SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT BERBELANJA DAN NIKMATI KONSULTASI GRATISNYA

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Senin, 22 Februari 2016

MENGENAL MANFAAT DAN JENIS PUPUK


pupuk, grosir produk pertanian murah
www.lmgaagro.web.id - Peran pemupukan tidak bisa dipisahkan dari kegiatan budidaya pertanian. Pemupukan sangat penting bagi hasil pertanian karena lewat pemupukan tanaman mendapatkan makanan. Makanan ini berupa hara makro dan mikro yang essensial bagi tanaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa pupuk merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya.

Pupuk yang diberikan pada lahan budidaya tanaman terdiri atas dua jenis, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik dapat berupa pupuk dari kotoran hewan atau dari sisa-sisa tanaman dan jasad renik, sementara pupuk anorganik merupakan pupuk yang dibuat dengan kandungan unsur hara tertentu. Pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik dilakukan pada budidaya tanaman pertanian dengan tujuan melengkapi dan mengoptimumkan pemberian unsur hara pada lahan budidaya pertanian karena tanah tidak selalu menyediakan hara dalam jumlah cukup bagi pertumbuhan tanaman

 

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari penguraian sisa makhluk hidup, seperti kotoran hewan, sisa daun - daun yang membusuk, atau sisa jasad renik lainnya. Pupuk organik memegang peranan penting dalam budidaya pertanian. Manfaat yang dikenal kuat dari pemupukan organik ini adalah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan bilogi tanah. Sehingga penyerapan unsur hara dari tanah berjalan lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemupukan organik.
Pemberian pupuk organik dalam tanah memberikan keuntungan sebab selain dapat memberikan nutrisi berupa hara bagi tanaman juga dapat meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan memperbaiki struktur tanah. Pupuk organik yang baik untuk digunakan adalah yang memiliki nisbah nitrogen terhadap karbon yang tinggi (C/N rasio rendah).
Pupuk organik memiliki dua jenis yaitu pupuk kandang dan pupuk hijau. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan ternak baik berupa kotoran padat maupun urin ternak. Sedangkan pupuk hijau adalah pupuk yang berasal dari sisa – sisa tanaman misalnya saja serasah daun, kulit batang, sabut kelapa, sekam padi, dll. Kedua jenis pupuk organik ini bagus untuk diaplikasikan ke lahan budidaya pertanian.

Penggunaann pupuk organik bagi tanaman sayuran dan pangan berbeda. Tanaman sayuran umumnya menggunakan dosis 20-30 to/ha, sedangkan pada tanaman pangan pupuk organik umumnya menggunakan dosis 1-2 ton/ha. Pada lahan kering, pukan dapat diaplikasikan dengan beberapa cara yaitu disebar di permukaan tanah kemudian dicampur pada saat pengolahan tanah, dalam larikan, dan dalam lubang-lubang tanam.

Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik merupakan pupuk yang berasal dari bahan mineral atau senyawa kimia yang telah diubah melalui proses produksi dimana proses tersebut merupakan hasil ramuan manusia sehingga kandungan unsur hara juga dapat diatur. Pupuk anorganik dapat berupa pupuk tunggal, yaitu pupuk yang mengandung satu jenis hara tanaman, dan pupuk majemuk, yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis hara tanaman. Pupuk tunggal seperti Urea, SP36, dan KCl mengandung unsur hara tunggal yaitu unsur hara makro, masing-masing adalah nitrogen, fosfor, dan kalium.

 

PUPUK TUNGGAL 

 

1. Nitrogen

Pupuk tunggal yang mengandung unsur hara nitrogen sebagian besar dijumpai dalam bentuk-bentuk: nitrat, amonia, dan urea. Nitrogen berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman dan memberikan warna hijau pada daun. Pupuk Nitrogen diantaranya adalah Urea dan ZA. Urea mengandung unsur nitrogen dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 45-46%. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen pertumbuhannya terhambat. Daun menjadi hijau muda, sedangkan daun yang sudah tua menjadi kuning. Jaringan-jaringan daun mati, kemudian mengering dan meranggas. Pada tanaman yang sudah berbuah, maka buahnya akan tumbuh kecil, kekuningan dan lebih cepat matang. Kandungan nitrogen yang rendah dapat mengakibatkan penebalan pada dinding sel daun dengan ukuran sel yang kecil, sehingga daun menjadi lebih keras dan berserat.
Tanaman yang kelebihan unsur nitrogen memiliki dinding sel daun yang tipis sehingga mudah terserang oleh hama dan penyakit, dan mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan yang buruk seperti kekeringan. Selain itu, pada organ generatif, pembentukan bunga tertunda, bunga yang sudah terbentuk lebih mudah rontok, dan pematangan buah menjadi terhambat.

2. Fosforus (sumber fosfor)

Fosfor bagi tanaman berperan dalam proses fotosintesa, perangsang perkembangan akar, penghasil buah dan mempercepat masa panen. Pupuk fosfor yang banyak digunakan petani diantaranya SP36 dan TSP. Kekurangan dan kelebihan fosfor pada tanaman memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman. Kekurangan fosfor dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman yang kekurangan fosfor akan tumbuh kerdil, daun berwarna hijau tua dan pada tanaman tertentu timbul warna ungu. Selain itu, biji tumbuh tidak sempurna, panen terlambat dan hasil panen bermutu rendah. Kelebihan fosfor secara langsung tidak menampakkan gejala yang nyata.

3. Kalium

Kalium bagi pertumbuhan tanaman berperan dalam penyusunan dan peredaran karbohidrat dalam tanaman, mempercepat metabolisme unsur nitrogen dan mencegah kerontokan bunga dan buah. Pupuk Kalium yang beredar di pasaran dan banyak digunakan petani adalah pupuk KCl dan ZK. Kekurangan kalium dapat menimbulkan berbagai gejala pada tanaman. Pada tanaman yang kekurangan kalium, ujung dan tepi-tepi daunnya terlihat berwarna kekuning-kuningan yang menjalar diantara tulang daun, tanaman mudah patah dan rebah, pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil, serta pada tepi dan ujung permukaan bawah daun terlihat seperti terbakar kemudian gugur sebelum waktunya. Apabila pemberian kalium berlebih maka kadar magnesium dalam daun dapat menurun sehingga fotosintesis dapat terganggu. Selain itu, daun cepat tua dan mengering.

PUPUK MAJEMUK

pupuk, harga murah, grosir pupuk murah
Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara. Misalnya pupuk NP mengandung unsur nitrogen dan fosfor (Contoh merek dagangnya adalah Ultradap dan Multi NP) dan Pupuk NPK mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium (Contoh merek dagang NPK Phonska, Mutiara NPK atau Yara Mila). Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Hal ini disebabkan setiap tanaman dengan berbagai kondisi lingkungan yang berbeda membutuhkan perbandingan kebutuhan N, P dan K yang berbeda.

Pupuk dalam kegiatan budidaya adalah salah satu unsur penting dalam proses budidaya. Ketersediaan pupuk sangat dibutuhkan oleh petani. Sebagai salah satu Toko On Line, LMGA AGRO juga menyediakan pupuk dan sarana pertanian lainnya seperti benih, pestisida dan alat pertanian dengan harga murah dan bersaing. LMGA AGRO siap mengirim keseluruh wilayah Indonesia. LMGA AGRO juga melayani konsultasi Gratis budidaya tanaman hortikultura. Silakan hubungi CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.

1 komentar:

  1. publikasikan juga di kemasan bibit tomat tertera jenis determinate,indeterminate, semi Daterminate. pupuk,pestisida,pungisida berkualitas dan artikel penggunaan pupuk tersebut,bahanaktif yang di gunakan serta sasaranya. fasilitas tehnologi pertanian.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...