TOKO PERTANIAN ONLINE LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA PETANI MURAH, AMAN SERTA NYAMAN. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

12/11/16

TIPS SUKSES BUDIDAYA TANAMAN SAYUR

tips sukses budidaya tanaman sayur
LMGAAGRO.WEB.ID - Sebagai negara agraris, Indonesia tidak lepas dari kegiatan bercocok tanam atau budidaya. Bahkan bercocok tanam / budidaya menjadi salah satu bagian dari mata pencaharian penduduk kita. Budidaya tanaman sayur merupakan budidaya yang paling populer di kalangan petani. Hal ini karena budidaya tanaman sayur tergolong mudah, cepat panen, dan cepat laku di pasaran. Tak heran jika sekarang selain petani ada juga hobiis tanaman dan ibu-ibu rumah tangga yang mulai ketagihan membudidayakan tanaman sayur. Tanaman sayur dapat tumbuh dengan baik apabila asal benih hingga perawatan dipilih dan dilakukan secara baik dan benar sehingga mampu menghasilkan panen yang optimal. Dalam upaya mendukung kesuksesan dalam budidaya sayur, kali ini kami akan mengulas tips - tips budidaya tanaman sayur agar berpotensi hasil maksimal, yaitu sebagai berikut :

1. Pemilihan benih yang tepat

Sumber benih merupakan hal pertama yang perlu diperhatikan. Sumber benih yang telah mendapat sertifikat adalah benih yang terbaik. Sumber benih yang salah akan membawa dampak buruk pada budidaya karena waktu, tenaga, dan biaya dalam pemeliharaan tidak bisa dikembalikan. Untuk mengetahui benih yang masih bagus untuk ditanam, berikut adalah cara pemilihan benih yang sehat :
  • Siapkan air hangat secukupnya
  • Rendam benih di air hangat semalam
  • Keesokan harinya pilihlah benih yang tenggelam, benih yang tenggelam adalah benih yang sehat. Karena di dalamnya masih terdapat cadangan makanan bagi benih untuk bisa berkecambah
Saat ini banyak tersedia benih pabrikan yang telah bersertifikat yang bisa ditemui di toko - toko pertanian dengan mudah. Produsen benih pabrikan memproduksi berbagai macam benih unggul dan hibrida yang telah terjamin mutu dan kualitasnya seperti Panah Merah, Bisi International, Known You Seed, Sakata Seed, Agri Makmur Pertiwi, Tunas Agro, Benih Citra Asia (BCA), Takii Seed, Aura Seed, dsb. Memilih benih yang tepat sebaiknya dilakukan dengan memilih jenis benih yang sesuai dengan ketinggian lokasi tanaman dan keadaan lingkungan, apakah sudah endemik hama dan penyakit tertentu ataukah belum. Dengan pemilihan benih yang tepat akan mengurangi risiko kegagalan dalam budidaya.

2. Penyemaian

tray semai, wadah semai, media semai, tempat semai, budidaya
TRAY SEMAI
Beberapa tanaman sayuran membutuhkan penyemaian sebelum ditanam di bedengan/lahan. Penyamaian benih sayuran umumnya dilakukan di tray semai/wadah kecil khusus mengecambahkan benih. Media semai yang dipilih adalah yang ringan dan mudah ditembus oleh akar. Media semai biasanya menggunkaan tanah, pupuk organik, dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah tanaman sayur berdaun 3-4 helai, maka bibit-bibit sayuran siap pindah tanam di bedengan/lahan.


3. Pengolahan lahan yang baik dan benar

Pengolahan lahan dilakukan agar lingkungan tumbuh tanaman sayur optimal, yaitu mengolah untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah. Kegiatan pengolahan lahan dilakukan 2 minggu sebelum penanaman dengan membersihkan gulma dan mencampurkan pupuk organik agar sifat fisik, biologi, dan kimia tanah menjadi sesuai untuk sayuran.

Pengolahan lahan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu pengolahan seluruh permukaan, pada barisan, dan pada bidang tanam. Jenis pengolahan lahan ini tergantung jenis sayuran yang akan dibudidayakan.
  • Pengolahan seluruh permukaan            : bayam
  • Pengolahan pada barisan                     : kenikir, kangkung, kubis
  • Pengolahan pada bidang tanam            : tomat, cabai, terong
Pengolahan lahan yang baik dan benar adalah pengolahan lahan minimum (minimum tillage). Yaitu pengolahan lahan yang disesuaikan dengan kebutuhan jenis tanaman dan jumlah tenaga kerja. Sehingga lahan yang diolah tidak mudah tererosi khususnya pada lahan miring dan mengurangi biaya yang dikeluarkan.

4. Penanaman

Penanaman komuditas sayuran biasa dilakukan oleh petani pada musim marengan dan musim kemarau. Namun kondisi pananaman yang serempak ini membuat produksi sayuran melimpah pada saat itu sehingga harga jual akan jatuh. Disarankan untuk melakukan penanaman sayuran di musim penghujan juga agar didapatkan harga jual yang lebih tinggi. Penanaman dapat dilakukan jika bibit telah berumur 3-4 minggu setelah semai atau telah berdaun 3-4 helai. Lalu ditanam pada bedengan sesuai dengan jarak tanamnya. Beberapa jarak tanam sangat ditentukan oleh varietas, umur, tingkat kesuburan tanah, dan keadaan/kandungan air tanah. Berikut jarak tanam yang disarankan untuk beberapa komuditas sayuran :

No.
Komoditas
Jarak Tanam
1
Sawi
20 x 20 cm2 atau
15 x 15 cm2
2
Selada
20 x 20 cm2 atau
25 x 25 cm2
3
Pakcoy
30 x 30 cm2 atau
30 x 25 cm2
4
Bawang merah
15 x 15 cm2 atau
10 x 15 cm2
5
Kangkung darat
20 x 20 cm2
6
Seledri
25 x 30 cm2 atau
20 x 20 cm2 atau
15 x 15 cm2
7
Bunga kol
50 x 50 cm2 atau
45 x 65 cm2
8
Cabai
50-60 x 60-70 cm2
9
Tomat
60 x 70 cm2 atau
70 x 80 cm2
10
Terong
50-70 x  80-90 cm2

5. Pemupukan yang tepat

Pemupukan sebaiknya diaplikasikan sesuai kebutuhan dan waktu yang tepat. Pemberian pupuk organik sebaiknya dilakukan pada dua minggu sebelum tanam dengan dosis 2 - 4 kg/m2. Dua minggu setelah tanah dilakukan pemupukan susulan urea 150 kg/ha (15 gr/m2). Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan di samping barisan tanaman. Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.

6. Pengairan

Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan setiap hari sampai tanaman tumbuh normal. Pada musim kemarau lakukan penyiraman sejak awal tanam sampai waktu panen.

7. Pengendalian HPT (penggunaan insektisida secara bijak dan sanitasi lahan)

Untuk mencegah hama dan penyakit yang perlu diperhatikan adalah sanitasi dan drainase lahan. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis, kimia dan biologi. Pengendalian mekanis dilakukan dengan memakai tangan atau alat sederhana. Secara kimia dapat menggunakan pestisida. Pestisida yang aman dan mudah terurai adalah pestisida biologi, pestisida nabati, atau pestisida peritroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval, dan waktu aplikasinya. Sedangkan pengendalian secara biologi adalah menggunakan predator alami hama.

Demikian ulasan singkat tentang Tips Sukses Budidaya Tanaman Sayur, semoga bermanfaat dan semoga sukses. Apabila ada masalah dengan budidaya tanaman sayur yang Anda lakukan, silakan bisa mengonsultasikannya di LMGA AGRO. LMGA AGRO menyediakan layanan konsulasi gratis budidaya tanaman dan masalah - masalah yang berhubungan dengan pertanian. Kami sebagai Toko Pertanian LMGA AGRO juga menyediakan dan menjual aneka benih tanaman unggul dan hibrida, pupuk, pestisida, dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. Toko kami bergerak di bidang penjualan barang pertanian online dan siap mengirim pesana Anda dimanapun seperti ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya yaitu JNE, POS, TIKI, KI8, dsb. Segera hubungi Toko Pertanian Online LMGA AGRO di CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117. Terimakasih.

Salam sukses LMGA AGRO dan seluruh petani Indonesia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...