Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Kami Libur 07 - 21 April 2024.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

02/02/2023

Read

Fungisida Trivia 73 WP Pestisida Terbaik - LMGA AGRO

fungisida trivia 73 wp,fungisida,trivia,trivia 73 wp,bayer
Fungisida Trivia 73 WP
Fungisida Trivia 73 WP Pestisida Terbaik. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. LMGA AGRO merupakan toko pertanian online yang jual berbagai kebutuhan pertanian harga terjamin terjangkau.

Fungisida Trivia 73 WP telah tersedia di LMGA AGRO. Toko pertanian terdekat LMGA AGRO jual fungisida Trivia 73 WP original produksi Bayer. Dapatkan segera produk fungisida Trivia 73 WP harga murah hanya di LMGA AGRO.

Indonesia ialah negara agraris yang kaya akan aneka macam hasil pertanian. Hasil pertanian tersebut contohnya saja seperti sayuran, buah – buahan, dan lainnya. Dengan fakta itu, maka sektor pertanian semakin terbukti sangat vital peranannya untuk Indonesia.

Segera beli fungisida Trivia 73 WP telah tersedia di LMGA AGRO. Toko pertanian terdekat LMGA AGRO jual fungisida Trivia 73 WP original produksi Bayer.

Walaupun sempat terkena dampak pandemi virus Corona, namun selama masa pandemi sektor pertanian justru malah lebih berkembang. Dari awal kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun 2020, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan yang bagus.

Dari hal tersebut, dapat diambil kesimpulan jika sektor pertanian jadi salah satu penyelamat ekonomi Nasional ketika Covid 19 melanda. Terlebih lagi, dalam kurun waktu itu, sektor pertanian lainnya sedang lesu.

Salah satu kegiatan utama dalam menggerakkan sektor pertanian adalah budidaya tanaman. Hasil panennya itulah yang diperjualbelikan ke berbagai tujuan dengan nilai jual bervariasi.

Nah, supaya nilai jual hasil panen tinggi, maka hasil panen tanaman harus mempunyai kualitas bagus. Kualitas bagus tersebut hanya dapat Anda peroleh dengan melakukan budidaya tanaman secara baik serta benar mulai awal sampai akhir.

Peluang Agribisnis Pertanian Di Indonesia

Tidak bisa disangkal bila pertanian ialah bidang yang cukup banyak dimanfaatkan sebagai penghasil pendapatan utama bagi penduduk Indonesia. Sektor pertanian sangatlah memegang peranan penting untuk perekonomian Indonesia.

Selain secara konsisten berkontribusi terhadap pendapatan devisa dan pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian juga dapat menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 13 juta penduduk Indonesia.

Sektor pertanian termasuk dalam jajaran 5 besar penghasil pendapatan terbesar di Indonesia. Sekarang ini telah makin banyak masyarakat Indonesia yang terletak di pedesaan maupun di perkotaan yang menjalankan bisnis pertanian.

Berlimpahnya keanekaragaman hayati yang berlimpah dan tersebar di banyak wilayah Indonesia merupakan potensi usaha pertanian terhadap perekonomian Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, Indonesia memiliki potensi tanah garapan yang sangat luas. Tentu hal tersebut juga bisa menyerap tenaga kerja yang punya andil dalam meningkatkan pendapatan Nasional.

Di masa sekarang, dengan melonjaknya permintaan pasar menjadikan peluang bisnis budidaya tanaman punya prospek sangat menjanjikan. Maka tak salah bila banyak orang sangat cocok dimanfaatkan.

Nah, jika Anda ingin memulai usaha agribisnis budidaya tanaman muncul gangguan yang dapat menghambat. Lalu, apa saja contoh gangguan tersebut ?

Baca Juga : Bibit Kangkung Yang Bagus Potensi Hasil Menjanjikan

Gangguan Penyakit Tanaman Akibat Jamur

cendawan,gangguan,penyakit,tanaman,penyakit tanaman
Gangguan Penyakit Tanaman Akibat Jamur

Seringkali ketika melakukan pembudidayaan tanaman muncul gangguan yang bisa saja menghambat. Salah satu dari contoh gangguan tersebut ialah serangan penyakit tanaman karena infeksi jamur.

Akibat penyakit karena jamur ini, tanaman akan mengalami kerusakan bahkan kematian. Selain itu, tingkat produktivitas tanaman dapat turun sampai sebesar ± 70 % dalam skala Nasional.

Penyakit karena jamur yang menyerang tanaman bisa dipicu oleh berbagai faktor, contohnya seperti cuaca ekstrim. Akibat penyakit tersebut, banyak petani di banyak daerah di Indonesia mengeluhkan kondisi itu.

Tidak hanya menurunkan kuantitas dan kualitas hasil panen, namun juga bisa menyebabkan kegagalan panen. Dengan fakta tersebut, maka petani harus melakukan tindakan agar tidak mengalami kerugian terus – menerus.

Beberapa contoh penyakit akibat infeksi jamur yang perlu diwaspadai yaitu :

Antraknosa

Cendawan bernama Colletotrichum capsici merupakan penyebab terjadinya penyakit antraknosa. Mereka mampu bertahan hidup di tanah, masuk ke dalam biji, sisa – sisa tanaman, ataupun inang alternatif.

Patogen jamur ini bisa menginfeksi tanaman dalam seluruh tahap pertumbuhan tanaman hingga pasca panen. Cendawan C. capsici tumbuh subur selama periode hangat serta basah, dan bisa menyebar lewat air hujan atau irigasi.

Infeksi buah bisa terjadi pada suhu dari 10° C sampai 30° C dengan suhu optimal 23° – 27° C. Penyakit antraknosa akan makin parah jika permukaan buah tengah basah.

Luka melingkar ataupun bersudut basah pada buah yang berikutnya jadi sedikit cekung serta lunak. Bagian tengah luka yang awalnya berwarna oranye / coklat menjadi berubah hitam, sedangkan jaringan sekitar berwarna lebih terang.

Sebagian besar permukaan buah bisa tertutupi oleh luka. Pada bintik – bintik buah seringkali muncul cincin konsentris. Buah hijau mengalami infeksi tersembunyi dan tak menunjukkan gejala apa – apa sampai buah matang.

Gejala pada daun serta batang muncul sebagai bintik kecil abu – abu kecoklatan dengan tepian coklat tua. Ketika akhir musim, buah yang matang membusuk serta cabang pun akhirnya mengalami mati pucuk.

Busuk Buah

Penyakit busuk buah terjadi karena infeksi jamur bernama Phytophthora palmivora. Jamur ini mampu bertahan hidup di tanah selama bertahun – tahun.

Pada musim kering, spora hidup dalam tanah dalam bentuk siste yang memiliki dinding tebal. Cendawan P. palmivora bisa bersumber dari tanah dan terbawa melalui percikan air hujan ke buah – buah yang dekat tanah.

Sesudah berhasil menginfeksi, dalam waktu beberapa hari cendawan pada buah sudah bisa menghasilkan banyak sporangium (bagian tubuh cendawan yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya spora).

Sporangium ini bisa terbawa oleh percikan air, angin, serta mencapai buah yang lebih tinggi. Cendawan yang berada dalam tanah juga bisa terbawa oleh serangga, contohnya seperti semut.

Dengan begitu, maka patogen jamur bisa mencapai buah yang letaknya tinggi. Dari buah yang tinggi, sporangium bisa terbawa oleh air ke buah – buah yang terletak di bawahnya.

Dari buah yang sakit cendawan bisa berkembang melalui tangkai serta menyerang bantalan buah. Dalam perkembangannya, bisa terus berkembang sehingga mengakibatkan terjadinya penyakit kanker batang.

Tingkat keparahan penyakit busuk buah ditentukan oleh berbagai faktor. Contohnya seperti curah hujan, cara bercocok tanam, serta tingkat kelembaban udara.

Tingginya tingkat kelembaban akan membantu proses pembentukan spora serta meningkatkan infeksi. Infeksi hanya bisa terjadi bila pada permukaan buah terdapat air.

Air ini bisa berupa air hujan, namun juga bisa air yang terjadi karena pengembunan uap air pada permukaan buah. Hujan akan membantu penyebaran spora, disamping juga mampu meningkatkan kelembaban embun.

Fluktuasi intensitas penyakit berbanding lurus dengan fluktuasi curah hujan harian. Puncak intensitas serangan terjadi 1 hingga 3 minggu sesudah puncak curah hujan.

Cara bercocok tanam, antara lain seperti kerapatan tanaman, pemangkasan, pemberian mulsa, dan pemupukan bisa mempengaruhi penyakit.

Gejala serangan busuk buah bisa timbul pada berbagai usia buah sejak mentah sampai menjelang masak. Warna buah menjadi berubah, biasanya mulai dari ujung buah ataupun dekat tangkai yang bisa cepat meluas ke seluruh buah.

Buah nantinya akan membusuk dalam waktu 14 – 22 hari dan akhirnya buah menjadi berwarna hitam.

Pada permukaan buah yang sakit serta menjadi hitam tadi timbul lapisan berwarna putih bertepung. Cendawan juga masuk ke dalam buah serta mengakibatkan biji – biji membusuk.

Namun, jika penyakit busuk buah timbul pada buah yang hampir matang, biji – biji masih bisa dipungut serta dimanfaatkan.

Hawar Daun

Cendawan bernama Phytophthora infestan merupakan penyebab terjadinya penyakit hawar daun. Jamur ini masuk ke dalam tanaman lewat luka serta robekan pada kulit.

Spora jamur berkecambah pada suhu lebih tinggi serta menyebar melalui media air ataupun angin. Penyakit hawar daun akan lebih parah jika terdukung beberapa faktor, seperti suhu rendah (≤ 18° C), serta kondisi basah berkepanjangan, seperti hujan dan kabut (berkelembaban relatif ± 90 %).

Bercak coklat tua pada daun mulai terjadi dari bagian ujung ataupun tepi daun. Pada iklim lembab, bercak – bercak ini berubah menjadi lesi basah.

Lapisan jamur berwarna putih bisa dilihat pada bagian bawah daun. Seiring penyakit berkembang, seluruh daun menjadi nekrotik, berubah kecoklatan, lalu akhirnya mati.

Lesi serupa juga muncul pada bagian batang serta tangkai daun. Umbi kentang mempunyai bintik biru keabu – abuan pada kulitnya serta dagingnya juga berubah warna menjadi coklat.

Bercak Daun

Serangan jamur bernama Alternaria brassicae merupakan penyebab terjadinya penyakit bercak daun. Cara utama penularan ini yakni melalui benih yang terinfeksi.

Benih kemungkinan mengandung spora pada kulit biji ataupun benang cendawan pada jaringan internal. Dalam 2 kasus tersebut, jamur secara bertahap mengkoloni tanaman yang tak terdekomposisi.

Dalam kasus tersebut, spora yang mendarat pada tanaman sehat memasuki jaringan lewat pori – pori alami pada daun ataupun lewat luka.

Dalam kondisi apapun, suhu hangat (optimal 20 – 24° C), hujan berangin, serta kondisi lembab makin mendukung proses infeksi.

Seluruh bagian tanaman yang berada di udara bisa terserang serta tingkat kerentanan berbeda – beda bisa dijumpai pada tanaman berbeda.

Umumnya, bercak coklat keabu – abuan muncul pertama kali pada daun berumur lebih tua. Bercak itu berkisar dari bercak hitam kecil yang menyebar sampai luka besar berzona – zona sampai diameter 12 mm dengan bagian tengah berwarna coklat.

Luka ini mungkin mempunyai massa spora jelaga pada bagian tengahnya serta dikelilingi oleh halo nekrotik. Seiring waktu berjalan, bagian tengahnya menjadi tipis serupa seperti kertas. Pada akhirnya, daun ini akhirnya rontok serta menunjukkan tampilan seperti lubang bekas tembakan.

Hawar Pelepah

Jamur bernama Rhizoctonia solani merupakan penyebab terjadinya penyakit hawar pelepah. Suhu tinggi antara 28 – 32° C, banyaknya pupuk nitrogen, serta kelembaban relatif tinggi makin mendukung perkembangan penyakit hawar pelepah.

Resiko infeksi serta penyebaran penyakit ini cukup tinggi, terlebih ketika musim hujan. Tertutupnya kanopi makin mendukung kondisi lembab juga kontak dengan cendawan.

Cendawan R. solani bertahan hidup di tanah selama beberapa tahun sebagai sklerosium aktif. Ketika lahan tergenang, jamur ini akan mengapung ke permukaan.

Sesudah kontak dengan tanaman padi, cendawan memasuki pelepah daun lalu akan memulai proses infeksi.

Gejala awal penyakit hawar pelepah yakni muncul lesi pada batang (pelepah) dekat garis air. Bentuk lesi ini oval, berwarna abu – abu kehijauan, panjangnya 1 – 3 cm, serta basah.

Lesi ini tumbuh secara tak beraturan serta berubah warna menjadi abu – abu sampai putih dengan tepian berwarna coklat.

Saat penyakit hawar pelepah berkembang, bagian atas tanaman akan terinfeksi. Pada bagian ini, muncul lesi yang tumbuh secara cepat serta semua daun menjadi berwarna lebih cerah.

Hal ini bisa menyebabkan matinya daun dan seluruh tanaman. Berikutnya, pustula jamur akan terbentuk pada permukaan tanaman.

Bercak Ungu

Penyakit bercak ungu disebabkan karena infeksi cendawan Alternaria porri. Cendawan ini mampu melewati musim dingin pada sisa – sisa tanaman yang terinfeksi ataupun dekat permukaan tanah.

Cendawan A. porri melanjutkan siklus hidupnya dengan produksi spora ketika kondisi hangat serta basah terjadi di musim semi.

Angin, air hujan, ataupun air irigasi menyebarkan spora ke tanaman serta lahan sehat. Penyakit ini terjadi dalam kondisi menjanjikan, yakni pada suhu 21 – 30° C serta kelembaban relatif 80 hingga 90 %.

Kejadian penyakit serta intensitas gejala juga tergantung pada musim serta kondisi lahan tanam. Saat penyakit hawar daun terjadi bersamaan dengan hawar Stemphylium, kerusakan pada tanaman bisa menjadi lebih parah.

Gejala penyakit bercak ungu tergantung pada kelembaban relatif (RH) lingkungan sekitar. Bintik – bintik kecil tak beraturan, cekung, serta keputihan muncul pertama kali pada daun serta tangkai bunga lebih tua.

Bila tingkat RH tetap rendah, maka tak ada perkembangan lebih lanjut yang terlihat. Namun, jika tingkat RH tinggi maka lesi – lesi ini berkembang menjadi bercak elips berwarna coklat / ungu dengan zona konsentris gelap serta terang di daerah pusatnya.

Seiring berjalannya waktu, lesi – lesi ini bisa menyebar sampai beberapa cm serta mempunyai batas kekuningan. Lesi bisa menyatu serta mengelilingi daun ataupun tangkai bunga, mengakibatkan layunya tanaman bahkan kematian.

Umbi juga dapat diserang, terutama pada bagian leher bila terluka ketika panen. Gejala selama penyimpanan muncul sebagai busuk seperti spons kuning gelap sampai kemerahan di kulit luar ataupun dalam umbi. Bawang prei, bawang putih, dan bawang merah bisa terserang penyakit bercak ungu.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Rawit Carika Tunas Agro

Fungisida Trivia 73 WP Produk Unggul

bayer trivia,trivia bayer,pestisida,obat jamur,jamur
Fungisida Trivia 73 WP Produk Unggul

Supaya bisa mengatasi ancaman penyakit karena infeksi jamur, maka petani perlu melakukan tindakan pengendalian secara tepat. Dengan melakukan tindakan pengendalian secara tepat, maka konsumen nantinya bisa mendapatkan hasil panen secara optimal.

Ada cukup banyak cara pengendalian yang bisa dilakukan, salah satunya dengan mengaplikasikan fungisida. Cara ini cukup banyak dipilih dan digunakan karena tergolong praktis dan harganya pun cukup terjangkau.

Di pasaran Indonesia sendiri kini sudah banyak beredar produk pestisida jenis fungisida berkualitas unggul. Nah, agar lebih mudah LMGA AGRO akan merekomendasikan produk pestisida jenis fungisida berkualitas terbaik untuk pembaca.

Produk fungisida yang LMGA AGRO ingin rekomendasikan pada pembaca yaitu fungisida bernama Trivia 73 WP. Trivia 73 WP ialah produk fungisida terbaik hasil produksi PT Bayer Indonesia.

Produk fungisida Trivia 73 WP berbentuk butiran tepung berbahan aktif fluopikolid 6 % dan propineb 66,7 %. Kombinasi 2 bahan aktif tersebut makin membuktikan jika produk pestisida produk Bayer untuk pertanian berkualitas unggulan.

Fungisida Trivia 73 WP sangat cocok dipergunakan karena mempunyai berbagai kelebihan. Beberapa contoh kelebihan dari fungisida Trivia 73 WP yaitu :

Fungisida Trivia 73 WP efektif mengatasi serangan penyakit busuk daun

Fungisida Trivia 73 WP memiliki bahan aktif baru – “Mode of Action” baru

Fungisida Trivia 73 WP bekerja secara protektif, kuratif, serta antisporulasi

Pemakaian fungisida Trivia 73 WP mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman

Trivia 73 WP bekerja secara kontak serta translaminar, sehingga seluruh bagian permukaan tanaman bisa terlindungi oleh Trivia 73 WP

Harga fungisida Trivia 73 WP terjamin lebih murah dengan kualitas unggul

Produk fungisida Trivia 73 WP terdaftar resmi melalui no. pendaftaran RI. 01020120072819. Dengan izin tersebut, maka Trivia 73 WP produk fungisida Bayer untuk pertanian ini bisa beredar secara legal.

Aneka kelebihan dari fungisida Trivia 73 WP menjadikan fungisida Trivia 73 WP sangat cocok konsumen gunakan. Jadi, tertarik membuktikan sendiri kualitas fungisida Trivia 73 WP ?

Pengaplikasian Trivia 73 WP Secara Tepat

Untuk bisa memperoleh hasil maksimal dari pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP, maka Anda perlu melakukan pengaplikasian secara baik dan benar.

Caranya yakni dengan memberikan dosis tepat dan cara aplikasi yang sesuai bagi tanaman yang terserang. Dengan begitu, maka tanaman bisa memperoleh hasil maksimal dari aplikasi fungisida Trivia 73 WP.

Dosis dan cara aplikasi Trivia 73 WP secara tepat pada tanaman yaitu :

Anggrek

a) Untuk mengatasi penyakit bercak daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit busuk hitam. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

Apel

a) Untuk mengatasi penyakit embun tepung. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 3 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit bercak daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 3 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

Bawang Daun

Untuk mengatasi penyakit bercak ungu. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1 – 1,5 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 3 – 4 hari.

Bawang Merah

a) Untuk mengatasi penyakit bercak ungu. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1,5 – 2,25 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 3 – 4 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit busuk daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1,5 – 2,25 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 3 – 4 hari.

Cabai

a) Untuk mengatasi penyakit antraknosa. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1,5 – 2,25 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 3 – 4 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit busuk buah. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1,5 – 2,25 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 3 – 4 hari.

Durian

Untuk mengatasi penyakit kanker batang. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

Jagung

a) Untuk mengatasi penyakit bulai. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit hawar daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

c) Untuk mengatasi penyakit bulai. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 15 – 20 g/kg benih dengan cara aplikasi perlakukan benih sebelum ditanam

Kacang Panjang

a) Untuk mengatasi penyakit antraknosa. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit bercak daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian sekitar 7 hari.

Kentang

Untuk mengatasi penyakit hawar daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 750 g/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 3 – 4 hari.

Krisan

Untuk mengatasi penyakit karat. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 4 g/l dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 7 hari.

Kubis

Untuk mengatasi penyakit bercak daun. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 3 – 4 hari.

Lada

Untuk mengatasi penyakit busuk pangkal batang. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 4 g/l dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan.

Melon

a) Untuk mengatasi penyakit embun bulu. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1,5 – 2 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 3 – 4 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit antraknosa. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1 -1,5 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 3 – 4 hari.

Mentimun

a) Untuk mengatasi penyakit embun bulu. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1 -1,5 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 7 hari.

b) Untuk mengatasi penyakit antraknosa. Dosis pengaplikasian fungisida Trivia 73 WP yakni sebanyak 1 – 1,5 kg/ha dengan cara aplikasi penyemprotan volume tinggi jika ditemukan gejala serangan. Berikan interval waktu pengaplikasian 7 hari.

Baca Juga : Jual Benih Semangka Berbiji Lengkap

Jual Fungisida Trivia 73 WP Harga Terjangkau

jual,murah,terjangkau,toko pertanian terdekat,lmga agro
Jual Fungisida Trivia 73 WP Harga Terjangkau

Bila pembaca tengah mencari produk fungisida Trivia 73 WP, maka LMGA AGRO ialah jawabannya. LMGA AGRO jual produk fungisida Trivia 73 WP berkualitas unggulan.

Toko pertanian terdekat LMGA AGRO juga jual aneka produk pertanian selain fungisida Trivia 73 WP. Produk tersebut contohnya seperti benih, zpt, pupuk, alat pertanian dan spare part, dan sebagainya.

Seluruh pesanan konsumen baik fungisida Trivia 73 WP maupun lainnya dari toko pertanian terdekat LMGA AGRO terjamin akan sampai hingga ke alamat tujuan konsumen.

Konsultasi seputar masalah pertanian juga LMGA AGRO beri untuk dapat membuat konsumen bertambah puas. So, langsung saja dapatkan produk fungisida Trivia 73 WP maupun produk pertanian lain hanya dari LMGA AGRO.

Nah, itulah dia artikel bertema fungisida Trivia 73 WP ini kami tulis dan sampaikan kepada Anda semua. Semoga bisa bermanfaat dan berdampak bagus kepada seluruh pembaca.

Jika masih ada hal – hal kurang jelas mengenai artikel berjudul Fungisida Trivia 73 WP Pestisida Terbaik ini, hubungi segera LMGA AGRO lewat no. telepon 08125222117 (Khusus Layanan WA/SMS). Sukses selalu untuk Anda semua.

LMGA AGRO

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin komentar Gunakan alamat email yang jelas ( Jangan Anonymous ). Mohon komentar secara bijak dan sesuai bahasan.