TOKO PERTANIAN LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA ONLINE PETANI MURAH, AMAN DAN PROMO. SEGERA BELANJA! HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

06/02/21

Produk BASF Fungisida Kontak Polycom 70 WG Untuk Cabe dan Padi

produk basf, fungisida kontak, fungisida polycom, penyakit tanaman, jual fungisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Produk BASF
Polycom 70 WG

Produk BASF Fungisida Kontak Polycom 70 WG Untuk Cabe dan Padi. HP 082141747141 ( khusus telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Toko pertanian online LMGA Agro jual produk BASF fungisda kontak Polycom 70 WG. 

Toko pertanian online LMGA Agro menyediakan benih berkualitas hibrida dan unggul. Juga tersedia pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian lengkap. Kami melayani konsultasi tentang budidaya tanaman dan permasalahannya di lapangan secara gratis. 

Kami siap kirim pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia. Bersama mitra Kami jasa ekspedisi barang JNE, KI8 dan Pos Indonesia. Kami mengajak kerja sama sebagai dropship dan reseller pertanian. 

Produk BASF Polycom 70 WG fungisida untuk pertanian. Merupakan jenis fungisida produk BASF untuk mengendalikan penyakit tanaman bawang merah, cabe, kakao, padi dan tomat. Polycom 70 WG kategori fungisida kontak berbahan aktif Metiram 70%. 

Produk BASF berkualitas fungisida kontak Polycom 70 WG mampu mengendalikan penyakit akibat jamur. Memiliki peran ganda sebagai pupuk yang dapat membuat tanaman sehat dan subur. Fungisida berbentuk butiran dan mudah larut dalam air.

Produk BASF terbaik fungisida kontak Polycom 70 WG berbentuk butiran dan dapat didispersikan dalam air. Produk BASF Polycom 70WG memiliki keunggulan karena dapat berfungsi ganda selain sebagai fungisida kontak. 

Fungisid kontak Polycom 70 WG berperan ganda juga sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Kandungan zat dalam produk BASF ini mampu menjadikan tanaman lebih sehat dan subur. 


Fungisida Kontak Polycom 70 WG 



Fungisida Polycom 70 WG produk BASF bahan aktif Metiram 70% adalah jenis fungisida kontak. Fungisida kontak Polycom 70 WG berbentuk butiran dan dapat didispersikan dalam air. Butiran berwarna coklat. 

Fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF memiliki spektrum luas dan lebih baik dibandingkan formulasi WP. Berperan juga sebagai zat pengatur tumbuh dan mengandung vitamin sebagai obat anti stres terutama pada tanaman padi. 

Peran produk BASF ini dapat meningkatkan jumlah anakan, bobot, jumlah malai dan hasil produksi padi. Juga dapat mencegah penyakit hawar pelepah dan bercak daun tanaman padi. 

Produk BASF formulasi WG ( Water Granule ) sama dengan WDG ( Water Dispersible Granule ) merupakan formulasi berbentuk butiran halus ( mikro granule ) seperti formulasi G. Namun aplikasinya dengan cara penyemprotan. 

Produk BASF formulasi WG, WDG harus diencerkan dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan. Kandungan bahan aktif cenderung tinggi. Formulasi sama juga pada SG yang berbentuk butiran halus.  




Bahan Aktif Fungisida yang Tidak Boleh Dicampur


produk basf, fungisida kontak, polycom, cabe, padi, jual fungisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Pestisida Pengendali Hama dan Penyakit

Pencampuran fungisida produk BASF dengan fungisida lain memiliki prinsip dalam aplikasinya. Pengertian fungisida adalah zat bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman akibat serangan jamur. 

Jenis fungisida bermacam-macam dan dibagi dari segi bentuk fungisida, cara kerjanya, bahan aktif, golongan dari bahan aktif tersebut dan jamur sasaran. 

Di lapangan, serangan jamur penyakit tanaman disebabkan oleh beragam jenis jamur/cendawan. Yaitu jamur Colletotricum capsici dan Colletotricum piperatum penyebabp penyakit antraknosa. Jamur Cercospora capsici penyebab penyakit bercak daun. Jamur Phytopthora infestans penyebab penyakit busuk batang/busuk akar. 

Produk BASF fungisida pengendali penyakit Antraknosa menggunakan fungisida bahan aktif Propineb, Mankozeb dan Ziram. Produk BASF fungisida pengendali penyakit bercak daun yaitu menggunakan fugisida berbahan aktif Azoksistrobin, piraklostrobin, dimetomorf atau klorotalonil. 

Pemakaian fungisida yang akan disemprotkan harus disesuaikan penyakit yang menyerang tanaman tersebut. Namun di lapangan kadang kala ditemui ada 2 atau lebih jenis penyakit yang menyerang tanaman. Dan jamur penyebabnya bisa berbeda-beda. 

Karena serangan jamur berbeda dengan penyakit berbeda pula maka kadang diperlukan 2 jenis fungisida berbeda dalam satu aplikasi. Cara seperti ini sering dilakukan untuk efektifitas waktu dan tenaga. 

Pencampuran 2 jenis pestisida juga pernah dilakukan bila tanaman terserang suatu jenis jamur yang agak parah. Dan untuk mempercepat penyembuhan diperlukan 2 jenis atau lebih fungisida dan fungsinya harus sama. 

Cara pencampuran fungisida sering dilakukan Petani di lapangan namun tetap tidak boleh sembarangan. Beberapa aturan tertentu pencampuran bahan aktif fungisida wajib diketahui. 





Akibat Mencampur Dua Jenis atau Lebih Fungisida


Mencampur dua jenis atau lebih fungisida produk BASF tidak bisa sembarangan karena dapat berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan. Antara dua jenis fungisida boleh dicampur asal kedua jenis tersebut memiliki cara kerja yang berbeda. Selain cara kerja berbeda, bisa dicampur bila bahan aktifnya dan golongan berbeda. 

Inilah beberapa akibat bila salah dalam mencampur fungisida, antara lain : 


Kekebalan ( Resistensi )

Tanaman menjadi kebal atau resisten terhadap penyakit dan semakin meningkat kekebalannya. Mencampur 2 jenis fungisida dengan bahan aktif sama menyebabkan penyakit tersebut menjadi kebal dengan bahan aktifnya. Apalagi bila disemprotkan menggunakan dosis tinggi. 

Pencampuran 2 jenis fungisida dengan bahan aktif berbeda namun cara kerjanya sama ( kontak/sistemik ) juga mengakibatkan kekebalan. Sehingga sebelum mencampur, perlu mengetahui jenis fungisida dengan bertanya ke Toko pertanian tempat membeli. Atau dibaca dari label kemasan. 


Pemborosan 

Bahwa mencampur 2 jenis fungisida yang cara kerjanya sama juga akan sia-sia. Karena sebenarnya tidak ada peningkatan efikasi dari pengaruhnya ke tanaman. Malah dapat menyebabkan pemborosan. 


Meracuni Tanaman

Pencampuran 2 jenis fungisida bisa jadi berakibat fatal seperti meracuni tanaman juga lingkungan dan tanah. Hal ini bisa terjadi karena reaksi dari 2 jenis bahan kima yang bertemu dan beraksi racun bagi tanaman. 

Aturan dalam pencampuran dua fungisida untuk mengetahui apakah aman bagi tanaman atau tidak, bisa Anda lakukan cara berikut. Lakukan percobaan terlebih dahulu, yaitu mencampur 2 jenis fungisida dan larutkan dalam air. 

Bila tidak ada reaksi seperti mendidih atau terjadi gumpalan, maka pencampuran dua jenis fungisida tadi aman digunakan. Dua jenis fungisida dan dilarutkan dalam air dan tercampur sempurna maka boleh disemprotkan ke tanaman. 



Aturan dalam Mencampur Bahan Aktif Fungisida


produk basf, fungisida kontak, polycom, cabe, padi, jual fungisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Alat Siram Kocor | LMGA Agro

Beberapa jenis bahan aktif fungisida disarankan untuk tidak boleh dicampur. Beberapa jenis fungisida tersebut tidak boleh dicampur berdasarkan merk, bahan aktif, golongan dan cara kerjanya. 

Aturan dalam mencampur ini tidak boleh dilakukan berdasarkan merk dagang dan bahan aktifnya. Yaitu jenis fungisida berbagai merk dagang namun bahan aktifnya sama, tidak boleh dicampur. Sehingga sebelum mencampur dua fungisida, ketahui dahulu bahan aktifnya, bila sama tidak boleh dicampur. 

Berbagai macam bahan aktif yaitu seperti Propineb, Difenokonazole, Tembaga hidroksida, Mankozeb dan lain-lain. 

Dua jenis fungisida ini juga tidak boleh dicampur bila berdasarkan bahan aktifnya berbeda namun golongannya sama. Bahan aktif Propineb, Mancozeb, Ferbam, Maneb, Metiram, Tiram, Zineb, Ziram merupakan satu golongan yang sama yaitu Ditio-Karbamat. 

Jenis fungisida bahan aktif Karbendazim, Fuberidazol dan Tiabendazo dan Benomil dari jenis golongan yang sama yaitu Benzimidazol. Sehingga tidak boleh dicampur karena dari golongan yang sama. 

Golongan Triazol yaitu Azakonazol, Bitertanol, Bromukonazol dan masih banyak lagi tidak boleh dicampur. Sebelum pemakaian, bacalah label kemasan dahulu. Dan masih banyak golongan jenis fungisida lainnya seperti golongan Asilalani, Metoksi-akrilat dan lain-lain. 

Dua jenis fungisida dengan cara kerja yang sama juga tidak dianjurkan untuk dicampur. Cara kerja fungisida ada fungisida kontak seperti fungisida Polycom 70 WG produk BASF dan fungisida sistemik. Untuk mengetahui cara kerja jenis fungsida dapat dilihat pada label kemasannya. 




Waktu Penyemprotan Fungisida pada Padi



Penyemprotan fungisida produk BASF untuk tanaman padi harus tepat kapan waktu terbaiknya. Waktu penyemprotan fungisida produk BASF tanaman padi yang tepat menjadi langkah pengendalian penyakit tanaman padi. Diharapkan tanaman padi dapat sehat dan panen bisa maksimal.

Penyemprotan produk BASF fungsida untuk tanaman padi menjadi kegiatan penting ketika sudah memasuki musim tanam padi. Produk BASF fungisida kontak Polycom 70 WG efektif mengendalikan penyakit tanaman padi. 

Tidak sedikit ternyata Petani belum mengetahui waktu tepat dan terbaik penyemprotan produk BASF fungisida kontak untuk tanaman padi. Penyemprotan tepat harus segera dilakukan agar hasil panen bisa maksimal. 

Waktu penyemprotan fungisida Polycom 70 WG produk BASF yang tepat juga akan tepat sasaran. Sehingga penggunaan fungisida kontak Polycom 70 WG bisa lebih hemat. 

Penyemprotan fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF saat hendak pindah tanam. Penyemprotan ini adalah pertama ketika pindah tanam bibit padi. Tujuan waktu penyemprotan saat pindah tanam untuk mencegah serangan jamur. Juga mendukung proses adaptasi bibit padi setelah pindah tanam.

Saat pindah tanam ( tandur ) bibit padi, Petani biasanya memotong ujung-ujung daun padi. Tujuannya adalah agar bibit padi saat ditanam pada posisi yang benar. Sebenarnya efek dari pemotongan ujung-ujung daun padi tersebut menjadi jalan masuknya jamur patogen pembawa penyakit. 

Sehingga penyemprotan fungisida Polycom 70 WG produk BASF perlu disemprotkan saat pindah tanam. Yaitu untuk mengurangi risiko padi terinfeksi jamur. Penyemprotan dilakukan setelah dipotong ujung-ujung daun dan sebelum bibit dicabut dari persemaian. 


Penyemprotan Fungisida Polycom 70 WG Saat Padi Bunting


Keadaan padi bunting yaitu sedang memasuki fase generatif dan rentan sekali terkena serangan jamur. Hal ini tentu saja merugikan bila tidak segera dilakukan tindakan pencegahan atau pengendalian. 

Serangan jamur yang dibiarkan seperti pada proses pertumbuhan malai padi, pasti akan menghambat pertumbuhan padi. Dan kemudian imbasnya panen padi menurun kualitasnya karena bobot berkurang atau tidak berbobot sama sekali. 

Di fase generatif atau saat padi bunting merupakan waktu penyemprotan fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF yang tepat. Tujuannya mencegah dan melindungi tanaman padi dari segala jenis jamur patogen. Sehingga didapatkan bobot padi yang tinggi. 

Penyemprotan juga dilakukan bila jamur sudah menyerang tanaman padi. Berikut nama penyakit tanaman padi yang disebabkan serangan jamur patogen. 

1. Gosong palsu yaitu penyakit akibat jamur dan menyerang bulir padi sehingga bulirnya menyerupai oncom. 

2. Potong leher yaitu jamur menyerang leher malai hingga malai padi menjadi putus. 

3. Hawar daun yaitu jamur menyerang daun padi bagian ujungnya atau biasa disebut penyakit blas. 

4. Bercak daun coklat yaitu jamur menyerang daun padi hingga timbul bintik coklat. 

Waktu penyemprotan fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF pada tanaman padi sebaiknya dilakukan pagi hari. Karena pagi hari kondisi embun masih ada sehingga kerja fungisida bisa lebih efektif. 


Penyakit Tanaman Layu Fusarium pada Cabe


produk basf, fungisida kontak, polycom, cabe, padi, jual fungisida, toko pertanian, toko online, lmga agro
Benih Cabe Tahan penyakit

Penyakit tanaman layu fusarium
disebabkan oleh serangan jamur patogen. Fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF mampu mengendalikan penyakit layu fusarium cabe. Bahan aktif Metiram 70%. 

Penyakit tanaman layu fusarium menunjukkan gejala layu pada tanaman yang terserang. Penyebab layu fusarium adalah akibat infeksi jamur patogen Fusarium oysporum.   

Penyakit tanaman layu fusarium bisa menyerang tanaman cabe kapan saja terutama saat musim hujan. Di musim hujan, perkembangan jamur F. oxysporum berkembang cepat dan mudah menyebar dari tanaman satu ke tanaman lain. 

Perkembangan jamur menyukai kelembaban udara yang tinggi, lahan tergenang air dan pH tanah yang rendah. Inisiasi atau perkembangan penyakit tanaman layu fusarium terjadi pada leher batang bagian bawah dekat tanah. 

Bagian paling dekat tanah akan cepat membusuk dan berwarna coklat. Kemudian infeksi menjalar ke akar dan terjadi busuk basah pada akar. Apabila kelembaban tanah cukup tinggi maka bagian leher batang yang tadinya busuk  kering berubah warna. Terjadi perubahan warna menjadi putih keabu-abuan karena adanya massa spora. 

Penyakit tanaman layu fusarium juga menyerang dan menjalar ke ranting hingga terjadinya layu pada daun cabe. Sehingga sampai pada matinya tanaman cabe. 

Penyakit tanaman layu fusarium dapat ditemui baik tanaman muda maupun sudah dewasa. Gejala pada tanaman yaitu tanaman layu pada pukul 10.00 - 14.30. Lalu tampak segar di pagi hari dan sore menjelang malam karena proses fotosintesis berkurang. 

Gejala penyakit tanaman layu fusarium mirip dengan layu bakteri hanya berbeda pada lamanya fase infeksi oleh patogen. Serangan layu bakteri, tanaman lebih cepat mati yaitu hanya 2 - 3 hari setelah serangan. Namun layu fusarium mulai layu hingga semakin parah dan mati setelah 7 - 10 hari. 




Produk BASF Mengendalikan Penyakit Tanaman Cabe


Meski belum ada fungisida kimia yang benar-benar efektif namun serangan jamur tetap bisa dikendalikan populasinya. Fungisida Polycom 70 WG produk BASF mengendalikan populasi jamur di lahan pertanaman cabe Anda. 

Selain menyemprotkan fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF, usaha pengendalian lain dapat membantu menekan jumlah serangan jamur. Salah satunya menggunakan benih hibrida dan unggul bebas penyakit. Benih berkualitas dapat dibeli di Toko Pertanian Online LMGA Agro.

Anda dapat melakukan beberapa usaha pengendalian berikut selain cara kimiawi menggunakan fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF. Berikut cara-cara tersebut : 


1. Menggunakan agensi hayati Trichoderma yaitu jamur baik yang melawan jamur patogen atau disebut juga fungisida alami. Efektif mencegah penyakit tanaman layu fusarium. Trichoderma dicampurkan dalam pupuk organik dan diberikan sebagai pupuk dasar saat pengolahan tanah. Atau dikocorkan di setiap lubang tanam sebelum penanaman bibit.  


2. Cabut tanaman sakit akibat serangan jamur dan gejala layu. Segera cabut lalu dibakar. Tanah bekas tanaman mati tadi juga harus dibuang. Lalu di tempat tumbuhnya dibuat lubang tanam baru lalu disemprot fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida. Tujuannya mencegah penularan ke tanaman sehat. 


3. Pemupukan tepat dan hindari pemberian pupuk N seperti Urea berlebihan. Pupuk NPK lebih baik karena mengandung usur lain yang dibutuhkan tanaman. Urea berlebihan menyebabakan tanaman sukulen dan rentan diserang penyakit tanaman. 


4. Rotasi tanaman yaitu menggilir tanam dengan tanaman toleran penyakit layu fusarium. Cara ini efektif mengendalikan populasi patogen dan perkembangan jamur. Rotasi tanaman tidak dengan tanaman satu famili. 


Penyemprotan Fungisida Kontak Polycom 70 WG Produk BASF yang Tepat


Kenali dahulu jenis penyakit yang menyerang. Mendiagnosa penyakit tanaman dapat memudahkan kita dalam memilih jenis fungisida. Toko pertanian online LMGA Agro melayani konsultasi tentang hama dan penyakit serta cara mengatasinya. Fungisida kontak Polycom 70 WG Produk BASF mengendalikan penyakit akibat jamur patogen. 

Waktu penyemprotan patut diperhatikan. Umumnya penyemprotan pestisida dilakukan pagi hari sebelum matahari bersinar terik dan sore hari. Pagi hari, gerak hama masih belum banyak juga di sore hari. Penyemprotan tidak saat hujan atau mendung.

Penyemprotan preventif atau pencegahan dilakukan sebelum patogen menyerang. Penyemprotan berkala seperti seminggu sekali. Pemberian secara kuratif yaitu setelah ada serangan hama dan penyakit. 

Pemberian pestisida pada tanaman harus sesuai dengan dosis anjuran. Jangan mencoba untuk mengurangi atau menambahkan dosis anjurannya. Bila terlalu rendah, hama dan penyakit tidak hilang. Bila terlalu berlebihan dosisnya dapat berpotensi terjadi penumpukan racun pada tanaman. 

Hal tersebut selain membahayakan kualitas tanaman juga berbahaya bila dikonsumsi manusia. Agar aman, gunakan dosis anjuran terendah lalu dosis bisa ditambah seiring bertambahnya umur tanaman. Atau bila intensitas serangan hama dan penyakit semakin meningkat. 

Teknik pemberian ada yang cara ditabur, penyemprotan, pengasapan dan fumigasi. Penyemprotan terus menerus menyebabkan resistensi tanaman. Sebaiknya gunakan pestisida dengan bahan aktif secara bergantian. Baca aturan pakai sebelum menggunakan pestisida. 

Demikian artikel judul : Produk BASF Fungisida Kontak Polycom 70 WG Untuk Cabe dan Padi. Hubungi nomer kontak 082141747141 ( telpon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Toko pertanian LMGA Agro melayani online benih hibrida dan unggul, pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian. 

Kami melayani konsultasi pertanian gratis dan siap kirim pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia. Kami mengajak kerja sama sebagai dropship dan reseller pertanian. 

Semoga artikel Kami bermanfaat dan menambah wawasan tentang fungisida kontak Polycom 70 WG produk BASF. Mengatasi serangan jamur pada tanaman cabe, padi, bawang merah dan masih banyak lagi. Salam sukses....


RELATED POSTS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk berkomentar secara bijak dan sesuai bahasan.