SELAMAT DATANG DI LMGA AGRO. UNTUK BERBELANJA SILAKAN HUB KAMI DI : HP 082 141 747 141 (TELP/SMS/WA). LMGA AGRO TOKO ONLINE TERPERCAYA PETANI INDONESIA. KAMI MENYEDIAKAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS BUDIDAYA PERTANIAN
SELAMAT BERBELANJA DAN NIKMATI KONSULTASI GRATISNYA

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

Minggu, 19 Januari 2014

MERAIH UNTUNG BERLIPAT DENGAN MENANAM CABAI TAHAN VIRUS F1 RIMBUN

       Saat ini tanaman cabai, tomat, terong,kacang panjang dan sayuran produktif lain yang di cari oleh petani adalah tanaman yang bisa tahan dan teruji oleh serangan Virus terutama yang di sebabkan oleh Gemini Virus ( Kutu Kebul ).
Hal ini tidak mengherankan karena akibat seragan gemini virus petani banyak di rugikan, baik dari segi biaya maupun hasil. Bahkan di daerah yang Endemik Gemini Virus cabai yang sifatnya Toleran sudah tidak dapat memberikan hasil yang maximal karena akibatnya bisa rusak sampai 50 %.
       Virus ini disebabkan oleh Kutu Kebul ( Bemecia tabaci ) yang sifatnya Polypag ( makan banyak jenis ) sehingga kutu jenis ini bisa bertahan di banding penyebab Virus yang lain seperti : Trips, Mite, Aphit. Tak mengherankan kalau saat ini Breeder perusahaan Benih seperti Cap Panah Merah, Bisi Cap Kapal Terbang, Diamond Seed, Sakata Seed dll berlomba-lomba untuk mencari Varietas tanaman tahan Virus. Hal ini disebabkan secara pasti kalau benih Sayuran Produktif tadi akan cepat di respon oleh petani dan menjadi Market Leader di Pasaran dalam waktu yang cepat. Hal ini akan memberi keuntungan tersediri bagi pabrikan selaku produsen benih atapun petani selaku pengguna benih. Pada bahasan saya sebelumnya sudah membahas tanaman produktif yang sudah tahan Virus seperti Tomat ( F1Tymoti, F1 Tantyna, F1 Fortuna 23, Servo Dll ), Timun ( F1 Metavi, F1 Tirta, F1 Bhakti ), Kacang Panjang ( Parade Tavi, Puspita 06 ). Pada kesempatan ini saya akan sedikit menbahas cabai tahan Virus yang bernama Cabai F1 Rimbun . Cabai F1 Rimbun ini di produksi oleh perusahaan Benih PT. Bisi International dengan Merk terkenalnya Cap Kapal Terbang. Cabai ini sudah teruji di tanam di daerah sentra cabai dan banyak serangan Virus baik secara tunggal maupun di bandingkan dengan cabai Varietas lain yang ternama dan keluar terlebih dahulu. Ketahanan Virus Cabai F1 Rimbun ini di saksikan langsung oleh penulis dan sungguh membuat penulis terbengong-bengong karena penulis selama ini belum pernah menyaksikan cabai jenis keriting yang ketahanannya seperti F1 Rimbun ini. Disaat tanaman cabai keriting jenis lain tidak bisa memberikan hasil yang maximal ( dengan kerusakan 40 % akibat serangan Virus ) dan membuat kerugian petani, Cabai Hibrida Rimbun ini justru terlihat utuh dan pertumbuhannya pun normal tidak ada satupun tanaman Rimbun yang kerdil dan keriting. Keunggulan lain yang bisa di sampaikan kepada pembaca tentang cabai F1 Rimbun ini selain Tahan terhadap serangan Virus keriting dan kuning antara lain bisa saya jabarkan sebagai berikut :

  • Tanaman mempunyai ketahanan terhadap layu ( jamur maupun bakteri ) 
  • Buah mempunyai ukuran yang ramping ( Diameter 0.6 -0.7 Cm ) dan mempunyai kadar air yang rendah sehingga tahan terhadap pengangkutan
  • Tanaman Cabai F1 Rimbun mempunyai Vigor dan Fisik tanaman  tinggi dan besar, sehingga mempunyai potensi yang besar pula
  • Potensi yang di hasilkan bisa mencapai 1,3 Kg per tanaman dalam satu siklus penanaman
  • Perawatan lebih mudah dan murah di bandingkan Varietas cabai Keriting yang sudah ada dan keluar terlebih dahulu
  • Buah merah menyala dan mengkilat sehingga oleh pedagang di beri harga yang lebih mahal dari cabai jenis keriting  lain
  • Mampu di petik sampai 30 kali petik bahkan bisa keluar buah ke 2 yang hasilnya tidak kalah dengan buah petama kalau pupuk dan perawatam Optimal bisa petik sampai 40 kali petik
       Demikian ulasan sekilas tentang cabai F1 Rimbun ini, apabila ada yang kurang jelas bisa menghubungi penulis di CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...