalam luas tanah satu hektar maka  diperlukan 3.600 Kg kapur pertanian.

Cara sederhana tersebut mudah bukan, semoga tulisan ini bermanfaat. Apabila ada yang kesulitan dan membutuhkan konsultasi lebih lanjut maka silakan hubungi Toko Pertanian online LMGA AGRO yang siap membantu permasalahan anda.

3 komentar:

  1. Jadi kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa pH tanah agar nanti takaranya pas, gitu kali ya kalo bahasa sederhananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Ibu Maria sudah berkunjung ke Website kami, salam kenal ibu, semoga tulisan kami bermanfaat bagi Ibu dan pembaca semua. Memang alangkah baiknya kita mengetahui Ph Tanah awal sebelum tanam sehingga kita bisa secara tepat memberi jumlah kapur petanian ( Dolomit ) yang harus di aplikasikan. terima kasih Ibu Maria. Salam Sukses dari LMGA AGRO.

      Hapus
  2. angka 2000 kg itu per hektar y pak?misalkan luas tanahnya hanya 1/2 hektar berarti hanya dikalikan 1000 kg? atau gmn? mohon pengarahan,,,terimakasih

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...