SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT BERBELANJA DAN NIKMATI KONSULTASI GRATISNYA

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Rabu, 19 April 2017

APLIKASI PEMUPUKAN PADA BUDIDAYA TANAMAN

LMGAAGRO.WEB.ID - Pemupukan merupakan salah satu proses penting dalam budidaya suatu tanaman. Tujuan pemupukan untuk memenuhi jumlah kebutuhan hara yang tidak sesuai di dalam tanah sehingga produksi meningkat. Pada umumnya pupuk diberikan dalam bentuk cair atau padat kedalam tanah untuk diserap tanaman melalui akar. Pemberian pupuk agar tepat guna bagi tanaman harus memperhatikan umur tanaman, dosis, waktu dan cara aplikasi.
Pupuk dapat dikatakan sebagai bahan-bahan yang diberikan pada tanah agar dapat menambah unsur-unsur atau zat makanan yang diperlukan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan dilakukan pemupukan antara lain untuk memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, memberikan nutrisi untuk tanaman, dan memperbaiki kualitas serta kuantitas tanaman. Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis terserap oleh tanaman. Jadi, memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Secara umum pupuk hanya dibagi dalam dua kelompok berdasarkan asalnya yaitu:
1. Pupuk anorganik seperti urea (pupuk N), TSP atau SP-36 (pupuk P) dan KCl (pupuk K)
2. Pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, humus dan pupuk hijau

Manfaat dan Pentingnya Pemupukan bagi Tanaman 

Manfaat dari pemupukan dapat mengembalikan unsur hara baik makro atau mikro untuk memperbaiki struktur tanah. Sehingga dampak positif dari pemupukan adalah meningkatkan kapasitas kation, menambah kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan  kegiatan biologis tanah, dapat menurunkan jeratan keasaman tanah. Tanaman memerlukan unsur-unsur tertentu untuk membentuk tubuhnya dan memenuhi semua kegiatan hidupnya, unsur-unsur tersebut dihisap oleh tanaman dan mempunyai guna tertentu. Pertumbuhan tanaman sangat ditentukan oleh kualitas tanah yang baik, dan dibatasi oleh ketersediaan unsur hara yang minimum dalam tanah, kandungan unsur-unsur hara dalam tanah ini sangat mempengaruhi kondisi tanah. Untuk tanah yang mempunyai keharaan rendah, dapat diberi pupuk agar tingkat keharaan menjadi lebih tinggi dan menjadikan tanah lebih subur. Dengan demikian penting bagi tanaman untuk dilakukan pemupukan.

Jenis pupuk berdasarkan bentuknya (padat dan cair) 
  1. Pupuk padat dibedakan dalam bentuk ukurannya seperti bentuk tepung (serbuk), bentuk kristal seperti gula pasir, bentuk granuler (butiran), bentuk pelet, bentuk tablet dan kaplet. Pupuk dalam bentuk padat pada umumnya diaplikasikan melalui tanah atau akar tanaman. Namun demikian ada juga pupuk padat yang dapat diaplikasikan melalui daun asalkan pupuk tersebut bersifat larut sempurna di dalam air. Pada umumnya pupuk padat adalah pupuk yang mengandung unsur hara makro (N, P, K).
  2. Pupuk cair dapat dibedakan menjadi dua yaitu berbentuk cairan dan pupuk padatan yang mudah larut dalam air. Pupuk padatan yang larut sempurna di dalam air disebut solution fertilizer. Pupuk cair (liquid fertilizer) dalam bentuk suspensi umumnya diaplikasikan melalui daun tanaman tatapi juga dapat diaplikasikan melalui bagian-bagian tanaman. Pada umumnya pupuk cair adalah pupuk yang mengandung unsur hara mikro (Fe, B, Cu, Zn).
Cara aplikasi pupuk
  • Disiram atau dikocor (kelebihan dan kekurangannya)
Pemupukan dengan cara disiram/dikocor dilakukan dengan melarutkan pupuk dalam air setelah itu disemprotkan/disiram di atas lahan tanam (tepat di atas akarnya), yang perlu diingat bahwa pemberian pupuk cair sesuai dengan dosis per umur tanaman. Pemberian pupuk dengan cara disiram/kocor akan mengurangi kehilangan pupuk akibat penguapan atau terbawa air dan lebih cepat diserap oleh tanaman Perbandingan pupuk dengan air harus diperhitungan, hal ini menghindari agar tidak terjadi pemberian air berlebihan sehingga kandungan pupuk hilang dan sebaliknya kandungan pupuk berlebihan sehingga berdampak pada pemberian hara tanaman yang berlebih.

  • Ditebar/Tabur (kelebihan dan kekurangannya)
Cara ini dapat diterapkan untuk pupuk berupa butiran atau serbuk. Penaburannya dilakukan keseluruh lahan yang akan dipupuk dengan cara di tebar merata di sekitar piringan atau sekitar tanaman. Pemupukan dengan cara ditabur ini biasa dilakukan pada tanaman yang jarak tanamnya rapat atau tidak teratur pada tanaman yang sistem perakarannya dangkal seperti padi sawah. Pemberian pupuk dengan cara ditabur dimaksudkan untuk mempermudah kerja, menghemat tenaga kerja karena sekaligus dilakukan dengan pengolahan tanah, dan juga berfungsi untuk mengefektifkan daya kerja pupuk. Efektivitas tersebut terutama untuk pupuk yang bekerjanya lambat atau tidak langsung tersedia, seperti kandang serta pupuk fosfat alam dan kapur.  
Cara pemberian pupuk akar dengan ditabur ini ada 3 (tiga) macam yaitu:  
  1. Pupuk diberikan pada saat pengolahan tanah atau sebagai pupuk dasar. Sebelum tanah dicangkul atau dibajak, pupuk ditaburkan diatas tanah untuk selanjutnya ditimbun atau diaduk bersamaan dengan pengolahan tanah.
  2. Penaburan pupuk akar sebagai pupuk dasar sering juga diberikan segera setelah bedeng tanaman dibentuk. Selanjutnya bedeng tersebut disiram air untuk memudahkan pengolahan dan penggemburan tanah. Pada saat itulah pupuktercampur dengan tanah bersamaan dengan proses penggemburan
  3. Kadang-kadang ada juga orang yang menaburkan pupuk diantara tanaman yang sudah tumbuh,. Penaburan ini biasanya dilakukan pada saat tanaman masih berumur muda, dengan tujuan agar tanaman muda tersebut mendapat tambahan energi selama dalam pertumbuhan.
Pemberian pupuk dengan cara ditabur memiliki kelemahan yaitu pada cuaca terik, pupuk akan mudah menguap dan pada saat hujan, pupuk akan mudah terbawa air. Selain itu, memungkinkan pertumbuhan rumput pengganggu lebih cepat dan kurang mengenai sasaran.
  • Ditugal (kelebihan dan kekurangannya)
Pemberian pupuk dengan cara ditugal hampir sama dengan pemberian pupuk dengan cara ditabur/ditebar. Akan tetapi pemberian pupuk dengan cara ditugal terlebih dahulu membuat lubang didekat tanaman, selanjutnya pemberian pupuk diletakkan pada lubang tersebut. Berikut adalah ketentuan penugalan secara umum. Pupuk dasar ditugal di samping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5 cm. Pupuk susulan I ditugal dengan jarak 10 cm dari batang. Pupuk susulan II ditugal dengan jarak 15 cm dari batang. Setelah pemberian pupuk selesai dilakukan, lubang tersebut harus ditutup kembali agar pupuk tidak hilang oleh air atau hujan, selain itu penutupan lubang bertujuan agar penyerapan pupuk oleh tanaman lebih efisien. Penguapan pupuk akan terjadi apabila lubang tidak segera ditutup setelah pemupukan dilakukan.
Demikianlah pembahasan kali ini tentang aplikasi pemupukan pada tanaman budidaya. Semoga dan bermanfaat dan menjadi refensi pengetahuan bagi kita semua. Apabila ada yang kurang jelas dan Anda mempunyai masalah dengan tanaman budidaya. Silakan bisa bertanya dan berkonsultasi langsung dengan LMGA AGRO. LMGA AGRO siap dan memberikan lanyanan konsutalsi gratis setiap budidaya tanaman hortikultura. Selain itu LMGA AGRO juga sebagai toko pertanian online, menyediakan aneka benih tanaman hortikultura (benih unggul dan benih hibrida), obat-obatan (pestisida), dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Bagi Anda yang berminat silakan hubungi langsung Toko Pertanian Online LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...