TOKO PERTANIAN LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA ONLINE PETANI MURAH, AMAN DAN PROMO. SEGERA BELANJA! HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

08/09/21

Racun Hama Cabe Insektisida Kontak Buldok 25 EC Bayer Terbaru

racun hama cabe, insektisida kontak, buldok 25 EC, bayer, pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Buldok 25 EC

Racun Hama Cabe Insektisida Kontak Buldok 25 EC Bayer Terbaru. HP 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Toko pertanian LMGA Agro online jual insetisida kontak racun hama cabe Buldok 25 EC produk PT Bayer Indonesia. 

Toko pertanian LMGA Agro menyediakan lengkap kebutuhan bercocok tanam mulai benih hibrida dan unggul berkualitas untuk tanaman sayur dan buah. Ada pula pestisida, pupuk, zat perangsang tumbuh hingga alat pertanian. Kami menerima layanan konsultasi pertanian gratis. 

Toko pertanian LMGA Agro siap kirim pesanan Anda ke alamat tujuan di seluruh wilayah Indonesia. Bersama jasa pengiriman barang mitra terpercaya JNE, KI8 dan Pos Indonesia. Kami juga mengajak untuk menjadi dropship dan reseller pertanian.

Terbaru racun hama cabe insektisida kontak dan lambung Buldok 25 EC. Bahan aktif Beta Siflutrin 25 g/L dengan bentuk berupa pekatan yang dapat diemulsikan. Racun hama cabe Buldok 25 EC berwarna kuning bening. 

Racun hama cabe terbaru produk PT Bayer, Buldok 25 EC bekerja secara racun kontan dan lambung. Bahan aktifnya ampuh mengendalikan hama serangga cabem timatm semangka, kentang, kubis, bawang-bawangan. 

Buldok Insektisida unggulan PT Bayer Indonesia racun hama cabe terbaru juga efektif mengendalikan hama tanaman bunga anggrek, buah anggur, apel, mangga, melon dan lain-lain. Buldok 25 EC mampu mengendalikan tanaman pangan dan perkebunan. 

Buldok 25 EC diyakini dapat bekerja secara sistemik 2 arah dan aman untuk keberadaan musuh alami. Banyak petani menyukai menggunakan Buldok 25 EC sebagai racun hama cabe karena sangat menguntungkan. Pemakaian insektisida tetap dalam batas kewajaran dan sesuai pengendalian hama terpadu. 


Insektisida Buldok 25 EC Racun Kontak


Insektisida Buldok 25 EC terbaru produk PT Bayer Indonesia. Buldok 25 EC diyakini efektif dan manjur sebagai racun hama cabe karena juga bekerja secara sistemik. Berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, berwarna kuning dan bening. 

Racun hama cabe ini juga manjur mengendalikan hama tomat, bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, kacang panjang, melon, semangka, anggrek hingga kedelai, kapas dan masih banyak lagi. Buldok 25 EC tergolong kategori sistemik dua arah.  

Mengandung bahan aktif Beta Siflutrin 25 g/L dipercaya aman bagi musuh alami hama sehingga menguntungkan petani. Pestisida PT Bayer Indonesia dikenal ramah lingkungan dan menjadi kepercayaan Petani di Indonesia. 

Efektif mengendalikan hama, antara lain pada tanaman : 

- Tomat yaitu mengendalikan ulat buah Heliothis armigera. 

- Pada tanaman mangga mengendalikam wereng Idiocerus sp.

- Mengendalikan hama penggerek buah Helicoverpa armigera pada tanaman semangka.

- Mengendalikan ulat grayak Spodoptera exigua bawang merah. 

- Ulat grayak tanaman tembakau S. litura dan penggerek pucuk Heliothis sp. 

- Hama thrips kentang Thrips palmi.

- Hama pohon apel ulat grayak Spodoptera litura.

- Hama-hama tanaman jagung yaitu belalang, ulat penggerek tongkol dan ulat grayak. 

- Kutu daun Myzus persicae, Thrips, kumbang daun dan penggerek buah tanaman melon. 

- Racun hama cabai yaitu kutu daun, lalat buah Dacus dan ulat grayak.  

- Hama aphis tanaman jeruk.  


Baca Juga : Cara Kerja Obat Layu Arashi


Pemakaian Racun Hama Cabai Buldok 25 EC


racun hama cabe, insektisida kontak, buldok 25 EC, bayer, pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Pengendalian Hama 
Sejak Tanaman Muda

Pemakaian dan cara aplikasi racun hama cabe Buldok 25 EC mudah. Selain itu cara kerjanya cepat dan mudah larut dalam air. Aplikasi racun hama cabe ini Anda larutkan 2 - 3 tutup botol Buldok 25 EC dalam 10 liter air. 

Aduk sampai larut dan tercampur rata. Kemudian siapkan alat semprotnya dan lakukan penyemprotan ke sekeliling tanaman. Keunggulan bahan aktif dalam racun hama cabe Buldok 25 EC yaitu mengandung Beta Sifutrin 25 g/l. Buldok mampu membasmi hama serangga lebih cepat dan tuntas. 

Keunggulan racun hama cabe Buldok 25 EC yaitu mudah aplikasinya, mudah larut dalam air, lebih cepat diserap oleh tanaman dan manjur mengendalikan hama. 

Racun hama cabe ampuh mengendalikan hama serangga, membasmi dan mencegah serangan hama serta membantu meningkatkan hasil panen. Racun hama cabe Buldok 25 EC mengandung bahan aktif Beta Siflutrin. 

Bahan aktif Beta Siflutrin bekerja sebagai racun kontak dan lambung dalam perut hama. Cara kerja ini cepat mematikan serangga hama dengan merusak sistem sarafnya. Efek residunya cukup lama bertahan sehingga melindungi tanaman lebih lama pula.   

Bahan aktif Beta Siflutrin merupakan jenis bahan aktif yang cukup populer dan dikenal ampuh mengendalikan serangan ulat. Hama serangga cukup bayak ragamnya dan populasinya cepat meningkat bila iklim mendukung. 

Serangan hama dimulai dari saat di pembibitan, mulai penanaman, selama pertumbuhan hingga mendekati panen. Usaha pengendalian hama juga dilakukan sejak awal sebagai langkah pencegahan. Penggunaan racun hama insektisida juga dilakukan sebagai usaha preventif. 

Pemakaian racun hama cabe disesuaikan dengan jenis hamanya. Sebelum menentukan racun hama cabe yang tepat, sebelumnya dilakukan pengamatan terhadap pertumbuhn tanaman. Bila tampak ada hama menyerang, diamati hama dan gejala serangannya sehingga racun hama cabe bisa tepat sasaran. 


Baca Juga : Mengenal Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai


Bahan Aktif Beta Siflutrin Buldok 25 WC


Beta Siflutrin merupakan salah satu bahan kimia yang dipakai sebagai bahan aktif insektisida. Termasuk dalam golongan insektisida piretroid sama dengan bahan aktif sipermetrin. Zat ini termasuk bahan berbahaya dan beracun bagi serangga. Namun cukup aman bagi manusia.  

Racun hama cabe mengandung bahan kimia beracun namun bila penggunaannya sesuai anjuran maka tidak menimbulkan efek fitotoksik. Artinya meski disemprotkan ke tanaman tetapi tanaman tidak akan menjadi beracun.  

Cukup dengan mencucinya bersih setiap akan diolah matang maupun mentah maka bekas semprotan akan hilang. Bahan aktif berbentuk pekatan dan mudah larut dalam air akan memudahkan dalam aplikasinya. 

Bahan aktif Beta Siflutrin bekerja sebagai racun kontak dan lambung/perut. Cara kerja racun hama cabe kontak ini akan dapat melumpuhkan hama bila terjadi kontak hama. Insektisida kontak mematikan hama bila hama memakan tanaman yang sudah kena semprot. 

Daya kerja bahan aktif Beta Siflutrin yaitu merusak sistem saraf serangga. Begitu hama terkontak maka akan mengalami kejang dan hama akan mati. Beta Siflutrin  merupakan salah satu jenis bahan aktif racun hama cabe yang banyak digunakan. 

Bahan aktifnya dipercaya efektif mengendalikan berbagai hama yang menyerang tanaman di masa pertumbuhannya. Petani juga sering menggunakan racun hama cabe bahan aktif Beta Siflutrin ini pada awal tanam sebagai usaha preventif ( pencegahan ). 

Petani mengatur penyemprotan bergantian untuk racun hama cabe awal tanam dengan bahan aktif lamda sihalotrin. Penyemprotan tetap menggunakan aturan dalam pengendalian hama terpadu dengan tepat cara, tepat waktu, tepat dosis dan tepat aplikasinya.  


Baca Juga : Obat Buah Cabe Busuk Kering Daconil 75 WP


Hama Tanaman Cabe


racun hama cabe, insektisida kontak, buldok 25 EC, bayer, pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Baja MC F1
Benih Cabe Tahan Penyakit

1. Thrips

Selain menyukai hidup di tanaman cabe ( inangnya ), thrips juga menyukai tanaman tembakau, kopi, ubi jalar hingga kacang-kacangan. Gejala serangan thrips adalah daun mengeriting sehingga sering disebut penyakit keriting. 

Warna badan thrips yaitu kuning kecoklatan dan bergerak sangat cepat ( mobile ). Di musim kemarau, thrips cepat berkembang. Thrips menyukai daun-daun muda dan serangannya meninggalkan noda keperak-perakan tidak beraturan akibat dilukai hama. 

Hama menggigit daun dan mengeluarkan cairan sehingga menimbulkan noda. Beberapa hari kemudian, noda akan berubah berwarna coklat tembaga diikuti mengeritingnya daun ke atas. 

Pengendalian dari hama thrips selain menyemprot racun hama cabe juga tidak menanam cabai secara bertahap pada lokasi yang berdekatan untuk jangka waktu lama. Sehingga tanaman muda dapat selamat tidak terserang parah. Lakukan juga pergiliran tanaman atau lahan dikosongkan lebih kurang 1 bulan untuk memutus siklus hidup thrips. 


2. Kutu daun

Hama kutu daun menyebabkan kerugian langsung karena menghisap cairan daun atau batang tanaman. Sehingga segera tanaman menjadi mati dan tidak sampai panen. Daun menjadi keriput, kekuningan, terpuntir dan tanaman menjadi kerdil atau menjadi layu dan mati.

Kutu daun merugikan secara tidak langsung yaitu berperan sebagai hama vektor pembawa virus. Kutu daun membawa virus daun menggulung pada kentang ( PLRV ) dan virus kentang PVY. 

Serangan virus yang dibawa kutu daun menghebat pada musim kemarau karena populasi kutu daun sangat tinggi. Kegiatan pengendalian hama kutu daun yaitu menyemprotkan racun hama cabe. Selain itu pengendalian juga sama dengan hama thrips yaitu pergiliran tanaman. 


3. Tungau

Hama tungau berukuran sangat kecil yaitu kurang dari 1 mm. Tubuhnya mirip laba-laba dan menyukai hidup di bawah daun. Hama tungau membentuk jaring-jaring halus sehingga menyulitkan dalam penyemprotan karena jaringnya melindunginya dari butiran air semprotan. 

Tungau bukan dari golongan insekta sehingga tidak dapat dikendalikan dengan insektisida. Tungau masuk kelas Arachnida sehingga dikendalikan dengan akarisida. 

Di Indonesia tungau merupakan hama tanaman cabai, tomat, jeruk, kentang, teh dan kapas. Tungau menyerang daun-daun muda dan serangannya meninggalkan warna coklat mengkilap pada permukaan bawah daun. Daun selanjutnya akan kaku, melengkung ke bawah dan pertumbuhan pucuk tanaman akan terhambat. 

Gejala serangannya relatif cepat yaitu 8 - 10 hari setelah tungau menginfeksi daun. Selanjutnya 4 - 5 hari kemudian pucuk tanaman akan seperti terbakar dan berguguran. 

Selain pengendalian menggunakan racun hama cabe akarisida, tungau dikendalikan dengan memangkas semua daun yang diserang lalu masukkan daun ke plastik lalu dibakar. 


4. Kutu Kebul

racun hama cabe, insektisida kontak, buldok 25 EC, bayer, pestisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Jual Benih Hibrida 
Anti Virus

Dari beberapa spesises kutu kebul, spesies Bemisia tabaci paling banyak merugikan karena merupakan hama vektor Begomovirus. Gejala serangan hama Bemisia tabaci yaitu kerusakan langsung akibat bekas tusukan stiletnya. 

Tanaman kemudian akan lemah dan layu, pertumbuhan terhambat dan hasil panen menurun. Kerusakan tidak langsung disebabkan dari akumulasi embun madu kutu kebul. 

Embun madu adalah subtrat tumbuhnya cendawan embun jelaga pada daun dan buah yang kena infeksi. Embun jelaga menyebabkan menurunnya efisiensi fotosintesis dan kualitas mutu buah. 

Bemisia tabaci juga berperan sebagai hama vektor virus tanaman. Gejala serangan kutu kebul antara lain bercak nekrotik pada daun akibat sel-sel dan jaringan daun yang rusak.

Ekskresi kutu kebul menghasilkan embun madu yang menjadi media tumbuhnya embun jelaga berwarna hitam. Kutu kebul pembawa virus, gejalanya muncul penyakit keriting kuning dan menyebabkan menurunnya hasil panen 20 - 100 %. 

Pengendalian kutu kebul dilakukan dengan cara sebagai berikut : 

- Pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang kutu kebul. Tanaman inang kutu kebul yaitu tanaman satu famili yaitu tomat, kentang, mentimun, semangka, melon, kubis, buncis, singkong, kedelai, tembakau hingga lada. 

- Mengendalikan gulma karena akan menjadi inang begomovirus. Tanamlah tanaman Tagetes disekeliling tanaman cabe Anda untuk mengurangi sernagan hama kutu kebul. 

- Kumpulkan dan bakar tanaman yang terinfeksi.

- Kendalikan menggunakan racun hama cabe Buldok 25 EC di bagian bawah daun. 


5. Lalat Buah

Selain menjadi hama cabe, lalat buah juga menyerang sekitar 20 jenis buah-buahan diantaranya jeruk, pisang, semangka, melon, mangga dan lain-lain. Gejala serangan lalat buah yaitu adanya titik hitam pada pangkal buah.  

Jika buah dibelah tampak belatung atau larva lalat buah. Lalat buah betina dewasa akan meletakkan telurnya dalam buah dengan cara menusukkan ovipositornya pada pangkal buah muda yang masih hijau. Kemudian larva akan hidup dalam buah dan menggerogoti daging buah hingga buah busuk lalu rusak dan rontok.

Serangan berat lalat buah terjadi di musim hujan. Busuknya buah cabe akibat bekas tusukan ovipositor terlontaminasi jamur sehingga menjadi busuk dan rusak. Buah lalu rontok. 

Upaya pengendalian lalat buah yaitu : 

- Pergiliran tanaman dengan memilih tanaman yang bukan inang lalat buah yaitu tanaman bukan satu famili. 

- Buah cabe busuk dikumpulkan, masukkan plastik lalu dibakar. 

- Gunakan perangkap lalat buah berahan aktif eugenol/petrogenol efektif memerangi lalat jantan. Penyemprotan racun hama cabe secara rutin hingga tuntas. 


6. Ulat buah

Ulat buah umumnya menyerang tanaman cabai yang mulai berbuah. Inang lain ulat buah adalah tanaman tomat dan kedelai. Buah cabai yang terserang ulat buah akan berlubang dan jika dibelah tampak ulat didalamnya. 

Ulat buah menyerang dengan cara melubangi dinding buah. Biasanya instar pertama ulat buah yaitu menyerang buah yang masih hijau. Saat hujan turun, jamur akan mengkontaminasi gigitan ulat buah sehingga buah menjadi busuk. 

Pengendalian ulat buah antara lain yaitu melakukan pergiliran tanaman, buah cabai busuk dikumpulkan lalu dibakar. Pengendalian menggunakan racun hama cabe secara rutin dan tuntas. 


7. Ulat grayak

Selain hama utama cabe, ulat grayak juga menyerang tembakau, padi, kacang panjang, kubis dan kacang tanah. Gejala serangan dimulai dari larva instar satu dan dua yang meninggalkan bercak putih menerawang akibat daun bagian atas ditinggal.

Ulat grayak menyerang secara berkelompok dalam jumlah besar memakan daun hingga gundul dan tersisa tulang daunnya saja. Ulat grayak sering menyerang di malam hari dan serangan parah di musim kemarau. 

Usaha pengendalian ulat grayak yaitu telur dan ulatnya dibasmi langsung menggunakan tangan, dikumpulkan lalu dibakar. Biasanya telur berada di daun permukaan bawah. Memanfaatkan tanaman perangkap yaitu jagung untuk mengendalikan hama ulat grayak. Penyemprotan racun hama cabe secara rutin dan tuntas.


Baca Juga : Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah, Buah Lebat


Pemakaian Pestisida Racun Hama Cabe Dalam Budidaya Tanaman


Sampai saat ini, pemakaian pestisida racun hama cabe masih penting dan dibutuhkan dalam budidaya tanaman sayuran, buah, pangan dan tanaman perkebunan. Pestisida mengandung bahan kimia berbahaya sehingga pemakaiannnya harus hati-hati dan dikerjakan oleh orang profesional. 

Pemakaian racun hama cabe juga harus secara bijaksana. Namun demikian masih ditemui petani menyemprot secara sembarangan dan tidak menggunakan pelindung bagi dirinya sendiri. 

Penggunaan pestisida racun hama cabe berlebihan mengakibatkan hama menjadi resisten dan menimbulkan masalah baru. Seperti hama menjadi sulit dikendalikan dan justru menghasilkan hama yang kebal. Pencegahan dapat Kita lakukan selain menggunakan pestisida. 

Pergiliran atau rotasi tanaman dan selalu membersihkan lahan dengan membersihkan gulma rumput. Pemakaian pestisida racun hama cabe menggunakan dosis tepat dan aplikasi yang tepat. Toko pertanian Online LMGA Agro menerima konsultasi tuntas permasalahan Anda di lapangan. Gratis.

Demikian artikel Kami judul : Racun Hama Cabe Insektisida Kontak Buldok 25 EC Bayer Terbaru. Hubungi nomer kontak Kami di 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Toko pertanian LMGA Agro online jual racun hama cabe terbaru Buldok 25 EC dari Bayer. 

Toko pertanian LMGA Agro menerima konsultasi gratis pertanian. Kami siap kirim pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia bersama JNE, KI8 dan Pos Indonesia. Semoga artikel Kami bermanfaat dan dapat menambah wawasan tentang racun hama cabe. 

Insektisida kontak Buldok 25 EC dari Bayer racun hama cabe efektif membasmi hama cabai dan meningkatkan hasil panen. Salam sukses...


RELATED POSTS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.