SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H, SEGENAP TEAM LMGA AGRO MENGUCAPKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMA HARI RAYA, KAMI LIBUR MULAI 10 - 24 JUNI 2018

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Minggu, 23 Oktober 2016

PENGOLAHAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA PERTANIAN

WWW.LMGAAGRO.WEB.ID - Kegiatan budidaya tanaman pertanian tidak akan pernah lepas dari ketersediaan lahan yang gembur. Lahan gembur dapat diupayakan dengan penyiapan lahan sebelum tanam. Penyiapan lahan untuk budidaya tanaman dimulai dengan pengolahan tanah. Pengolahan tanah diperlukan untuk menciptakan lingkungan fisik tanah yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah dapat diartikan sebagai kegiatan manipulasi mekanik terhadap tanah. Pengolahan tanah merupakan tindakan yang penting untuk menciptakan kondisi media perakaran yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan pertumbuhan mikroorganisme tanah. Tanah berfungsi sebagai media dimana air, udara, hara dan energi ditransfer ke benih (bakal tanaman) dan tanaman itu sendiri. Oleh karena itu, sifat-sifat tanah yang mempengaruhi penyimpanan dan transfer air serta hara tersebut memainkan peran sangat penting bagi tumbuh kembang tanaman.

Pengolahan tanah tidak dilakukan pada seluruh tanah yang akan dijadikan lahan budidaya, tetapi perlu dilihat dari kepadatan tanah, kekuatan tanah dan tingkat aerasi. Kepadatan tanah umumnya ditandai dengan tingginya berat isi, sedangkan kekuatan tanah berkaitan dengan fleksibilitas tanah untuk merubah sasarannya. Pengolahan tanah diperlukan bila kondisi kepadatan, kekuatan tanah, aerasi dan perakaran tanaman tidak lagi mendukung penyediaan air dan perkembangan akar serta tingkat kepekaan tanah. Tanaman tidak memberikan tanggapan langsung kepada alat yang digunakan dalam mengolah tanah, tetapi dapat memberikan efek yang baik bagi tanaman pada kondisi tanah yang diciptakan dari pengolahan tanah tersebut.

TUJUAN PENGOLAHAN TANAH

Tujuan pengolahan tanah yang paling utama adalah untuk memperbaiki sifat fisik tanah agar sesuai bagi pertumbuhan tanaman, sedangkan menurut Unger dan MC Calla (1980), bahwa kondisi tanah yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara umum ditentukan oleh sifat fisik tanah, antara lain konsentrasi dan struktur tanah yang mampu memberikan cukup ruang pori-pori untuk aerasi dan penyediaan air bagi tanaman. Lebih lanjut, Beare et all (1994), mengatakan bahwa kondisi lahan yang baik tersebut kadang-kadang sudah terpenuhi secara alami dan apabila kondisi belum baik maka dapat dilakukan modifikasi yaitu dengan atau tanpa pengolahan tanah.

Pengolahan tanah yang baik dapat menyebabkan berkurangnya tingkat ketahanan penetrasi tanah. Berkurangnya penetrasi tanah ini memudahkan akar tanaman menembus tanah, berkembang dan mampu menyerap unsur hara dari dalam tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Kuipers (1983) bahwa ketahan penetrasi tanah selain dipengaruhi oleh tekstur dan struktur tanah, juga dipengaruhi oleh keberadaan air di dalam ruang pori. Dengan adanya air dalam rung pori, maka gaya matrik tanah dapat dikurangi.

MANFAAT PENGOLAHAN TANAH

Pengolahan tanah memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Memperbaiki struktur tanah. Pada tanah berat pengolahan tanah hendaknya dilakukan dengan alat olah yang mampu merubah tanah tersebut menjadi gembur
  2. Pengolahan tanah dapat juga mendorong pertumbuhan mikro dan hara tanaman
  3. Mencegah hama dalam tanah yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman sesuai dengan kondisi/keadaan tanah 
  4. Mencegah pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
BENTUK PENGOLAHAN TANAH

Pengolahan tanah terdiri dari dua bentuk yaitu pengolahan tanah konvensional dan konversi. Pengolahan tanah konvensional disebut juga sebagai pengolahan tanah sempurna, sedangkan pengolahan tanah konversi terdiri dari pengolahan tanah minimum (minimum tillage) dan tanpa olah tanah.

1. Pengolahan Tanah Konvensional. 

Pengolahan tanah secara konvensional atau pengolahan tanah sempurna sebaiknya dilakukan setelah hujan mulai turun dengan mempertimbangkan kondisi lengas tanah yang sesuai untuk pengolahan tanah atau dapat juga dilakukan sebelum hujan turun.

Teknik dalam pengolahan tanah sempurna (maksimum) antara lain :
    pH Meter, TDS EC, pengolahan lahan, harga murah, grosir
  • Tanah yang akan diolah sebaiknya tidak terlalu kering/basah sehingga mudah diolah menjadi gembur dengan cara melakukan pembajakan tanah sebanyak 2 kali dengan kedalaman 12 - 20 cm
  • Membenamkan gulma dan sisa tanaman
  • Lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang dan kemudian garulah tanah sampai merata
  • Cek tingkat keasaman tanah. Untuk mengecek tingkat keasaman tanah bisa menggunakan alat bantu pH Meter. Apabila pH tanah kurang dari 6,5 bisa ditambahkan kapur pertanian/kapur dolomit dengan cara disebarkan ke tanah secara menyeluruh.
  • Biarkan tanah kering angin selama 7 - 14 hari sebelum ditanami
  • Lakukanlah pengolahan tanah ini paling sedikit 1 minggu sebelum tanam.
Tujuan pengolahan tanah secara sempurna adalah sebagai berikut :
  • Memperbaiki tekstur dan struktur tanah
  • Memberantas gulma dan hama dalam tanah
  • Memperbaiki aerasi da drainase tanah
  • Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah
  • Membuang gas-gas beracun dari dalam tanah
2. Pengolahan Tanah Konservasi

Ada beberapa macam Pengolahan Tanah Konservasi, antara lain Olah Tanah Minimum (OTM) dan Tanpa Olah Tanah (TOT). Strategi penyiapan lahan yang kini benyak menarik perhatian adalah penerapan pengurangan pengolahan tanah atau Olah Tanah Konservasi (OTK). OTK dapat diartikan sebagai tindakan pengurangan pengolahan tanah dan disertai dengan penggunaan mulsa. Olah Tanah Konservasi adalah penyiapan lahan yang menyisakan sisa tanaman di atas permukaan tanah sebagai mulsa dengan tujuan untuk mengurangi erosi dan penguapan air dari permukaan tanah. Olah Tanah Konservasi disebut juga sebagai suatu cara pengolahan tanah yang bertujuan untuk menyiapkan lahan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi optimum, namun tetap memperhatikan aspek konservasi tanah dan air.

Berikut adalah beberapa teknik olah tanah konservasi :

a. Olah Tanah Minimum (OTM)

OTM adalah cara penanaman yang dilakukan dengan mengurangi frekuensi pengolahan. Pengolahan tanah dilakukan sekali dalam setahun atau sekali dalam 2 tahun tergantung pada tingkat kepadatan tanahnya dan sisa tanaman desebarkan seluruhnya di atas permukaan tanah sebagai mulsa setelah pengolahan tanah. Pada tanah-tanah yang cepat memadat seperti pada tanah yang bertekstur berat, pengolahan tanah dapat dilakukan dalam sekali setahun. Sedangkan pada tanah-tanah yang bertekstur sedang dapat dilakukan sekali dalam 2 tahun.

b. Olah Tanah Strip (strip tillage)

Olah Tanah Strip (OTS) adalah cara pengolahan tanah yang dilakukan hanya pada strip-strip atau alur-alur yang akan ditanami, biasanya strip-strip tersebut dibuat mengikuti kontur tanah. Bagian lahan diantara 2 strip tidak terganggu/diolah. Sisa tanaman disebar sebagai mulsa diantara 2 strip dan meyisakan zona sekitar strip tanpa adanya mulsa.

c. Tanpa Olah Tanah (TOT)

TOT adalah cara penanaman yang tidak memerlukan penyiapan tanah, kecuali membuka lubang kecil menggunakan tongkat kayu yang diruncingkan bagian bawahnya (tugal) untuk meletakkan benih.

Pengolahan tanah sangat penting dilakukan sebelum proses budidaya berlangsung. Manfaat yang diberikan dari pengolahan tanah yang baik dan benar akan membawa dampak positif pada tanaman budidaya sehingga dapat berpotensi menghasilkan panenan yang optimal dan keuntungan yang maksimal.

Demikian ulasan singkat kali ini tentang Pengolahan Tanah pada Lahan Budidaya Pertanian, apabila ada yang kurang jelas bisa menghubugi kami Toko Pertanian Online LMGA AGRO.Toko Online LMGA AGRO menyediakan layanan konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura dan juga menyediakan berbagai benih, pupuk, pestisida, dan alat dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Silakan hubungi langsung Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...