TOKO ONLINE PERTANIAN LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA ONLINE PETANI MURAH, AMAN DAN PROMO. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

15/12/20

Fungisida Nativo Produk Bayer Bekerja Sistemik Melindungi Tanaman

fungisida nativo, pestisida sistemik, penyakit akibat jamur, jual pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Fungisida Nativo
Produk Bayer

Fungisida Nativo Produk Bayer Bekerja Sistemik Melindungi Tanaman. HP 082141747141 ( telepon/konsultasi ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Toko pertanian online LMGA Agro jual fungisida Nativo produk Bayer Indonesia. 

Toko pertanian online LMGA Agro menyediakan segala kebutuhan Anda dalam bercocok tanam. Kami juga berpengalaman sebagai supplier pertanian bagi toko-toko pertanian. Tersedia benih buah dan sayur berbagai varietas unggul dan hibrida. 

Kami juga menyediakan pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian semua tersedia lengkap dan berkualitas. Kami menerima layanan konsultasi pertanian gratis. Juga mengajak untuk kerjasama sebagai dropship dan reseller Toko pertanian LMGA Agro. 

Kami siap kirim pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia bersama jasa ekspedisi terpercaya JNE, KI8 dan Pos Indonesia. Fungisida Nativo 75 WG dengan kemasan 50 gram murah dan berkualitas. 

Fungisida Nativo 75 WG produk Bayer efektik mengendalikan penyakit akibat serangan jamur. Pemakaian harus sesuai dosis anjuran agar aman bagi tanaman, konsumen dan lingkungan. Pemberian dilakukan pagi hari sebelum panas terik matahari. 

Fungisida Nativo bekerja secara sistemik protektif, preventif, kuratif dan eradikatif. Fungisida Nativo juga bisa berperan sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Sangat baik dan cocok bagi banyak tanaman baik bunga, sayur hingga tanaman pangan. 

Penggunaan fungisida Nativo secara bijak sesuai dosis anjuran pada kemasan produk. Dosis anjuran memungkinkan sesuai kebutuhan tanaman dan tidak merugikan lingkungan sekitarnya. 



Fungisida Nativo Produk Bayer Terbaik


Fungisida Nativo 75 WG Bayer merupakan jenis fungisida sistemik bersifat protektif, preventif, kuratif dan eradikatif. Fungisida Nativo juga berperan sebagai zat pengatur tumbuh. 

Fungisida Nativo cocok digunakan pada bunga yaitu anggrek, krisan dan lain-lain. Bagi tanaman umbi bawang merah dan tanaman perkebunan seperti kopi, tembakau, kelapa sawit, karet dan teh. 

Fungisida Nativo cocok bagi tanaman pangan kedelai. jagung, padi dan kacang-kacangan. Juga tanaman sayur seperti cabai, kentang, tomat dan mentimun. Untuk buah cocok digunakan tanaman jeruk, mangga, melon, semangka, pisang dan masih banyak lagi. 

Fungisida Nativo berbahan aktif Tebuconazole 50% dan Trifloksistrobin 25%. Bentuk berupa butiran berwarna putih dan didispersikan ( diurai ) dalam air. Fungisida pembasmi jamur bersifat kontak dan sistemik serta mengandung zat pengatur tumbuh. 

Fungisida Nativo dapat digunakan mengendalikan semua jenis penyakit akibat serangan jamur pada tanaman pangan dan palawija. Fungisida Nativo bersifat protektan digunakan untuk pencegah dan menyembuhkan penyakit tanaman akibat jamur. 

Fungisida Nativo banyak memiliki peran ganda karena selain sebagai zat pengatur tumbuh juga dapat berfungsi bakterisida. Bakterisida adalah jenis pestisida pengendali penyakit akibat serangan bakteri. Fungisida Nativo 75 WG berfungsi ganda sebagai pengendali penyakit juga penyubur tanaman. 

Fungisida Nativo produk PT Bayer Indonesia juga dapat mengendalikan bakteri Xantomonas campestris dan Xantomonas oryzae. 





Fungisida Nativo 75 WG Berperan Ganda


fungisida nativo, pestisida berkualitas, penyakit tanaman, jual pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Fungisida Nativo Untuk 
Penyakit pada Padi 

Fungisida Nativo berbahan aktif Tebuconazole dari golongan Triazol. Berbahan aktif juga Trifloksistrobin dan masuk golongan Oksimino-asetat. Dengan kedua bahan aktif tersebut, fungisida Nativo mampu mengendalikan penyakit jamur tanaman padi. 

Trifloksistrobin mampu mengendalikan jamur Pyricularia grisca yaitu penyebab penyakit Blas pada tanaman padi. Selain mampu mengendalikan jamur, fungisida Nativo mampu mengendalikan bakteri Xanthomonas oryzae. 

Penyakit Blas pada padi disebabkan jamur dan menginfeksi di fase pembibitan dan pertumbuhan tanaman padi. Serangan jamur P. grisca menimbulkan gejala penyakit berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat dan disebut blas daun. 

Fungisida Nativo dibuat mengandung juga ZPT sehingga tidak sekedar sebagai fungitoksik. Namun sekaligus juga sebagai penyubur tanaman. 

Kandungan ZPT (zat pengatur tumbuh) yang dimilikinya, membuat Nativo 75 WG bukan hanya sekedar sebagai fungitoksik namun juga sebagai penyubur tanaman.

Fungisida Nativo terbaik diaplikasikan pada tanaman Anda untuk mengatasi penyakit. Karena fungisida Nativo selain dapat menyembuhkan ( protektif ) juga bersifat melindungi ( kuratif ). Fungisida Nativo juga bersifat pencegahan ( preventif ) dan mengatasi terjadinya ledakan jamur ( eradikatif ). 

Bahan aktifnya yaitu tebuconazole bekerja dengan cara mengganggu sterol biosintesis pada membran. Sedangkan trifloksistrobin bekerja dengan cara mengganggu proses respirasi. 

Peran trifloksistrobin dalam meningkatkan metobelisme. Sehingga tanaman memiliki daya tahan lebih baik dan meningkat dalam menangkal serangan penyakit. 


Baca Juga : Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Pada Musim Peralihan 


Manfaat Pemberian Fungisida Nativo Bagi Tanaman




Fungisida Nativo 75 WG
cocok bagi banyak tanaman. Dosis pemberian fungisida Nativo sangat hemat yaitu sekitar 7 gram untuk per tanki semprot 15 liter. Jadi untuk kemasan fungisida Nativo berat 50 gram dapat dibuat sebanyak 7 tanki. 

Sebanyak 7 tanki setara dengan luasan 1/4 hektar atau 2500 m2. Jadi untuk luasan 1 hektar memerlukan 200 gram atau 4 kemasan fungisida Nativo. Berikut penyakit dari beberapa tanaman sayur dan buah yang mampu dikendalikan Fungisida Nativo, antara lain : 


1. Cabai 

Fungisida Nativo mengendalikan penyakit bercak daun ( Cercospora capsici ) dan Antraknosa ( Collectrichum capsici ) cabai. Gejala bercak daun adalah adanya bercak bundar berwarna abu-abu dan coklat pada pinggiran daun. Bila serangan semakin parah, daun akan berwarna kuning dan gugur. Penyakit menyerang saat musim hujan dan kelembaban tinggi. 

Antraknosa disebut juga patek menyerang saat pembibitan yaitu kecambah layu saat disemaikan. Di fase dewasa, menyebabkan mati pucuk. Menyerang daun dan batang menyebabkan busuk kering. Serangan pada buah menyebabkan buah busuk seperti terbakar. 


2. Jagung


Fungisida Nativo mengendalikan penyakit bulai jagung disebabkan jamur Peronosclerospora maydis atau disebut Downy Mildew. Bagi petani jagung merupakan penyakit paling ditakuti. Dampak serangan jamur ini membuat petani terpaksa membongkar tanaman jagungnya sebelum panen. 

Banyak petani pula belum memahami hakikat dan cara pengendalian penyakit bulai. Petani hanya tahu bahwa penyakit bulai berbahaya. Penyakit ini utama tanama jagung dan perkembangannya dimulai dari infeksi sora jamur ( konidia ) yang jatuh di permukaan daun. 

Konidia nanti berkembang lalu masuk dalam jaringan tanaman muda lewat pintu stomata. Didalamnya berkembang terus hingga ke titik tumbuh tanaman. Infeksi jamur dapat dilihat jelas di pagi hari pukul 04.00 - 05.30. Yaitu daun tampak spora jamur berbentuk butiran putih.  

Gejala serangan bulai berbeda-beda tergantung umur tanaman jagung. Umur 0 - 3 minggu tampak seluruh daun menguning, meruncing dan kaku. Serangan di fase umur ini sangat rentan karena tanaman bisa langsung mati dan tidak bisa dipulihkan.  

Tanaman jagung umur 3 - 5 minggu mengakibatkan daun muda ikut menguning. Pertumbuhan lambat, tongkol berbiji sedikit atau kadang tumbuh abnormal. Serangan di fase umur ini mengakibatkan penurunan panen hingga 50%. 

Serangan di fase umur > 5 minggu adalah di fase generatif. Daun akan mengalami klorosis namun tanaman akan cenderung aman dan tidak membahayakan. Penurunan hasil panen sampai 30%. Serangan bulai akan meningkat pesat di lingkungan yang lembab, tanahnya liat, curah hujan tinggi dan pupuk N berlebihan. 




3. Melon


fungisida nativo, benih bebas penyakit, pestisida, jual pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Benih Melon 
Bebas Penyakit

Fungisida Nativo
mengendalikan embun bulu ( Pseudoperonospora cubensis ), antraknosa ( Collectrichum gloesporioides ) dan busuk batang ( Didymela bryoniae ) pada tanaman melon. 

Embun bulu atau disebut Downy Mildew disebabkan jamur patogen yang menyerang daun tanaman dari keluarga timun-timunan ( Cucurbitaceae ). Termasuk didalamnya adalah tanaman melon dan artinya embun bula ini jga menyerang daun mentimun, gambas dan lain-lain. 

Gejala serangan adalah muncul bercak/trotol kuning pada daun melon. Bercak tersebut adalah jejak jatuhya spora dan mulai menginfeksi. Lama-lama warna kuning akan berubah menjadi warna coklat lalu kering. 

Bila daun diremas terdengan bunyi kresek-kresek kasar. Itulah kenapa petani sering menyebutnya dengan penyakit kresek. Jamur pembawa penyakit embun bulu mudah berkembang pada kelembaban lingkungan sangat tinggi. Curah hujan tinggi juga mendukung pertumbuhan jamur ditambah bila air hujan mengandung Nitrogen yang membuat subur jamur. 

Lakukan penyemprotan fungisida Nativo secara berkala dengan interval 8 - 10 hari sekali. Efek fungisidaakan bertahan dalam jaringan tanaman selama 8 - 10 hari. Hal ini dapat mencegah spora tinggal pada daun dan menginfeksinya. Jamur akan langsung mati karena keracunan karena menginfeksi jaringan tanaman. 


Antraknosa pada Tanaman Melon


Fungisida Nativo mengendalikan antraknosa atau penyakit Patek. Disebabkan oleh jamur yang berkembang pesat di lingkungan lembab dan basah. Jamur menyerang semua bagian tanaman dengan tanda adanya bercak agak bulat berwarna coklat muda. Lama-kelamaan berubah menjadi coklat tua hinga kehitaman. 

Kemudian bercak akan melebar dan menyatu hingga daun lalu mengering. Gejala lainnya berupa bercak bulat memanjang berwarna kuning atau coklat. Pada buah tampak bercak agak bulat dan berlekuk berwarna coklat tua. 


Penyakit Busuk oleh Cendawan Phytopthora

Cendawan Phytopthora sp. menyerang batang, daun dan buah melon. Fungisida Nativo mengendalikan penyakit busuk pada tanaman. Tanda serangan adanya bercak coklat kebasahan memanjang. Pada daun seperti tersiram air panas lalu meluas. 

Bercak kebasahan pada buah berubah menjadi coklat kehitaman dan lunak. Makin lama bercak akan mengkerut dan mengendap. Bagian busuk terselimuti cendawan. 




4. Mentimun


Fungisida Nativo mengendalikan penyakit Embun bulu ( Pseudoperonospora cubensis ) dan  Antraknosa ( Collectricum lagenarium ). Penyakit embun bulu disebut juga Downy Mildew atau Petani lebih familiar dengan sebutan penyakit kresek. 

Jamur menginfeksi daun sehingga permukaan daun tampak bercak kuning coklat dan bagian bawah terdapat spora berwarna ungu hingga hitam. Bercak akan cepat menyebar ke seluruh permukaan daun sampai daun mengering dan rontok. Jamur cepat berkembang di kondisi lembab dan di musim hujan.  

Fungisida Nativo mengendalikan antraknosa atau busuk buah pada mentimun. Patogen ditularkan lewat udara dan biji. Gejala dimulai timbulnya bercak coklat kehitaman di permukaan buah. Kemudian bercak menjadi lunak. Bagian tengah terdapat kumpulan titik hitam dan merupakan kelompok spora. 

Serangan berat antraknosa menyebabkan seluruh permukaan buah menjadi keriput dan mengering. Warna kulit buah mirip jerami padi. Bila cuaca panas dan lembab penyakit akan cepat berkembang. Tanaman inang penyakit antraknosa adalah tomat, buncis, kacang panjnag, labu, oyong, paria, terong dan semangka.  


Cara Pengendalian Teknis Penyakit Tanaman


fungisida nativo, pestisida, benih tahan penyakit, jual pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Benih Hibrida tahan Penyakit
LMGA Agro 

- Penyakit busuk akar bisa dicegah dengan mengurangi kelembaban sekitar tanaman. Pemangkasan daun dan cabang yang rimbun. Melakukan rotasi tanaman bukan dari satu famili. Lalu tanaman terinfeksi harus segera dicabut lalu dibakar. 

- Pengaturan jarak tanam untuk mencegah penyakit antraknosa. Perlakuan terhadap benih yaitu benih direndam pada cairan fungisida sesuai dosis. 

- Menggunakan benih hibrida tahan penyakit baik serangan jamur, bakteri dan virus. Varietas tahan embun bulu secara genetik memang toleran terhadap cendawan. Patogen tidak mudah menginfeksi karena memiliki sifat genetik menolak dan melawan cendawan.  

- Menghindari menanam di sekitar tanaman vektor embun bulu atau berdekatan tanaman yang menularkan penyakit. Contoh bila menanam berdekatan tanaman gambas tua dan sudah terinfeksi embun bulu. Maka otomatis spora akan menyebar karena terbawa angin. 

- Sanitasi kebun secara rutin yaitu rutin melakukan penyiangan. Membersihkan gulma dan rumput liar karena dapat menambah kelembaban di area lahan. Gulma juga dapat menghalangi sirkulasi udara dan sinar matahari. Bakteri dan jamur mudah berkembang cepat. 

- Menanam tanaman di waktu yang tepat. Jamur penyebab penyakit bulai pada jagung berkembang pesat di musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Sehingga pastikan umur jagung telah memasuki 0 - 3 minggu saat musim peralihan. 

- Untuk mencegah perkembangan jamur, petani sebaiknya melakukan pergiliran tanaman. Setelah panen jagung lalu lahan ditanami bukan tanaman inang jamur yaitu seperti tanaman cabai, tomat, terong dan lain-lain.  

- Pengamatan rutin agar dapat segera mengetahui bila terdapat indikasi serangan jamur. Jika terdapat tanaman menunjukkan gejala terinfeksi jamur maka harus segera dicabut lalu dimusnahkan atau dibakar. Agar tidak menularkan ke tanaman lain yang masih sehat. 


Pemberian Fungisida Nativo Tepat dan Benar


Waktu untuk menyemprotkan fungisida Nativo 75 WG adalah pagi hari saat embun sudah kering. Atau sore hari pukul 15.00 saat panas sudah tidak terik lagi. Interval penyemprotan satu minggu sekali dan apabila serangan jamur sudah melewati ambang pengendalian. 

Bahan aktif Tebukonazole juga amat kuat mengendalikan semua penyakit padi. Penyakir Blas dapat dikendalikan langsung oleh Trifloksistrobin. Hawar daun bakteri atau BLB dapat dicegah menggunakan fungisida Nativo . 

Kerja fungisida Nativo sebagai protektan yaitu mampu meningkatkan metabolisme tanaman. Sehingga daya tahan tanaman dapat meningkat terhadap serangan jamur penyakit hawar daun dan kresek. 

Serangan penyakit Blas dan hawar daun padi muncul pada umur 40 HST. Sehingga sebagai pencegahan, lakukan penyemprotan fungisida Nativo umur 30 HST. Dan diulang pada umur 40 HST. Untuk di daerah endemik, lakukan penyemprotan ketiga umur 50 HST. Dosis tetap yaitu 200 gram/hektar. 

Hama dan penyakit merupakan organisme yang menginfeksi tanaman dan bersifat merusak. Bila tidak segera ditanagni secara serius dapat menyebabkan kematian pada tanaman secara keseluruhan. 

Fungisida Nativo pengendalian bersifat preventif. Artinya dapat mencegah jamur menginfeksi tanaman. Tindakan ini diikuti pengolahan tanah secara intensif, pengaturan jarak tanam, tanam tepat waktu, pengairan, drainase dan lain-lain. 

Fungisida Nativo bekerja secara kuratif artinya mengobati tanaman yang telah terinfeksi penyakit. Diikuti pemangkasan bagian terinfeksi, penggenangan sesaat dan mengambil hama langsung lalu dimatikan. 

Fungisida Nativo juga mampu mengendalikan penyakit tanaman jeruk ( embun tepung dan antraknosa ), kacang hijau ( bercak daun dan karat daun ). Karat pada kacang tanah dan kacang panjang. Penyakit pada tanaman kakao ( penyakit pembuluh kayu dan karet ( penyakit bidang sadap ). 




Bijaksana Dalam Pemakaian Pestisida


Pemakaian pestisida harus sesusi petunjuk penggunaan, tidak kurang atau melebihi. Seperi penggunaan dosis dilebihkan, mencampur beberapa jenis pestisida dan meningkatkan frekuensi penyemptotan. 

Penggunaan pestisida bukan untuk membunuh atau memberantas hama dan penyakit. Namun pemakainnya untuk mengendalikan  sedemikian rupa hingga berada di bawah batas ambang ekonomi. Juga hingga batas dapat menguntungkan baik segi ekonomis dan ekologis lingkungan. 

Penggunaan pestisida sesuai peraturan yang berlakuk dan sudah mendapat ijin dari Pemerintah. Penggunaan harus sesuai dengan rekomendasi dan pestisida memberikan dampak minimal bagi pemakai, konsumen dan lingkungan. 

Penggunaan pestisida juga harus tepat dan benar . ( 1 ). Tepat sasaran : apakah untuk sasaran hama, penyakit atau gulma. Sasaran secara fisik yaitu tanah, tanaman, air lain-lain, ( 2 ) Tepat jenis : insektisida untuk serangga, fungisida untuk jamur, akarisida untuk tungau, bakterisida untuk bakteri, herbisida untuk gulma dan rodentia untuk tikus. 

( 3 ) Tepat waktu berdasarkan cuaca atau kalender musim tanam. Demikian artikel kami dengan judul : Fungisida Nativo Produk Bayer Bekerja Sistemik Melindungi Tanaman.  Hubungi nomer kontak Kami di 082141747141 ( telepon/konsultasi ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). 

Toko pertanian online LMGA Agro jual kebutuhan bercocok tanam bagi petani dan toko pertanian. Kami menerima layanan konsultasi pertanian gratis. Kami menyediakan benih hibrida dan unggul buah dan sayur, pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian. 

Kami siap kirim pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia bersama JNE, KI8, Pos Indonesia dan lain-lain. Semoga artikel Kami bisa bermanfaat dan menambah wawasan tentang fungisida Nativo produk Bayer Indonesia. Salam sukses...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.