SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT BERBELANJA DAN NIKMATI KONSULTASI GRATISNYA

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Minggu, 14 Agustus 2016

PREVICUR-N MENGATASI SERANGAN JAMUR PADA BUDIDAYA CABAI

fungisida previcur-N, previcur-N, bayer indonesia
FUNGISIDA PREVICUR-N

www.lmgaagro.web.id - Budidaya cabai merupakan kegiatan penanaman cabai untuk menghasilkan keuntungan. Budidaya cabai termasuk salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Mengingat cabai sebagai komoditi yang laris di pasaran serta mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Cabai menjadi komoditi primadona bagi petani hortikultura. Khususnya di negara kita Indonesia cabai banyak dibudidayakan.

Permintaan cabai di kalangan masyarakat masih sangatlah tinggi. Apalagi saat mendekati hari-hari besar keagamaan permintaan dan harganya akan melonjak naik. Selain itu, bahkan sekarang pun kebutuhan cabai tidak hanya di kalangan masyarakat saja tetapi juga masuk ke kalangan industri makanan pabrikan. Dalam industri makan tentu saja membutuhkan pasokan cabai yang cukup besar dengan pemberian harga yang jauh lebih baik daripada harga cabai di pasaran. Namun ada yang sangat disayangkan pasokan cabai dari para petani masih belum terpenuhi secara maksimal untuk semua permintaan yang besar tersebut. Karena hal tersebut, menjadikan peluang besar untuk petani dalam membudidayakan cabai. Petani bisa meraup keuntungan besar dari si pedas ini.

Kebutuhan cabai dari tahun ke tahun akan terus meningkat menjadikan budidaya cabai masih terbuka lebar untuk mendulang rupiah. Untuk memenuhi semua kebutuhan cabai yang kian meningkat tersebut para petani cabai mulai melakukan perluasan area budidaya dan peningkatan produktifitas. Peningkatan produktifitas dilakukan petani dengan cara pemilihan benih unggul, teknik budidaya yang baik dan benar, serta pengendalian hama dan penyakit. Pengandalian hama dan penyakit ini sangat besar pengaruhnya dalam proses budidaya. Serangan hama dan penyakit akan mengakibatkan produktifitas tanaman cabai turun bahkan bisa mengakibatkan gagal panen yang merugikan petani.

Penyakit tanaman cabai tidak hanya menyerang pada saat tanaman sudah tumbuh dilahan tetapi juga bisa terjadi sejak pembibitan. Pada saat pembibitan penyakit yang biasanya menyerang tanaman cabai adalah Rebah Semai (damping-off). Penyakit rebah semai (damping-off) secara umum disebabkan oleh jamur yang terdapat dalam tanah terutama jamur Rhizoctonia solani dan Pythium sp. Penyakit ini dapat mengakibatkan biji di dalam tanah membusuk dan semai-semai dapat mati sebelu muncul ke permukaan tanah. Pada bibit yang masih muda penyakit ini menyerang pangkal batang sehingga batang menjadi kebasah-basahan, mengkerut, roboh, dan mati. Penyakit ini dapat terjadi karena kelembaban tanah yang terlalu tinggi.

Pengendalian dari penyakit rebah semai bisa dilakukan dengan cara menjaga kelembaban tanah semai agar tidak terlalu lembab dan penyemprotan dengan fungisida. Penyemprotan dengan fungisida dapat menggunakan fungisida Previcur-N. Previcur-N 722 SL adalah fungisida sistemik produksi dari PT Bayer Indonesia. Fungisida ini mengandung bahan aktif propamokrap hidroklorida 722 gram/liter.

Previcur-N terbukti ampuh dan banyak digunakan petani cabai untuk mengatasi serangan jamur. Previcur-N adalah fungisida berbentuk larutan dalam air yang diaplikasikan dengan cara disemprot. Penggunaan Previcur-N untuk mengatasi rebah semai dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Perlakuan perendaman benih dengan perendaman selama 4-6 jam pada air hangat yang telah diberi fungisida Previcur-N dengan konsentrasi 1,5 ml/liter.
  2. Penyemprotan fungisida secara berseling antara fungisida kontak dan sistemik seperti Previcur-N dengan rasio 1,0-1,5 ml per liter air pada persemaian umur 14 hari.
Previcur-N selain untuk mengatasi penyakit rebah semai karena jamur Rhizoctonia solani dan Pythium sp pada saat persemaian juga bisa digunakan untuk pengendalian jamur pada saat tanaman sudah pindah tanam di lahan. Diantaran untuk penyakit busuk buah dan busuk daun akibat serangan jamur Phytophtora pada tanaman yang telah pindah tanam.

Dengan aplikasi Previcur-N secara tepat, masalah serangan jamur pada tanaman cabai bisa diatasi. Penangganan penyakit secara tepat sangat membantu dalam keberhasilan budidaya cabai.

Demikian ulasan singkat tentang Previcur-N Mengatasi Serangan Jamur Pada Budidaya Cabai. Apabila ada yang kurang jelas dan pembaca membutuhkan fungisida Previcur-N bisa Anda peroleh di Toko Pertanian Online LMGA AGRO. Toko Online LMGA AGRO menyediakan benih, pupuk, pestisida, dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. LMGA AGRO siap mengirim ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, TIKI, KI8, dan sebagainya. Kami juga melanyani konsultasi grati budidaya tanaman hortikultura. Silakan hubungi Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.

2 komentar:

  1. Apakah juga bisa bila di aplikasikan pada tanaman padi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah berkunjung bapak. Untuk padi ada sendiri. Fungisida Previcur-N dengan kandungan propamokarb hidroklorida dikhususkan aplikasinya untuk tanaman bawang merah, cabai, kentang, kubis, melon, pinus, tembakau, dan tomat.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...