TOKO PERTANIAN ONLINE LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA PETANI MURAH, AMAN SERTA NYAMAN. BELANJA SILAKAN HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Selasa, 01 Mei 2018

BUDIDAYA CABE RAWIT SOLUSI CARA MEMANFAATKAN PEKARANGAN

BUDIDAYA CABE RAWIT, BENIH CABE RAWIT, CABE RAWIT LMGA AGRO
BUDIDAYA
CABE RAWIT
WWW.LMGAAGRO.WEB.ID – Budidaya Cabe Rawit solusi Cara Memanfaatkan Pekarangan. Toko Pertanian LMGA AGRO jual benih cabe rawit harga murah. Hubungi kontak P. Budi Telp.082141747141; SMS/WA: 08125222117. Kami juga menyediakan benih tanaman lainnya, pupuk, hormon, pestisida dan alat pertanian. Proses pengiriman barang meliputi seluruh wilayah Indonesia.


Tanaman sayuran atau buah-buahan merupakan tanaman yang tidak harus membutuhkan tempat yang luas untuk membudidayakannya, termasuk budidaya cabe rawit.

Dengan perkembangan pembangunan dan juga pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, tentunya mengurangi ketersediaan lahan terbuka yang luas. Secara langsung banyak pula tanaman atau pohon yang ditebang dan dibersihkan untuk pemukiman atau sarana fasilitas lainnya seperti jalan.

Udara segar berkurang, tingkat polusi meningkat, menyebabkan kecenderungan mudah terserang depresi dan penyakit lainnya. Melihat situasi semacam ini yang semakin tahun mengalami peningkatan, kesadaran kita dituntut untuk berusaha menanggulanginya.

Salah satunya cara kita yaitu dengan menciptakan suasana hijau disekitar tempat tinggal kita masing-masing. Selain program penghijauan yang terus digalakkan oleh pemerintah terutama di kota- kota besar yang padat penduduk, kita sendiri juga harus melakukan penghijauan sendiri.

Budidaya Cabe Rawit Upaya Menghijaukan Lahan Pekarangan Rumah


Langkah ini ditempuh karena bermanfaat untuk menjaga ketersediaan cadangan oksigen dan membantu penyerapan radikal bebas di sekitar kita, sangatlah membantu menjaga kesehatan kita.

Dengan cara memanfaatkan sebagian kecil ruang atau lahan kosong di rumah kita untuk ditanami tumbuhan. Kita bisa memilih tanaman yang cocok dengan lahan yang tersedia semisal tanaman sayuran atau buah-buahan.

Jenis tanaman tersebut dipilih yang memiliki kemampuan beradaptasi disembarang kondisi seperti halnya budidaya cabe rawit. Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan kita nantinya melakukan perawatan terhadap tanaman kita.

Baca Juga : Bhaskara Cabai Kecil Cepat Panen Hasil Tinggi

Kondisi ini sejalan apabila dilihat dari sisi efisiensi dan ekonomis bagi kita. Keuntungan kita, kita bisa memilih menanam tanaman sayuran yang termasuk bahan yang dibutuhkan sehari-hari untuk memasak kita. Contohnya seperti tanaman cabai, tomat, seledri, sawi, kangkung, kenikir, kacang panjang, timun, dan sebagainya.

Kita juga bisa memilih menanam tanaman buah-buahan yang juga harus disesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan.

Apabila lahan sempit dan cenderung membutuhkan bantuan media tanam selain langsung tanah seperti sistem hidroponik, pilihlah tanaman buah-buahan yang tidak tumbuh membesar batang kayunya.

Contohnya tanaman buah jeruk, anggur, pepaya strawberry dan sebagainya. Pada kesempatan ini kita coba mengulas pemanfaatan lahan kosong di rumah kita dengan budidaya cabe rawit.

Benih Cabe Rawit Pilihan Untuk Budidaya Cabe Rawit Di Pekarangan Rumah


Tanaman cabe menjadi pilihan karena manfaat dan kegunaannya yang banyak untuk keperluan seharai-hari. Cabai atau cabe salah satu bahan utama yang membuat olahan masakan sayur menjadi enak dan berasa.

Ditambah lagi dari segi harga cabai yang relatif mahal apalagi di musim penghujan, membuat kita ekstra dalam pengeluaran. Dengan kita menanam cabe atau budidaya cabe rawit sendiri bisa sedikit menghemat pengeluaran untuk belanja sehari-hari.

Beberapa macam jenis cabai rawit yang mungkin bisa menjadi pilihan kita untuk budidaya cabe rawit di rumah antara lainnya:

Cabai Rawita F1, Cabai Dewata F1,Cabai Dewata 43 F1, Cabai Pelita 8 F1, Cabai Bara, Cabai Bhaskara F1, Cabai Sonar, Cabai Cakra Putih, Cabai Mahameru, Cabai Madun, Cabai Mhanu, Cabai Mhanu F1, Cabai Shypoon, Cabai Vinoty, Cabai Super Sae.

Benih cabe rawit diatas merupakan benih cabe rawit berkualitas yang sudah banyak dikembangkan dalam budidaya cabe rawit untuk kapasitas lahan yang luas.

Jenis cabe rawit diatas bisa menjadi alternatif pilihan dan direkomendasikan untuk dibudidayakan di lahan sekitar rumah kita. Cara menanam cabe rawit di lahan sempit atau di pekarangan rumah kita sama seperti budidaya tanaman cabe dilahan tanam yang luas.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar kita mendapatkan hasil tanam yang maksimal.

Cara Menyemai Cabe Pada Budidaya Cabe Rawit

Penyemaian benih cabe rawit pada budidaya cabe rawit


Cara menanam cabe di pekarangan rumah atau lahan sempit diawali dengan mempersiapkan beberapa hal. Siapkan polybag ukuran 5 x 10 cm atau media tray semai, media tanah semai meliputi campuran antara tanah, kompos dan arang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 kemudian aduk rata.

BUDIDAYA CABE RAWIT, MENANAM CABE RAWIT, JUAL BENIH CABE RAWIT MURAH
BENIH CABE RAWIT
Benih direndam air hangat terlebih dahulu selama 6 jam untuk merangsang pertumbuhan. Kemudian benih ditanam kedalam polybag sedalam 0,5 cm dan ditutup dengan media yang sudah disiapkan.

Penyiraman dilakukan pagi sore, pertumbuhan benih terjadi 1-2 minggu setelah tanam dan apabila sudah muncul 5 helai daun atau sekitar 1,5 bulan bibit tanaman dipindah ke lahan.

Cara menyemai cabe lebih baik dilakukan terlebih dahulu pada media persemaian sehingga bisa mendapatkan dan memilih bibit cabe rawit yang nantinya akan dipindah tanam ke lahan tanam.

Cara Mempersiapkan Lahan Penanaman Bibit Cabe, Budidaya Cabe Rawit

Pengolahan Lahan Tanam pada budidaya cabe rawit


Persiapkan pot sebagai tempat penanaman bibit cabe rawit apabila tidak ada lahan tanah sama sekali. Kalau masih ada lahan tanah disekitar rumah, cangkul atau bajak lahan sedalam 30 - 50 cm, sehingga tanah menjadi gembur.

Bila cukup dibuat jalur-jalur tanam seperti bedengan di sawah, buat bedengan tinggi 25 - 30 cm dengan panjang sesuai lahan atau kebutuhan tanam dan jarak antar bedengan dibuat sekitar 25 - 30 cm saja.

Apabila tidak cukup, diatur saja supaya lahan tanam gembur dan ada saluran air untuk mengalirkan air supaya tidak tergenang. Apabila medianya pot, persiapkan saja media tanah yang sudah diolah dengan pupuk kandang sebagai media tanah pengisi pot.

Dibutuhkan kadar pH tanah 6 - 7 apabila kurang maka perlu ditambahkan kapur tanah / dolomit sesuai takaran dan dicampurkan pada saat pencangkulan atau pembajakan tanah diawal tadi.

Pasang mulsa plastik untuk menutup bedengan atau pot tadi. Pemasangan lebih baik pada siang hari pada saat panas.

Kegunaan mulsa untuk menjaga dari erosi dari guyuran hujan atau penyiraman nantinya, menjaga kelembaban, menjaga dari gulma dan bisa sebagai pemutus rantai hama dan penyakit.

Kemudian buat lubang tanam dengan melubangi mulsa yang sudah terpasang dibedengan tadi dengan pelubang mulsa. Bisa dibuat 2 jalur dengan jarak tanam cabe rawit 50cm x 60cm atau 30cm x 40cm dan lubang tanah dibuat tidak sejajar lurus melainkan zig-zag.

Dengan sudut zig-zag 30 - 45 derajat dari lubang pertama dan kedalaman lubang 8 - 10 cm. Pengaturan jarak tanam cabe rawit ini  untuk lahan tanh yang sudah dibuat bedengan dan untuk media pot langsung lubangi pot yang sudah ditutupi mulsa tadi. Atur dan sesuaikan banyaknya lubang tanam pada pot dengan luas penampang pot.

Penanaman bibit cabe pada budidaya cabe rawit


Lakukan pemindahan bibit tanaman cabe yang sudah muncul 3-4 helai daun ke lubang tanam yang sudah disediakan tadi. Tanam dan tutupi dengan tanah, ditekan pelan dan lakukan penyiraman.

Lebih baik pemindahan dilakukan pada sore hari agar tidak terlalu panas sehingga tanaman cabe bisa layu. Selanjutnya sirami tanaman cabe tersebut secukupnya.

Pastikan bibit tanaman cabe tumbuh tegak, dan siapkan ajir atau penyangga disekitar tanaman nantinya apabila tanaman cabe sudah mencapai ketinggian 1-1,5 m atau sekitar 2 bulan.

Ikatkan dengan tali plastik bantang pohon cabe dengan penyangga untuk menjaga pohon cabe tetap tumbuh tegak lurus dan tidak ambruk terkena terpaan angin dan hujan.

Pemeliharaan dan Perawatan tanaman cabe pada budidaya cabe rawit

Pemupukan Tanaman Cabe


Ketika tanaman cabe rawit mencapai 2 minggu, lakukan pemupukan tanaman cabe dengan melarutkan beberapa campuran seperti pupuk kompos, TSP, KCL dan air, semprotkan pada tanaman.

Biasanya satu tanaman cabe membutuhkan takaran 200 - 250 ml larutan campuran pupuk pupuk cabe rawit tersebut. Lakukan penyemprotan rutin tiap 2 minggu sekali, hingga tanaman cabai tumbuh bunga.

Pada saat tanaman cabe rawit sudah tumbuh bunga, dilakukan penyemprotan menggunakan air dicampur pupuk daun atau penyubur lainnya. Penyiraman budidaya cabe rawit dilakukan pada saat terik pagi dan sore tidak pada saat siang hari.

Baca Juga : Resep Tanaman Cabai Hasil Tinggi dan Bebas Virus

Cara lain pemupukan susulan pada budidaya cabe rawit, bisa diberikan NPK 1 sendok tiap lubang, pupuk organik cair dengan cara disemprotkan pada daun cabe pada masa pertumbuhan.

Pupuk cabe rawit dibutuhkan sekitar 4 kg / tanaman pupuk organik atau pupuk kandang pada saat tanaman cabe sudah berbuah. Gejala kurang pupuk pada tanaman cabe berakibat tunasnya berkembang agak lambat karena nutrisi dibagi antara pebentukan buah yang lebat dan pertumbuhan tunas.

Untuk mendapatkan hasil optimal, perhatikan dalam pemupukan pada budidaya cabe rawit.

Perlu dilakukan pengaturan untuk pemberian pupuk berbasis Nitrogen dengan takaran lebih banyak dari pupuk berbasis Phospor untuk pertumbuhan awal tanam.

Karena pupuk N mampu memacu pertumbuhan tunas, batang dan daun. Apabila tanaman cabe sudah mulai muncul kuncup bunga ubah takaran dengan mengurangi pupuk N dan meningkatkan pupuk berbasis P.

Karena pupuk berbasis P memperlancar pengangkutan air dan nutrisi tanaman ke sel-sel hingga buah. Pupuk Phospor berguna untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah pada budidaya cabe rawit.

Baca Juga : Cabai Pelita 8 Lebih Tahan Hama Penyakit

Baca Juga : Bhaskara Cabai Kecil Cepat Panen Hasil Tinggi

Cara Meningkatkan Hasil Tanaman cabe Dan Pengendalian Terhadap Hama dan Penyakit Tanaman Cabe


  • Untuk meningkatkan hasil tanaman cabe pada budidaya cabe rawit, perlu diperhatikan mengenai teknik pemangkasan tanaman cabe. Pemangkasan yang tepat dilakukan pada saat pemangkasan tunas pada bibit cabe. Hal ini karena bibit tanaman cabe yang masih muda regenerasi sel tumbuhnya tinggi, sehingga hasil pemangkasan akan cepat tumbuh. Pertumbuhan menghasilkan 2 cabang utama, dengan pertumbuhan normal semua maka akan menghasilkan pertunasan, percabangan, kuncup bunga buah yang jumlah 2 kali lipat dari tanaman yang tidak dipangkas. Proses pemangkasan dilakukan pada hari 20 setelah tanam untuk tunas yang ada di ketiak daun.

  • Selain pemangkasan yang tepat, penggunaan mikroba penyubur bisa juga diterapkan untuk meningkatkan kesuburan tanah pada budidaya cabe rawit, sehingga produksi cabai meningkat. Beberapa mikroorganisme penyubur seperti Azotobacter sp, Rhizobium, Penicillium dan Bacillus. Berfungsi mengaktifkan potensi-potensi mineral dalam tanah sehingga tanah menjadi kaya akan unsur hara.

  • Dan untuk menjaga tanaman cabe dari serangan hama dan penyakit pada budidaya cabe rawit, bisa dilakukan penyemprotan larutan pestisida pada tanaman cabe. Tentunya dengan memperhatikan penggunaan dan kadar dosisnya, apakah untuk mengantisipasi saja atau untuk mengobati dari hama dan penyakit. Karena penggunaan pestisida harus tepat sasaran.  Pengendalian terhadap hama dan penyakit bisa digunakan pestisida sesuai keperluan dengan mengamati terlebih dahulu penyakit yang menyerangnya. Baik dari gangguan gulma, jamur maupun bakteri sampai dengan serangan virus.

Baca Juga : Hama Penyakit Pestisida Pengendalinya Budidaya Cabai

Baca Juga : Tanaman Cabai Dewata Buah Lebat Pilahan Tepat

Proses panen pada budidaya cabe rawit


BUDIDAYA CABE RAWIT, BUAH CABE RAWIT, PANEN CABE RAWIT
BUAH CABE RAWIT
Umur panen tanaman cabe rawit mencapai 70 - 100 hari setelah proses tanam. Tentunya juga bisa dilakukan beberapa kali panen tergantung jenis varietasnya dan faktor lainnya seperti kondisi lahan,  perawatan dan pemeliharaannya serta iklim.

Pemanenan bisa dilakukan berulang - ulang sesuai kebutuhan dan proses penyiraman bisa dilakukan seminggu sekali. Berbeda dengan budidaya cabe selain rumahan seperti pertanian cabe lahan luas, panen cabai dilakukan setiap 5 hari sekali dan proses penyemprotan setiap pagi sehari setelah panen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...