TOKO PERTANIAN ONLINE LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA PETANI MURAH, AMAN SERTA NYAMAN. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

02/11/16

PENYAKIT GEMINI VIRUS PADA BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA

LMGAAGRO.WEB.ID - Sebagai negara agraris, Indonesia tak lepas dari kegiatan bercocok tanam/budidaya. Faktor alam, iklim, tanah, cuaca, dan kondisi geografis Indonesia sangat mendukung untuk keberhasilan dalam proses budidaya tanaman. Budidaya tanaman merupakan kegiatan penting di bidang pertanian yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dari panennya. Adanya budidaya tanaman sangat bermanfaat sebagai penunjang swasembada pangan dan menjadi penompang sektor ekonomi masyarakat di negara kita. Salah satu budidaya tanaman yang sangat populer di kalangan petani adalah budidaya tanaman buah yaitu semangka.

Tanaman semangka adalah komuditas hortikultura yang penanamannya cukup banyak dilakukan oleh petani di negara kita. Tanaman ini dapat menghasilkan buah dan buahnya mempunyai nilai ekonomis dan sangat laris di pasaran. Budidaya semangka umumnya dilakukan petani disaat musim kemarau, karena saat musim hujan akan sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit semangka yang perlu mendapat perhatian lebih adalah penyakit yang disebabkan oleh virus gemini.

Gemini virus dicirikan dengan bentuk partikel kembar berpasangan (geminate) dengan ukuran sekitar 30 x 20 mm. Replikasi virus terjadi di dalam bagian nukleus tanaman melalui pembentukan utas ganda DNA. Kelompok virus gemini dibedakan dalam 3 subgrup, pertama memiliki genom yang monopartit, menginfeksi tanaman monokotiledon dan ditularkan oleh vektor wereng daun (leafhopper); subgrup kedua ditularkan vektor wereng daun dan memiliki genom monopartit tetapi menginfeksi tanaman dikotiledon; subgrup ketiga memiliki anggota paling banyak dan beragam dengan genom bipartit yang menginfeksi tanaman dikotiledon dan ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (Bemicia tabaci Genn.) Penyakit gemini virus atau biasa disebut virus kuning pada semangka adalah salah satu penyakit yang akhir-akhir ini menjadi masalah besar bagi petani semangka di Indonesia. Hal ini karena dampak serangannya sangat merugikan bahkan hingga menyebabkan gagal panen.

GEJALA GEMINI VIRUS

Gejala yang muncul pada saat tanaman semangka terserang gemini virus adalah helai daun mengalami "vein clearing", dimulai dari daun-daun pucuk tanaman, berkembang menjadi warna kuning yang semakin jelas, tulang daun menebal dan daun menggulung ke atas (cupping). Infeksi lanjut dari gemini virus menyebabkan daun-daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan tidak menghasilkan buah.
kutu kebul, bemisia tabaci, gemini virus, vektor virus

PENYEBAB GEMINI VIRUS

Penyakit tidak ditularkan melalui biji, tetapi ditularkan melalui penyambungan dan melalui serangga vektor yaitu kutu kebul (Bemisia tabaci atau Bemisia argentifolia). Kutu kebul dapat menularkan gemini virus secara persisten (selamanya sampai mati dapat menularkan). Kutu kebul dewasa yang mengandung virus dan dapat menularkan virus selama hidupnya pada waktu menyerang tanaman sehat. Satu kutu kebul cukup untuk menularkan virus.


FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENULARAN PENYAKIT

Faktor yang memperngaruhi penularan penyakit ini adalah tanaman inang dari virus gemini itu sendiri. Gemini virus memiliki banyak tanaman inang sehingga sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang pada tanaman yang lain, karena akan sangat berpotensi muncul kembali walaupun tanaman telah mati. Tanaman inang dari gemini virus yang disebabkan oleh kutu kebul adalah ageratum (babandotan), buncis, kedelai, tomat, tembakau, cabai, bunga kancing (Gomphrena globosa), dll.

Efisiensi penularan akan meningkat dengan bertambahnya jumlah serangga per tanaman. Sifat kutu kebul yang mampu makan pada banyak jenis tanaman (polifagus) menyebabkan virus ini menyebar dan menular lebih luas ke berbagai jenis tanaman yang sefamili.

CARA PENGENDALIAN PENYAKIT

Pengendalian penyakit akan efektif apabila dilakukan seawal mungkin. Usaha pengendalian penyakit virus kuning terutama ditujukan kepada serangga vektornya yaitu kutu kebul. Berikut ini beberapa pengendalian yang dapat diterapkan pada saat persemaian dan di lahan tanam sebagai berikut :

1. Persemaian
  • Penggunaan benih sehat dan bukan berasal dari daerah terserang
  • Pilihlah verietas benih yang tahan virus
  • Perendaman benih dengan larutan PGPR (Plant Growth Promotion Rhizobacter)
  • Menutup persemaian sejak benih disebar untuk pencegahan masuknya vektor virus dengan menggunakan kasa/kelambu halus yang tembus sinar matahari
2. Lahan Tanam
  • Sanitasi lingkungan, mengendalikan gulma berdaun lebar dari jenis bebadotan, daun kancing, ciplukan dan gulma lainnya yang dapat menjadi inang virus dan kutu kebul 
  • Penanaman tanaman pinggir pada lahan budidaya dengan 6 baris tanaman jagung 3-4 minggu sebelum tanam semangka dengan jarak tanam rapat 15 - 20 cm atau tanaman border lainnya antara lain, orok - orok, dan pagar kelambu setinggi 2,8 - 3 m dari tanah
  • Penggunaan mulsa plastik perak di dataran tinggi dan jerami di dataran rendah untuk mengurangi infestasi serangga vektor dan sekaligus mengurangi gulma
  • Pemberian pupuk kandang/kompos minimal 20 ton/ha
  • Eradikasi tanaman sakit, yaitu tanaman yang menunjukan gejala segera dicabut dan dimusnahkan dengan cara dibakar supaya tidak menjadi sumber penularan
  • Pemasangan perangkap likat kuning sebanyak 40 lembar/ha secara serentak di pertanaman
  • Menjaga keberadaan parasit nympha, Encarsia formosa dan predator Monochilus siegmaculatus, dengan menggunakan pestisida kimia sintetik secara selektif
  • Rotasi tanaman dengan tanaman selain semangka dan bukan inang virus, terutama bukan dari famili Solanaceae (contoh : kentang, tembakau) dan famili Cucurbitaceae (contoh : mentimun, melon. Rotasi tanaman dilakukan dalam hamparan, tidak perorangan, tapi serentak setiap satu musim tanam dan seluas mungkin.
  • Aplikasi pestisida nabati (50 - 100 lembar daun sirsak atau daun tembakau/5 liter air + 15 gram sabun colek) atau (20 gram biji atau 50 gram daun nimba + 1 gram sabun colek/1 liter air). Ramuan ditumbuk halus, dicampur air, diamkan 1 malam, dan disaring. Selain itu bisa menggunakan ekstrak bunga pukul 4, bayam duri, sirsak dan eceng gondok.
Dampak dari Serangan Gemini Virus sangat berbahaya bagi kelangsungan proses budidaya semangka. Serangan Gemini Virus dapat mengakibatkan penurunan produksi tanaman sehingga menyebabkan kerugian hasil panen budidaya dan bahkan jika tidak segera ditangani akan berakibat pada kerugian fatal yaitu gagal panen total. Untuk itu perlu kiranya petani secara dini mengetahui penyakit yang bisa menyerang tanaman semangka seperti Gemini Virus dan cara pengendaliannya. Pengendalian serangan Gemini Virus secara cepat dan tepat akan sangat membantu petani untuk mencegah terjadinya kerugian fatal akibat gangguan dari virus.

Demikian ulasan singkat tentang Penyakit Gemini Virus pada Tanaman Semangka, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Apabila ada yang kurang jelas bisa berkonsultasi langsung di Toko Pertanian Online LMGA AGRO. Toko Online LMGA AGRO menyediakan layanan konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura. LMGA AGRO juga menyediakan aneka benih tahan virus, pupuk, pestisida, dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau guna mendukung kesuksesan budidaya tanaman Anda. Kami siap menerima dan mengirimkan pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, TIKI, KI8, dsb. Silakan hubungi langsung Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...