SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H, SEGENAP TEAM LMGA AGRO MENGUCAPKAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMA HARI RAYA, KAMI LIBUR MULAI 10 - 24 JUNI 2018

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Sabtu, 18 Maret 2017

PENTINGNYA PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

LMGAAGRO.WEB.ID - Gulma adalah segala macam tumbuhan yang ada pada areal budidaya tanaman dimana keberadaannya tidak dikehendaki dan diyakini tidak bermanfaat. Pengertian gulma sebenarnya sangat luas, tidak hanya  terbatas di jenis gulma pada umumnya namun tumbuhan yang mempunyai manfaat sekalipun jika tumbuhnya tidak pada areal budidaya tanaman yang dikehendaki maka tumbuhan tersebut dinamakan gulma. Misalnya saja saat kita budidaya jagung, ternyata disela – sela jarak tanam jagung tumbuh padi gogo satu rumpun. Maka padi gogo tersebut disebut sebagai gulma. Gulma adalah tumbuhan yang keberadaan tidak dikehendaki pada areal budidaya tanaman.

Gulma tidak dikehendaki karena bersaing dengan tanaman yang dibudidayakan dan dibutuhkan biaya pengendalian yang cukup besar yaitu sekitar 25-30% dari biaya produksi. Persaingan tersebut dalam hal kebutuhan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh sehingga dapat menurunkan hasil, menurunkan kualitas hasil, menurunkan nilai dan produktivitas tanah, meningkatkan biaya pengerjaan tanah, meningkatkan biaya penyiangan, meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, dan menjadi inang bagi hama dan penyakit. Gulma mampu bersaing efektif selama jangka waktu kira-kira 1/4 - 1/3 dari umur tanaman semusim (annual crops) sejak awal pertumbuhannya. Pada lahan kering gulma tumbuh lebih awal dan populasinya lebih padat dan menang bersaing dengan tanaman yang dibudidayakan, sehingga gulma seringkali menjadi masalah utama setelah faktor air dalam sistem produksi tanaman di lahan kering, terutama tanaman semusim (pangan dan sayuran).

JENIS – JENIS GULMA
Gulma sangat beragam, agar mudah dalam pengendaliannya maka gulma diklasifikan berdasarkan sifat atau karakter gulma secara umum. Berikut adalah beberapa klasifikasi gulma :
 
a. Berdasarkan daur hidupnya atau umur:
  1. Gulma semusim (annual weed) : Gulma ini berkembang biak secara generatif melalui biji, hanya dapat hidup selama satu daur yang biasanya kurang dari satu tahun, contoh Ageratum conyzoides (babandotan)
  2. Gulma tahunan (perenial weed). Gulma tahunan berkembang biak secara generatif melalui biji, dan secara vegetatif melalui rimpang, stolon dan setek batang. Gulma ini hidup lebih dari satu tahun atau hidup sepanjang tahun dan berbuah berulangkali. Untuk gulma yang membentuk rimpang atau umbi dapat hidup sepanjang tahun, contoh Imperata cylindrica (alang-alang) 

b. Klasifikasi berdasarkan habitat:
  1. Gulma fakultatif, tumbuh di habitat yang belum ada campur tangan manusia. Gulma ini tumbuh pada lahan yang belum dikelola untuk budidaya tanaman, seperti padang alang-alang.
  2. Gulma obligat, tumbuh di habitat yang sudah ada campur tangan manusia. Gulma ini biasanya tumbuh menyertai tanaman budidaya, seperti sawah, ladang dan perkebunan.
c. Klasifikasi berdasarkan kerugian yang ditimbulkan:
  1. Gulma lunak (soft weed) : Gulma lunak yaitu jenis gulma yang tidak begitu berbahaya bagi tanaman yang dibudidayakan, namun dalam keadaan populasi tinggi harus dikendalikan, contoh Ageratum conyzoides
  2. Gulma keras atau gulma berbahaya (noxius weed) : Gulma berbahaya adalah jenis gulma yang berpotensi allelopati, contoh Imperata cylindrica Mikania .
d. klasifikasi berdasarkan kesamaan relatif dalam sifat bersaing dan responnya terhadap herbisida:
  1. Gulma golongan rumput (grasses) : Gulma golongan rumput sebagian besar termasuk dalam famili Gramineae atau Poaceae, dengan ciri-ciri umum adalah: Berbatang bulat memanjang, dengan ruas-ruas batang berongga atau padat. Daun berbentuk pita, bertulang daun sejajar, lidah-lidah daun berbulu, permukaan daun ada yang berbulu kasar atau halus. Buah berbentuk butiran tersusun dalam bentuk malai. Berakar serabut, berstolon atau membentuk rimpang, contoh Imperata cylindrica, Digitaria ciliaris, dan Eleusine indica.
  2. Gulma golongan berdaun lebar (broad leaved) : Gulma golongan berdaun lebar sebagian besar temasuk tumbuhan berkeping dua (Dicotyledoneae) dari berbagai famili. Ciri-ciri umum: Batang tubuh tegak dengan percabangannya, ada pula yang tumbuh merambat. Daun tunggal maupun majemuk, helaian daun bulat/bulat telur Bertulang daun melengkung atau menjari dan tepi daun rata, bergerigi atau bergelombang. Duduk daun berhadapan atau berselang-seling. Bunga tunggal atau majemuk tersusun dalam suatu karangan bunga. Contoh Borreria alata, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora.
  3. Gulma golongan teki (sedges) : Famili Cyperaceae mempunyai ciri-ciri umum: Daun berbentuk pipih atau berlekuk segi tiga, memanjang yang tumbuh langsung dari pangkal batang. Permukaan daun biasanya licin tidak berbulu atau ada yang berbulu agak kasar, tangkai bunga berbentuk seperti lidi, muncul dari tengah-tengah pangkal batang dan ujungnya tersusun karangan bunga. Perakaran biasanya membentuk stolon dan bercabang dimana setiap cabang membentuk umbi, contoh Cyperus rotundus dan Cyperus kyllingia 
  4. Gulma golongan pakis-pakisan (fern). Contoh: Cyclosorus aridus (pakis kadal).

CARA PENGENDALIAN GULMA
  1. Manual, menggunakan alat seperti kored atau cangkul. Pengendalian manual (mekanis) merupakan cara konvensional dan masih dilakukan hingga sekarang, dan dianggap cara yang terbaik karena bisa dilakukan dengan cermat dan bersih. Disamping itu pengendalian secara manual (mekanis) bermanfaat menggemburkan tanah di sekitar tanaman budidaya. Keuntungan dengan pengendalian manual (mekanis) antara lain gulma yang masih muda dapat terbenam, dan gulma tua mengalami penghancuran dan terbenam ke dalam tanah.
  2. Cara kimia menggunakan herbisida. Pengendalian gulma secara kimiawi dianggap cara terakhir dalam pengendalian gulma, karena seperti yang diketahui bahwa terlalu banyak zat kimia yang diaplikasikan maka tidak baik bagi tanaman maupun bagi kesuburan tanah. Pengendalian secara kimiawi umunya dipakai untuk budidaya tanaman skala luas dimana penyiangan mekanis maupun cara lain sudah tidak memberikan keuntungan, maka herbisida merupakan pilihan untuk mengendalikan gulma. Dengan memakai herbisida, akan diperoleh beberapa keuntungan yaitu jenis-jenis gulma yang peka dapat diberantas sampai habis, tenaga kerja dapat dikurangi, dan efisiensi waktu.
Strategi Pengolahan Tanah < klik >
Gulma apabila tidak dikendalikan akan sangat merugikan tanaman utama yang dibudidayakan. Selain akan mengakibatkan terjadinya perebutan unsur hara, pada beberapa jenis gulma dapat menjadi inang/pembawa hama dan penyakit bagi tanaman utama. Maka dari itu pengendalian sangat perlu dilakukan oleh petani terhadap tanaman yang sedang dibudidayakannya, baik melalui cara manual maupun melalui zat kimia. Cara yang manual dianggap yang paling mudah dilakukan dan tentu saja ramah lingkungan. Namun,  dengan menggunakan zat kimia, juga baik dilakukan jika gulma sangat sulit dikendalikan dan dalam skala yang luas. Sekarang ini, untuk mendapatkan berbagai jenis herbisida sangat mudah. Di toko-toko pertanian sekitar banyak tersedia berbagai macam herbisida seperti Fenomin, Topstar, Zaparis, Paratop, Gramoxone, dll dengan karakteristik masing-masing.

Demikianlah sekilas pembahasan dari kami tentang pentingnya pengendalian gulma terhadap pertumbuhan tanaman. semoga bermanfaat dan apabila ada yang kurang jelas silakan bisa berkonsultasi ke kami LMGA AGRO.  LMGA AGRO menyediakan layanan konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura anda. Selain itu, Toko Pertanian Online LMGA AGRO juga menyediakan aneka benih, pupuk, pestisida, dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Toko Online LMGA AGRO siap mengirim ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, TIKI, KI8, dsb. Hubungi Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...