BELANJA ONLINE, HUBUNGI KAMI : SMS / WA : 081 252 22 117, KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

24/08/2023

Read

Bibit Pare Lipa Terbaik Untuk Usaha Agrobisnis

Bibit Pare Lipa,bibit,pare,lipa,bibit pare,lmga agro
Bibit Pare Lipa

Bibit Pare Lipa Terbaik Untuk Usaha Agrobisnis. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO.
LMGA AGRO merupakan toko pertanian online yang menjual berbagai kebutuhan pertanian dengan jaminan harga murah.

Toko pertanian online LMGA AGRO merupakan agen, dropshipper, reseller, dan distributor yang berlokasi di Kota Kediri, Jawa Timur.

Kami menjamin bahwa semua produk pertanian yang kami jual harganya terjamin terjangkau dan pastinya akan sampai ke alamat tujuan.

Reputasi LMGA AGRO sebagai toko online terpercaya pun sudah terbukti sedari lama. Konsumen yang ingin membeli produk pertanian dari LMGA AGRO tak perlu merasa ragu lagi.

Bibit pare Lipa bisa Anda dapatkan di LMGA AGRO. LMGA AGRO jual bibit pare Lipa Cap Panah Merah jaminan kualitas original. Dapatkan segera bibit pare Lipa Cap Panah Merah harga murah hanya di toko pertanian terdekat LMGA AGRO.

Pare menjadi salah satu jenis sayur yang kaya akan beraneka manfaat. Ciri khas dari buah pare merupakan rasa pahitnya. Tetapi, jika diolah secara benar maka cita rasanya dapat menjadi lebih nikmat juga lezat.

Mengkonsumsi pare sendiri memiliki berbagai manfaat. Contohnya saja seperti meningkatkan nafsu makan, memperlancar sistem pencernaan, meredakan batuk, dan menyembuhkan penyakit malaria.

Pare menjadi salah satu jenis sayuran dengan jumlah penggemar tergolong besar. Bahkan, di pasaran umumnya pare cukup banyak diserbu serta hampir selalu laris manis.

Peluang Agribisnis Budidaya Pare

peluang,agribisnis,budidaya,paria,peria,lmga agro
Peluang Agribisnis Budidaya Pare

Besarnya penggemar pare membuat peluang bisnis budidaya pare menjadi semakin menjanjikan. Cara budidaya pare sendiri memang bisa dikatakan tidaklah terlalu susah.

Prospek budidaya pare sendiri memang bisa dibilang sangat bagus serta menjanjikan. Sehingga jika Anda menjalankan budidaya pare ini dapat dikatakan sangat baik dan menguntungkan.

Agribisnis pertanian sayuran merambat memang menjadi salah satu bisnis yang tak ada matinya. Begitu juga dengan agribisnis budidaya pare yang menjadi salah satu bisnis berprospek menjanjikan.

Untuk memulai bisnis budidaya pare ini cukuplah mudah. Anda dapat memulainya pada lahan kecil / pekarangan rumah dengan modal tak terlalu besar.

Bisnis budidaya pare ini cocok dan sesuai dijalankan oleh semua orang. Anda yang tengah bingung mencari pilihan bisnis yang cocok bisa memanfaatkan bisnis budidaya tanaman ini. Asalkan memiliki kemauan dan juga minat yang besar, maka bisnis budidaya pare ini dapat Anda jalankan secara mudah.

Tentunya dalam menjalankan agribisnis budidaya pare membutuhkan banyak peralatan penting sebagai penunjang. Peralatan penunjang itu contohnya seperti sprayer, bibit paria, cangkul, golok, sabit, timba, dan lainnya.

Dengan tersedianya peralatan – peralatan itu, maka agrobisnis budidaya pare bisa lebih maksimal. Bila sudah ada peralatan – peralatan penunjang diatas, maka budidaya peria bisa Anda lakukan.

Pastikan Anda menjalankan pembudidayaan secara tepat sedari awal hingga akhir, mulai pengolahan lahan tanam hingga pemanenan.

Apabila buah pare sudah melalui proses pemanenan, maka Anda harus memasarkannya. Anda dapat memasarkan hasil panen ke pasar tradisional, rumah makan, hotel, restoran, hingga swalayan (minimarket hingga supermarket).

Baca Juga : Fungsi Pupuk KCL MKP Pak Tani

Bibit Pare Lipa Produk Panah Merah Kualitas Unggulan

lipa f1,f1,hibrida,pare lipa,pare lipa f1,panah merah,cap panah merah,lmga agro
Bibit Pare Lipa Produk Panah Merah Kualitas Unggulan

Untuk bisa menghasilkan buah pare berkualitas unggulan, maka tentunya Anda membutuhkan benih / bibit dengan kualitas terbaik. Nah, di pasaran sendiri sudah banyak beredar produk bibit pare yang berkualitas terbaik, salah satunya ialah bibit Lipa F1.

Bibit Lipa F1 merupakan produk bibit pare hibrida berkualitas terbaik yang diproduksi oleh Ewindo (PT East West Seed Indonesia) bermerek dagang Cap Panah Merah.

Bibit paria Lipa sudah lama beredar di Indonesia, sehingga tentunya sudah tak asing di telinga serta banyak petani budidayakan.

Kualitas produk bibit Lipa telah terjamin kualitasnya menjanjikan, sehingga baik pemula maupun petani yang sudah ahli dapat memanfaatkannya untuk budidaya.

Selain itu, bibit Lipa sangat sesuai untuk budidaya petani karena mempunyai beraneka macam karakteristik dan keunggulan yang sangat menjanjikan.

Beberapa bentuk karakteristik serta keunggulan dari bibit Lipa Cap Panah Merah yakni seperti :

  1. Pare Lipa Cap Panah Merah mempunyai ruas pendek, vigor tanaman kokoh, dan juga percabangannya tergolong lebih produktif
  2. Budidaya memanfaatkan bibit pare Lipa dapat dilakukan pada daerah dataran rendah baik ketika musim hujan maupun kemarau
  3. Budidaya peria memakai bibit Lipa sudah toleran terhadap penyakit bercak mata kodok, layu, embun tepung
  4. Bibit pare Lipa F1 sudah memiliki ketahanan terhadap serangan hama thrips serta Aphid
  5. Proses pembentukan buah pare Lipa tergolong cukup mudah meskipun kondisi cuaca sedang buruk, sehingga disukai oleh petani Indonesia
  6. Bentuk buah paria Lipa besar silindris, ujung buahnya tumpul, dengan kulit buah berwarna hijau segar berkilau
  7. Tekstur buah pare Lipa tergolong lentur, sehingga jumlah buah rusak karena pengepakan serta pengangkutan jarak jauh bisa berkurang
  8. Buah pare Lipa tidak memiliki serat, sehingga sangat cocok untuk diolah menjadi sayur pare
  9. Kulit buah pare Lipa sudah toleran retak serta lebih tahan simpan
  10. Sayuran pare Lipa sudah bisa panen ketika berumur ± 45 hari sesudah tanam
  11. Potensi hasil panen dari bibit peria Lipa tergolong cukup tinggi, yakni berkisar ± 35 – 40 ton/ha
  12. Produk bibit Lipa F1 sudah terdaftar resmi di Kementerian Pertanian RI melalui SK Kementan No. 156/Kpts/SR.120/3/2007
  13. Bibit pare Lipa tersedia di LMGA AGRO untuk budidaya dalam kemasan sachet berisikan 50 butir

Budidaya Pare Lipa Cap Panah Merah

Budidaya pare memakai bibit Lipa bisa menjadi salah satu peluang bisnis berprospek menjanjikan untuk petani dalam menambah pundi – pundi penghasilannya.

Tetapi, tahapan budidaya tanaman paria menggunakan bibit Lipa ini hanya bisa menghasilkan keuntungan maksimal apabila proses budidayanya dilakukan secara benar.

Tahapan budidaya pare memanfaatkan bibit Lipa tidaklah jauh berbeda ketimbang budidaya tanaman dari jenis lain. Tetapi, tentu saja proses budidaya tanaman peria Lipa benar – benar perlu Anda lakukan secara berurutan supaya bisa memberikan dampak maksimal.

Tahapan proses budidaya pare Lipa dari awal hingga akhir yakni seperti :

  • Persiapan Lahan Tanam

Pertama, persiapkan lahan tanam yang nantinya akan Anda tanami. Pengolahan lahan tanam bisa Anda lakukan dengan cara dicangkul ataupun dibajak dengan memanfaatkan tenaga hewan ternak (sapi maupun kerbau). Olahlah lahan tanam hingga kondisinya sudah gembur seluruhnya.

Berikutnya, berikan pupuk kandang supaya lahan tanam menjadi lebih subur. Adukkan pupuk kandang dengan tanah lahan tanam hingga benar – benar rata.

Berikutnya, buatlah naungan penyemaian dan persiapkan tray semai untuk menyemai benih. Isikan tanah dan pupuk kandang ke dalam tray semai menggunakan perbandingan 1 : 1.

Selanjutnya, simpanlah tray semai di dalam naungan yang sudah Anda buat. Jika sudah siap, langkah berikutnya ialah memasukkan benih Lipa ke dalam media di dalam tray semai.

Sesudah beberapa hari, maka akan muncul bibit. Bibit yang telah siap dipindahkan ke lahan tanam dapat segera Anda pindahkan ke lahan tanam.

Masukanlah bibit ke dalam lubang tanam, lalu tutupi hingga bagian pangkal batang maupun akar bibit. Terakhir, berikan air secukupnya.

  • Penanaman

Untuk lahan tanam sekitar ± 100 m², biasanya kebutuhan benih Lipa F1 yang dibutuhkan yakni sebanyak 1500 gram/ha dengan diberikan jarak tanam 250 x 80 cm.

Sebelum memakai benih Lipa, alangkah baiknya apabila Anda melakukan penyeleksian benih terlebih dulu. Masukkan benih pare Lipa ke dalam air, kemudian diamkan selama ± 2 jam.

Jika sudah, maka segera cek kondisi benih. Bila benih nampak mengapung, maka buanglah benih mengapung tersebut karena kualitasnya tergolong kurang baik. Sementara itu, benih yang tenggelam harus Anda gunakan karena kualitasnya tergolong bagus.

Masukkan benih yang akan Anda gunakan tersebut ke dalam lubang tanam. Isikan sebanyak 2 – 3 biji untuk setiap lubang tanam. Berikutnya, tutupi lubang tanam dengan tanah sekitar lahan tanam. setelah 4 hingga 7 hari, tanaman pare Lipa sudah nampak tumbuh.

  • Perawatan

Fase perawatan / pemeliharaan memegang peranan penting saat melakukan pembudidayaan pare. Dengan melakukan perawatan secara berkelanjutan, maka nantinya peria bisa tumbuh dengan baik.

Dalam fase perawatan / pemeliharaan ini terbagi menjadi beberapa macam. Contoh beberapa pemeliharaan / perawatan dalam budidaya paria yakni seperti :

1. Penyulaman

Selalu periksa secara teratur pertumbuhan bibit. Jika terdapat bibit yang tumbuh tidak sempurna atau justru mati, maka segera sulami dengan bibit lainnya yang berkondisi baik.

Proses penyulaman bibit ini bisa Anda lakukan jika bibit sudah berumur ± 7 hari.

2. Pengairan / Penyiraman

Lakukan proses pengairan / penyiraman setiap hari secara teratur. Jika kondisi cuaca tengah panas, maka frekuensi penyiraman dapat dilakukan lebih sering.

Tetapi, jika kondisi cuaca tengah hujan maka proses penyiraman tidak usah dilakukan karena telah memperoleh asupan air dari hujan.

3. Penyiangan Gulma

Jika terdapat gulma, maka segera lakukan penyiangan gulma. Gulma akan mengambil nutrisi yang tanaman butuhkan untuk tumbuh. Selain itu, gulma menjadi sarang untuk berkembangnya hama dan penyakit, sehingga perlu segera dibasmi.

Lakukan penyiangan gulma secara teratur ketika membudidayakan peria. Selain bisa membuat tanaman menjadi lebih subur, tanaman juga dapat terhindar dari serangan opt (organisme pengganggu tanaman).

4. Pemasangan Ajir

Ajir atau lanjaran berguna sebagai tempat merambat pare. Dengan memasang ajir, maka tumbuhan ini bisa tumbuh dengan baik.

Pembuatan lanjaran dapat memanfaatkan bahan berupa belahan – belahan bambu yang sudah tersusun dengan panjang ± 2 meter.

5. Pemangkasan

Proses pemangkasan bertujuan supaya tanaman paria bisa berproduksi lebih banyak. Pemangkasan biasanya dilakukan sebanyak 2 kali. Cara pemangkasannya sendiri yakni dengan cara memangkas bagian cabang tanaman paria.

6. Pemupukan

Untuk proses pemupukan, Anda dapat memanfaatkan pupuk organik maupun pupuk anorganik (TSP, KCl, urea, NPK, dan sebagainya). Jika menggunakan pupuk NPK, dosisnya yakni sebesar ± 3 kg per lahan seluas 100 m².

Jika menggunakan pupuk TSP, KCl, dan urea, maka dosisnya yakni sebesar 15 gram. Perbandingan dosis 3 pupuk itu yakni 1 : 2 : 2 (3 gram : 6 gram : 6 gram).

Waktu pemupukan yakni sesudah 1 bulan setelah tanam bersamaan dengan proses penyiangan gulma dilakukan.

Baca Juga : Pupuk Untuk Cabe Baru Tanam Supaya Pertumbuhan Optimal

  • Pengendalian OPT

Organisme pengganggu tanaman (seperti hama dan penyakit) selalu menjadi ancaman, tidak terkecuali pada tumbuhan peria. Ketika opt telah menyerang, maka hal tersebut bisa mengakibatkan budidaya tanaman ini akan terganggu.

Untuk itu mengetahui jenis hama dan penyakit yang seringkali menyerang peria menjadi sangat penting.

Meskipun pare Lipa sudah memiliki ketahanan terhadap beberapa opt, mempunyai pengetahuan terhadap opt sangat penting. Dengan mengetahui ancaman opt itu, maka kerusakan bisa lebih berkurang.

Beberapa contoh opt yang dapat mengganggu budidaya tanaman peria yakni seperti :

1. Fitoplasma Aster Kuning

Infeksi bakteri Phytoplasma asteris menjadi penyebab terjadinya penyakit fitoplasma aster kuning. Penularan dari tanaman ke tanaman lain sebagian besar terjadi karena serangga vektor, contohnya seperti wereng.

Kondisi pendukung bagi pergerakan dan aktivitas makan serangga ini pada lahan tanam juga membuat peningkatan penyebaran fitoplasma.

Kondisi cuaca pada wilayah lahan tanam juga sangat berpengaruh terhadap pola makan hama wereng. Apabila kondisinya panas, maka tanaman akan mengalami kekurangan nutrisi dan kurang menarik bagi wereng.

Musim dengan curah hujan berlimpah akan membuat tanaman menjadi lebih subur serta menjadi lebih menarik bagi hama wereng. Wereng lalu akan memakannya sepanjang musim kemarau.

Ciri – ciri penyakit fitoplasma asteris kuning sedikit bergantung terhadap jenis fitoplasma, usia tanaman selama infeksi, spesies tanaman, dan faktor lingkungan.

Gejala – gejalanya dapat dengan mudah disalahartikan sebagai gejala akibat penyalahgunaan herbisida. Umumnya, gejala berawal dengan kerusakan pembuluh daun. Kemudian, klorosis akan meluas ke banyak helai daun.

Pada beberapa tanaman, daun bisa saja warnanya menjadi memerah. Gejala lainnya termasuk pula seperti tanaman terlihat kerdil, perubahan bentuk dan menghijaunya bunga, dan lainnya.

2. Lalat Buah

Lalat buah (Bactrocera dorsalis) mempunyai warna cukup beragam. Tetapi, sebagian besar lalat buah mempunyai warna coklat tua dengan tanda hitam pada bagian dadanya.

Saat musim kemarau, perkembangan dari telur hingga lalat buah dewasa hanya membutuhkan waktu sekitar 16 hari saja.

Seekor lalat buah betina mampu menghasilkan telur hingga berjumlah 1200 sampai 1600 butir telur ke dalam buah matang selama masa hidupnya. Hal itu mengakibatkan kerusakan cukup besar apabila terus dibiarkan tidak terkendali.

Sesudah berhasil memakan daging buah, larva dewasa akan muncul dari buah dan menjatuhkan diri ke tanah. Selanjutnya, larva akan membentuk kepompong berwarna kecoklatan / coklat tua. Setelah kemunculannya, butuh waktu sekitar 9 hari untuk bisa mencapai kematangan secara seksual.

Buah yang masih mentah umumnya masih melekat pada tanaman hingga 1 minggu melewati masa panen tidaklah rentan. Buah – buahan yang dipanen juga dapat bertahan hingga 1 – 4 hari (tergantung varietasnya).

Pada buah matang, kerusakan biasanya terdiri atas kerusakan jaringan dan pembusukan internal yang dikaitkan dengan infestasi belatung.

Setelah oviposisi, di sekitar tanda tusukan mungkin terdapat beberapa gejala nekrosis. Kerusakan mekanis pada buah – buahan berbahaya bagi kekuatan kulit dan bisa mendukung oviposisi ke dalam daging buah.

3. Aphid

Aphid atau kutu daun ialah serangga lunak berukuran kecil yang mempunyai antena panjang serta kaki – kaki. Ukurannya sendiri hanya berkisar 0,5 hingga 2 mm dengan warna tubuh beragam (coklat, kuning, merah, ataupun hitam).

Wujud Aphid sendiri pun juga cukup beragam, mulai dari varietas tanpa sayap yang mendominasi dan varietas yang mempunyai sayap.

Umumnya, mereka hidup serta makan secara berkelompok di bagian bawah pucuk tunas dan daun muda gemuk. Mereka menggunakan bagian mulutnya yang panjang (ovipositor) untuk dapat menembus jaringan tanaman lunak dan juga menghisap cairan.

Setelah serbuan awal saat awal musim kemarau, populasi Aphid akan menurun secara natural karena predator alami. Beberapa spesiesnya pun juga bisa membawa patogen virus yang dapat menyebabkan tanaman terserang penyakit.

Gerombolan Aphid dalam jumlah besar bisa mengakibatkan pengerutan daun dan pucuk, layu ataupun kuning, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Madu hasil dari sekresi Aphid saat mereka memakan jaringan tanaman menyebabkan infeksi tambahan dengan patogen jamur oportunistik dalam beberapa kasus. Selain itu, madu tersebut juga dapat memikat gerombolan semut.

Bahkan, Aphid dalam jumlah kecil sudah bisa menularkan virus dari 1 tanaman ke tanaman lain secara terus – menerus. Kondisi maksimal bagi pertumbuhannya adalah pada iklim hangat serta kering.

4. Embun Bulu

Penyakit embun bulu terjadi karena infeksi cendawan Pseudoperonospora cubensis. Patogen cendawan ini umumnya menyebar melalui media angin.

Gejala serangan penyakit embun bulu ditandai dengan memucat serta menguningnya daun. Apabila kondisi udara lembab, maka daun yang terinfeksi akan menunjukkan bintik – bintik berwarna ungu dan juga membusuk.

Sementara itu, jika kondisi udara kering maka daun yang terserang menjadi berwarna abu – abu coklat hingga berwarna hitam keunguan. Daun pun menjadi nekrotik dan juga mengeriting ke arah atas.

Kondisi optimal untuk perkembangan penyakit embun bulu ialah dalam suhu 15° C dan tingkat kelembaban tinggi terjadi selama 6 sampai dengan 12 jam.

Dalam tingkat serangan parah, daun akan berubah menjadi berwarna kecoklatan atau kekuningan tua kemudian rontok secara prematur. Dengan begitu, maka kerugian yang petani alami akan sangat besar karena tumbuhan tidak bisa tumbuh secara maksimal.

  • Pemanenan

Buah pare Lipa sudah bisa panen saat sudah berumur ± 45 hari sesudah tanam. Alangkah lebih baik jika buah pare yang dipanen tak terlalu tua karena rasanya akan ikut terpengaruh.

Tanda buah pare yang sudah siap panen yaitu sudah memiliki bintil – bintil, alurnya masih belum merapat, dan keriputnya agak rapat. Proses pemanenan yang agak terlambat bisa menyebabkan buah pare menjadi tidak enak dimakan.

Cara pemanenan pare Lipa yakni dengan memotong tangkainya memakai pisau atau gunting. Sesudah selesai memotong, segera masukkan hasil panen ke dalam keranjang. Pare Lipa pun sudah siap untuk dipasarkan ke berbagai tujuan.

Baca Juga : Katalog Benih Melon Terlengkap LMGA AGRO

Jual Bibit Pare Lipa Harga Terjangkau

jual,murah,terjangkau,toko pertanian terdekat,lmga agro
Jual Bibit Pare Lipa Harga Terjangkau

Apabila pembaca tengah mencari produk bibit pare Lipa, maka LMGA AGRO merupakan jawaban paling sesuai. LMGA AGRO jual bibit pare Lipa dengan jaminan kualitas unggulan.

Selain itu, LMGA AGRO juga mempunyai beraneka tips dan trik terbaik dalam memaksimalkan budidaya pare menggunakan bibit Lipa F1. Dengan begitu, maka hasil panen dari pembudidayaan pare Lipa bisa menjadi lebih optimal.

Beraneka kelebihan dari bibit pare Lipa yang LMGA AGRO jual membuat petani tak usah lagi meragukan kualitasnya. Kualitas produk paria Lipa yang kami jual sudah terbukti di lapangan dan memberikan hasil optimal.

Jual bibit pare Lipa di toko pertanian terdekat LMGA AGRO. Kami toko online bereputasi terpercaya untuk konsumen dalam memperoleh bibit pare Lipa sampai ke alamat Anda dengan jaminan pasti sampai hingga ke alamat konsumen.

Untuk memastikan hal itu, LMGA AGRO bekerja sama dengan berbagai mitra pengiriman dengan reputasi terjamin terpercaya. Dengan memanfaatkan jasa pengiriman tersebut, maka pesanan bibit pare Lipa pastinya akan sampai ke konsumen.

KI8, Pos Indonesia, JNT, dan JNE merupakan beberapa nama – nama mitra pengiriman rekanan LMGA AGRO. Rekanan mitra pengiriman kami kualitasnya telah terbukti, sehingga konsumen pun tidak perlu merasa ragu dengan kualitasnya.

So, segera order bibit pare Lipa dari LMGA AGRO dan buktikan sendiri kualitas bibit pare Lipa yang LMGA AGRO jual !!

Nah, itulah dia artikel bertema bibit pare Lipa ini kami tulis dan sampaikan kepada Anda semua. Semoga bisa bermanfaat untuk seluruh pembaca.

Apabila masih ada hal – hal kurang jelas mengenai artikel berjudul Bibit Pare Lipa Terbaik Untuk Usaha Agrobisnis ini, hubungi segera LMGA AGRO melalui no. telepon 08125222117 (Khusus Layanan WA/SMS). Sukses terus dan sampai berjumpa kembali dalam artikel terbaru LMGA AGRO selanjutnya.

LMGA AGRO

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin komentar Gunakan alamat email yang jelas ( Jangan Anonymous ). Mohon komentar secara bijak dan sesuai bahasan.