TOKO PERTANIAN LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA ONLINE PETANI MURAH, AMAN DAN PROMO. SEGERA BELANJA! HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

17/08/13

Cara Petani Sukses Budidaya Cabe

Budidaya Cabe, Tanaman Cabe, Tanam Cabe, Menanam Cabe, Lmga Agro
Cara sukses budidaya cabe hibrida
sama dengan cara menanam sayur hortikultura yang lain seperti tomat, terong serta yang lain, tentu yang masih satu famili yaitu solanaceae. 
Cara menanam cabe ini harus petani kuasai agar kita bisa sukses saat jalankan usaha mandiri bisnis berkebun. Peluang usaha menanam cabe ini bisa sukses hanya jika kita menguasai cara tanam dari awal hingga panen.
Budidaya cabe rawit, cabe merah hingga cabe keriting anda bisa konsultasi pertanian gratis lewat team mandiri bisnis kami.
Bagaimana cara budidaya cabe yang benar jika petani hingga pembaca semua kesulitan silakan anda konsultasi melalui toko pertanian terdekat Lmga Agro
Berbedaan tentu saja ada antara cabe besar dengan cabe rawit atau dengan jenis cabe keriting. Hal ini disebabkan karena ketiga jenis cabe tersebut mempunyai struktur fisiologi hingga morfologi yang berbeda pula. 
Namun perbedaan cara menanam cabe itu tidak begitu besar dan berpengaruh nyata. Jadi anda bisa adopsi metode tanam cabe ini untuk berbagai varietas tanaman cabai.
Langkah - langkah yang harus disiapkan dalam Budidaya cabe Hibrida agar berhasil dimulai dari pemilihan benih yang cocok dengan lingkungan setempat, persemaian benih, pengolahan tanah hingga perawatan sampai panen. Rev. 05/03/22.

Tahapan Cara Sukses Budidaya Cabe Bagi Petani

Bagaimana cara menanam cabe peluang usaha dari budidaya tanaman cabe yang anda geluti sehingga anda bisa sukses.
Tanaman cabe yang besar ketergantungannya dengan lingkungan lokasi kita tanam. Dengan dasar itu maka petani juga harus banyak belajar bagaimana cuaca yang ada pada sekitar lahan tenpat tanam.
Petani harus bisa punya acara hingga adaptasi tanam serta budidaya pada situasi cuaca yang berbeda. Misalnya pada saat musim hujan maka jarak tanam harus lebih lebar. Begitu pula dengan saluran air harus lebih dalam.
Pengetahuan untuk bagaimana memodifikasi lingkungan tanam itu menjadi salah satu kunci sukses petani saat jalankan usaha mandiri bisnis budidaya cabe.
Pelajari dan kuasai cara budidaya cabe dari awal hingga panen sehinga anda bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis cabe ini.
Mari kita bahas satu demi satu langkah Cara Budidaya Cabe Hibrida tersebut di atas agar kita berhasil dan tidak kecewa di belakangnya.

Pemilihan Benih Hibrida dan Unggul

Pemilihan benih mutlak dilakukan oleh siapa saja yang ingin berhasil dalam Budidaya cabe. Beberapa benih cabe memiliki kecocokan terhadap ketinggian tertentu. Walaupun secara umum benih cabe mempunya daya adaptasi yang luas. 

Cara yang paling mudah adalah melihat di lingkungan sekitar dan surve di toko pertanian benih apa yang paling laku di pasaran. 

Tetapi jangan terlalu tertutup terhadap benih - benih baru yang biasanya merupakan penyempurnaan dari benih yang sudah ada sebelumnya. 

Beberapa benih Hibrida yang sudah ada di pasaran dan banyak di tanam petani bisa di lihat di toko Online LMGA AGRO.

Menyemaikan/menumbuhkan Benih Cabe 


Benuh cabe yang kita beli dapat dilakukan sendiri atau menggunakan jasa tukang semai ( ini biasanya ada di daerah sentra cabe ). 

Kalau ingin semai sendiri harus menyiapkan langkah sebagai berikut. Media tanah yang kita gunakan merupakan campuran tanah dan pupuk kandang yang sdh masak dengan perbandingan 3 : 1. Terlebih dahulu tanah dan pupuk kandang harus di ayak yang halus sehingga benih kuat tumbuh. 

Media campuran untuk semai tadi dimasukkan dalam plastik polibag semai dengan ukuran 8 x 6 Cm. Tata secara bejajar dan diberi sungkup plastik tranfaran untuk mengindari adanya embun dan hewan yang dapat merusak persemaian. 

Lama penyemaian untuk cabe hibrida 23 hingga 25 hari atau ditandai munculnya 3 daun sempurna. Tentu ini juga tergantung jenis varietas tanaman yang kita semai.  Jadi tidak semua berumusr sama.

Pengolahan Lahan Tanam


Pengolahan lahan dapat kita lakukan secara mekanik dengan menggunakan bajak, cangkul atau dengan menggunakan mesin dalam hal ini traktor. 

Tanah yang sudah di bajak dan halus di bikin bedengan dengan ukuran 15 M x 1.2 Meter atau menyesuaikan dengan ukuran lahan yang ada.  

Aplikasi dan pencampuran Pupuk kandang, Dolomit ( Kapur Pertanian ) dan pupuk dasar dilakukan pada fase ini. 

Kami merekomendasikan untuk luasan 1 Hektar di butuhkan : Pupuk Kandang kering 6 Ton, Kapur Dolomit 2 Ton ( untuk lahan baru ) dan pupuk dasar yang meliputi ZA 250 Kg, TSP 350 Kg dan KCL 300 Kg. 

Setelah semua unsur tersebut di campur secara rata secara keseluruhan, lahan segera di tutup dengan Plastik Mulsa Hitam Perak / CPP Metalizing ( Plastik Hitam di bawah dan perak di atas ). 

Pemasangan Mulsa harus dilakukan pada siang hari sehingga mulsa akan tertarik dan terpasang dengan kuat. Segera dilakukan pelubangan terhadap mulsa untuk lubang tanam dengan jarak tanam 70 x 70 cm(untuk musim penghujan) dan ukuran 60 x 60 cm (untuk musim kering ).

Perawatan Tanaman Cabe


Tanaman Cabe, Budidaya Cabe, Cara Menanam Cabe, Tanaman Cabe, Benih Cabe , Bibit Cabe, Jual Benih Cabe, Lmga Agro
Tanaman Cabe
Tanaman cabe ada 2 Fase yang berbeda yang harus di ketahui agar kita paham dalam membudidayakan dan merawat tanaman. 

Kedua Fase ini adalah Fase Vegatatif  yang dicirikan dengan fase  pertumbuhan dari tanaman umur  0 hari sampai 30 hari setelah tanam. 

Pada fase Generatif ini tanaman cenderung membutuhkan pupuk Makro yang banyak mengandung Nitrogen ( N )  dibanding Phospat dan Kalium. 

Kebutuhan  air jangan sampai kekurangan pada fase ini sehingga tanaman tidak kerdil dan Hama tidak mudah masuk. 

Pemupukan 10 - 30 hari setelah tanam dapat dilakukan dengan cara di kocor dengan cara melarutkan pupuk NPK 6 : 25 : 27 dengan dosis untuk 10 Liter air 100 Gram. setelah di aduk rata setiap tanaman di kasih 1 gelas aqua ( 200 Cc ). 

Untuk pupuk di amplikasikan dengan interval 5 Hari sekali dengan penambahan pupuk sedikit demi sedikit. Pada Fase ini untuk mamacu pertumbuhan bisa menggunakan ZPT yang isinya Hormon GA3 ( Gibrelin ) kalau di pasaran bisa menggunakan SuperGibb atau Bigest.

Fase Vegetatif di tandai dengan dengan mulai keluarnya bunga di tanaman cabe. Pada Fase ini pupuk yang harus di masukkan banyak mengandung unsur Phospat ( P ) di banding Nitrogen dan Kalium, Calcium yang bisa kita dapatkan dari pupuk Fitomic, Calcium Fertilizer dan pupuk Cantik. 

Untuk mencegah agar  bunga dan buah tidak mudah rontok pada saat penyemprotan dapat di tambahkan pupuk Multi KP atau MKP dengan dosis 4 sendok makan/Tangki 14 Liter air. 

Keseimbangan pemberian pupuk Makro dan Mikro harus di perhatikan agar tanaman tidak mudah terserang Virus kuning dan keriting yang selama ini menjadi biang gagal panennya petani cabai di Indonesia. Pupuk Mikro bisa diperoleh dari pupuk Vitaflora yang tersedia dalam kemasan 10 CC/Botol. 

Perawatan yang tepat akan memberikan efek hasil tanaman yang Maximal dan menguntungkan bagi petani. Oleh karena itu pada fase ini di butuhkan pengalaman dan ketelitian yang luar biasa dari petani.

Hama Penyakit Tanaman Cabe


Menanam cabe tidak lepas dari yang namanya hama penyakit. Kendalikanlah hama penyakit dengan pestisida berbahan aktif yang rendah  terlebih dahulu dan tepat sasaran. 

Baru jika tidak mampu gunakanlah yang kelas di atasnya. Hal ini penting untuk mencegah resistensi hama penyakit itu sendiri. Hama dan Penyakit yang banyak menyerang di Budidaya Cabe di antaranya adalah:
  • Hama Lalat Buah
    kita bisa menggunakan perangkap lalat buah feromon atau menyemprotkan pestisida yang baunya menyengat sehingga tidak mau masuk lagi lalat buahnya. Selain itu jika ada yang sudah terserang segeralah petik dan musnahkan.
  • Penyakit Cacar Buah/Antraknose adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik dan kontak pada daun dan buah. Penyakit ini asal mulanya berawal dari serangan bercak daun di daun lalu menular di buah. Untuk buah cabe yang sudah terserang tidak bisa disembuhkan, untuk mengatasinya gunakanlah varietas yang tahan dan penyemprotan pestisida secara rutin untuk pencegahan.
  • Penyakit Layu Fusarium
    Layu pada tanaman cabe disebabkan oleh dua patogen, yaitu Fusarium dan bakteri. Ciri-ciri layu fusarium adalah tanaman layu serempak perlahan dari bagian bawah  lalu ke daun atas dan akhirnya kering. Pada akar bila dicabut tampak kering dan berwarna coklat tidak berbau. Sedangkan layu bakteri biasanya menyerang beberapa bagian tanam. Cara dan strategi  pencegahan layu pada tanaman cabe dapat dilakukan dengan Obat Anti Arashi.

Ulasan tentang bagaimana  cara petani sukses budidaya cabe sudah kami ulas dengan lengkap serta detail.  Jika pembaca dan petani semua membutuhkan kebutuhan bibit cabe dengan varietas benih yang lengkap segera hubungi toko pertanian Lmga Agro.

Sebagai toko pertanian terdekat dan terpercaya petani Indonesia. Maka kami akan terus up date serta up grade variasi produk dengan yang terbaru. Hal ini bertujuan agar petani bisa lebih mudah dalam usaha berkebun tanaman cabe.

Toko pertanian Lmga Agro siap kirim benih cabe kebutuhan usaha berkebun anda ke seluruh Indonesia. Kami memberi jaminan barang pasti datang hingga uang anda kemabli 100 %.

Demikian sekilas cara Budidaya Cabe Hibrida ini kami tulis. Apabila kurang jelas dan ingin berkonsultasi langsung silakan hubungi kami di www.lmgaagro.web.id CP Bpk. Budi Telp. : 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117. Terima kasih


RELATED POSTS

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin komentar Gunakan alamat email yang jelas ( Jangan Anonymous ). Mohon komentar secara bijak dan sesuai bahasan.