SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT BERBELANJA DAN NIKMATI KONSULTASI GRATISNYA

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Sabtu, 17 Oktober 2015

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABAI PADA MUSIM PERALIHAN



tanaman cabai, hama dan penyakit, musim peralihan
WWW.LMGAAGRO.WEB.ID- Cabai adalah salah satu komoditas pertanian yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi.  Permintaan pasar akan cabai rawit, cabai besar maupun cabai keriting menjadikan budidaya cabai banyak dilakukan oleh petani baik petani dataran tinggi, menengah dan rendah. Petani cabai perlu mengetahui tentang hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai, serta cara pengendaliannya agar memperoleh hasil produksi yang maksimal.
Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara manual maupun secara kimiawi. Pengendalian manual dilakukan apabila serangan hama penyakit tanaman (HPT) masih dalam batas normal. Batas normal yang dimaksud adalah hama penyakit yang menyerang masih dapat dikendalikan dengan tangan petani. Misalnya memetik satu atau dua daun yang berlubang tiap tanaman. Pengendalian secara kimiawi perlu dilakukan apabila serangan HPT telah berada diatas ambang batas ekonomi cabai. Ancaman HPT ini akan semakin memuncak saat musim pancaroba atau musim peralihan.

      Musim pancaroba yaitu musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Normalnya pancaroba terjadi pada bulan Maret-April saat peralihan musim dari penghujan ke musim kemarau atau pada bulan Oktober-November saat peralihan musim dari kemarau ke penghujan.Datangnya musim pancaroba di tandai dengan udara terasa panas, angin kencang dan tidak teratur, puting beliung, serta hujan yang tiba-tiba terjadi dalam waktu yang singkat.

       Hama dan penyakit tanaman adalah organisme peganggu yang berbeda. Hama tanaman adalah organisme peganggu tanaman (OPT) yang tampak mata misalnya trips dan mite (tungau), sedangkan penyakit tanaman adalah OPT yang tidak terlihat mata misalnya cendawan atau jamur penyebab layu fusarium dan bakteri penyebab layu bakteri ralstoniaKarena organisme yang menyerang berbeda maka gejala dan cara pengendaliannya pun juga berbeda.

hama dan penyakit, antraknosa, tanaman cabai
       Penyakit layu fusarium(Fusarium oxysporum) adalah penyakit penting yang menyerang tanaman cabai merah. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang berkembangbiak ketika lahan dalam keadaan yang selalu lembab. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai gejala serangan dan pengendaliannya


Gejala Serangan : 

      Daun cabai menguning yang dimulai dari bagian bawah daun dan menjalar keatas hingga ranting yang muda. Warna jaringan dalam batang dan akar menjadi coklat. Bagian tanaman yang terinfeksi tertutup hifa putih seperti kapas. Apabila infeksi telah meluas maka tanaman cabai menjadi layu. Serangan yang  terjadi pada saat pertumbuhan tanaman maksimum, maka tanaman masih dapat menghasilkan buah. Namun bila serangan sudah sampai pada batang, maka buah yang kecil akan gugur.

Pengendalian
  1. Sanitasi dengan mencabut dan memusnahkan tanaman terinfeksi.
  2. Dianjurkan memanfaatkan agen antagonis Trichoderma spp. dan Gliocladium spp. yang diaplikasikan bersamaan dengan pemupukan dasar.
  3. Penggunaan anti jamur dan bakteri Arashi yang efektif dan efisien untuk mencegah dan mengendalikan penyakit layu yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.
  4. Penggunaan fungisida sesuai anjuran sebagai alternatif terakhir.
   Penyakit penting yang kedua pada tanaman cabai adalah penyakit layu bakteri ralstonia (Ralstonia solanacearum) yang dulunya dikenal dengan Pseudomonas solanacearum. Penyakit layu bakteri ini cukup berbahaya karena pada tingkat serangan berat dapat menyebabkan kematian tanaman cabai dan kegagalan panen sehingga menimbulkan kerugian atau penurunan hasil yang relatif besar. Bakteri Ralstonia solanacearum ini termasuk bakteri yang sangat destruktif (merusak) dan mempunyai inang luas pada tanaman budidaya (cabai, tomat, kentang, kacang tanah,pepaya), tanaman hias, dan gulma di daerah tropis maupun subtropis. Berikut adalah gejala serangan dan cara pengendaliannya :

Gejala Serangan :

     Pada tanaman cabai yang masih muda, gejala layu tampak pada daun pucuk tanaman. Sedangkan pada tanaman tua, layu tampak pada daun bagian bawah tanaman. Jika gejala ini dibiarkan selama beberapa hari maka seluruh daun tanaman menjadi layu permanen dengan warna daun yang tetap hijau kadang sedikit kekuningan. Untuk menguji lebih lanjut gejala layu ini, petani dapat melakukan pencelupan akar dan batang yang telah dipotong melintang kedalam air jernih. Jika setelah pencelupan keluar cairan keruh yang menyerupai kepulan asap maka itulah koloni bakteri yang menginfeksi tanaman. Serangan bakteri ini menyebabkan buah busuk dan berwarna kekuningan. Penyakit berkembang cepat saat musim hujan dan ditularkan melalui benih, tanah, alat pertanian, pengairan, dan sisa tanaman sebelumnya. Penyakit ini cepat meluas terutama di tanah dataran rendah.

Pengendalian
  1. Kultur teknis dengan pergiliran tanaman, tumpang sari, penggunaan benih sehat dan sanitasi dengan mencabut dan memusnahkan tanaman sakit.
  2. Dianjurkan memanfaatkan agen antagonis Trichoderma spp. dan Gliocladium spp. yang diaplikasikan bersamaan dengan pemupukan dasar.
  3. Penggunaan anti jamur dan bakteri Arashi yang efektif dan efisien untuk mencegah dan mengendalikan penyakit layu yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.
  4. Penggunaan bakterisida sesuai anjuran sebagai alternatif terakhir.

Hama tanaman yang sering menyerang areal budidaya cabai adalah trips dan tungau (mite). Petani perlu mengetahui ciri hama dan gejala yang ditimbulkan agar dapat mengendalikan tepat sasaran.

1. Trips

Hama trips ini mudah dilihat secara kasat mata, cirinya adalah berbentuk kecil panjang seperti semut, warnanya ada yang hitam dan hijau. Trips ini gerakannya cepat dan meloncat. Gejala yang ditimbulkan adalah daun keriting dengan lekukan yang menggulung ke atas. Gejala serangan ini diikuti dengan rontoknya bunga cabai dan pada permukaan daun biasanya ditemukan lapisan mengkilap seperti perak.

Pengendalian
  • Menggunakan tanaman perangkap seperti bunga tahi kotok/kenikir kuning.
  • Menggunakan mulsa perak
  • Sanitasi lingkungan dan pemotongan bagian tanaman yang terserang trips.
  • Penggunaan perangkap warna kuning atau yellow trap sebanyak 40 buah per ha atau 2 buah per 500 m2 yang dipasang sejak tanaman berumur 2 minggu. Perangkap dapat dibuat dari potongan bambu yang dipasang plastik map warna kuning. Plastik diolesi dengan lem agar trips yang tertarik menempel. Apabila plastik sudah penuh dengan trips maka plastik perlu diganti.
  • Penggunaan musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama trips, antara lain predator kumbang Coccinellidae, tungau, predator larva Chrysopidae, kepik Anthocoridae dan patogen Entomophthora sp.
  • Pestisida digunakan apabila populasi hama atau kerusakan tanaman telah mencapai ambang pengendalian (serangan mencapai lebih atau sama dengan 15% per tanaman contoh) atau cara-cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan populasi hama.

2.Tungau (mite)

Tungau (mite) merupakan binatang yang bentuknya seperti tepung berwarna hijau muda. Serangan tungau ini memberikan gejala yang khas yaitu daun melengkung kebawah. Daun yang terserang biasanya daun ketiga sampai kebawah. Apabila gulungan daun tersebut dibuka maka akan terlihat binatang yang sangat lembut seperti tepung.

Pengendalian
  • Sanitasi dengan memotong bagian tanaman yang terserang kemudian dimusnahkan.
  • Penggunaan musuh alami yaitu predator Ambhyseins cucumeris
  • Pengendalian dengan akarisida yang efektif, terdaftar dan diijinkan Menteri Pertanian dilakukan apabila ditemukan gejala kerusakan daun dan populasi tungau.
Demikian ulasan tentang hama dan penyakit utama tanaman cabai pada musim peralihan. Konsultasi pertanian Gratis bisa diperoleh di Toko On Line LMGA AGRO. Toko On Line LMGA AGRO (Agen, Distributor, Dealer, Resmi) menyediakan benih, pestisida, pupuk, dan peralatan pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Hubungi LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.

1 komentar:

  1. Mohon ijin berbagi, kami SQF Prokimal menyediakan:
    1. Bibit Azolla untuk pakan ternak.
    2. Obat lalat tabur kemasan sederhana, harga jauh lebih murah namun hasil tetap efektif.
    3. Resep membuat obat lalat sendiri.
    Berminat hubungi via sms atau WA ke 082185555575 diberikan pendampingan.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...