TOKO PERTANIAN LMGA AGRO, TEMPAT BELANJA ONLINE PETANI MURAH, AMAN DAN PROMO. SEGERA BELANJA! HUBUNGI KAMI DI : SMS / WA : 081 252 22 117, LAYANAN KONSULTASI PERTANIAN GRATIS HP. 082 141 747 141.

KETIK JUDUL/LABEL ARTIKEL YANG DICARI PADA KOLOM DI BAWAH INI

30/09/22

Waktu Penyemprotan Fungisida pada Padi Hasil Panen Menguntungkan

jual produk pestisida, fungisida, tanaman padi, pengendalian penyakit, toko pertanian,, lmga agro
Tanaman Padi Siap Panen

Waktu Penyemprotan Fungisida pada Padi Hasil Panen Menguntungkan. HP 082141747141 ( telpon ) dan 08125222117 ( WA/SMS ). Toko pertanian online LMGA Agro jual produk pertanian lengkab dan berkualitas. 

Harga murah produk pertanian untuk kebutuhan bercocok tanam di kios pertanian kepercayaan Petani. Distributor produk pertanian berkualitas terdekat melayani belanja online praktis dan efektif. 

Jual berbagai kebutuhan bercocok tanam termurah dan terlengkap. Mulai dari beragam varietas benih hibrida terbaik, pupuk berkualitas, pestisida, ZPT sampai alat pertanian untuk sarana prasarana. 

Toko pertanian LMGA Agro melayani konsultasi gratis seputar pertanian dan permasalahannya. Beli sekarang harga murah produk pertanian dan kami siap kirim pesanan Anda ke tempat tujuan. 

Jual fungisida untuk mengatasi gangguan jamur tanaman Anda mulai sayuran, buah hingga tanaman pangan seperti jagung dan padi. Lakukan waktu penyemprotan fungisida pada padi dengan tepat.

Waktu penyemprotan fungisida pada padi menggunakan cara dan dosis takaran tepat akan meningkatkan hasil padi. Tanaman dapat bertahan menghadapi serangan penyakit. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi sebaiknya lakukan sejak dini sebelum gejala serangan semakin parah. Jangan menunggu tanaman sakit lalu baru menyemprotkan fungisida. Berikan dosis tepat dan tidak berlebihan. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi sejak dini mencegah serangan penyakit. Yaitu sejak sebelum tanaman terkena infeksi jamur, lakukan penyemprotan. 

Waktu penyemprotan fungisida saat tanaman sudah terlanjur parah maka cukup sulit untuk mengendalikan serangan jamur. Pencegahan adalah langkap tepat mencegah serangan parah. 

Banyak cara untuk dapat mencegah datangnya jamur/cendawan yaitu sejak persiapan lahan, pembibitan dan pemilihan benih terbaik dan tahan penyakit. 

Waktu Penyemprotan Fungisida

jual produk pestisida, fungisida, tanaman padi, pengendalian penyakit, toko pertanian,, lmga agro
Fungisida 

Waktu penyemprotan fungisida untuk padi sebaiknya Anda lakukan sejak dini saat tanaman masih sehat dan belum terinfeksi penyakit. 

Menjadi sangat sulit mengendalikan serangan jamur dan bakteri pada tanaman jika sudah terlanjur parah. Akhirnya tanaman juga akan layu dan mati. 

Biasanya petani melakukan penyemprotan fungisida pada pagi hari. Lakukan penyemprotan secara merata ke seluruh bagian tanaman. 

Waktu penyemprotan fungisida harus tepat sasaran yaitu tepat pada jenis organisme pengganggu tanaman yang menyerang. Sebelum penyemprotan, lakukan pengamatan terhadap tanaman. 

Amati hama atau penyakit yang menyerang, catat gejala tanaman saat terkena sehingga dapat mengetahui fungisida apa yang cocok. 

Selanjutnya pilih fungisida yang tepat mutu. Fungisida harus berkualitas dan bermutu baik, telah terdaftar dan mendapat ijin oleh Komisi Pestisida. 

Jangan gunakan pestisida/fungisida tidak terdaftar, sudah kadaluarsa, rusak dan atau palsu. Pastikan fungisida benar-benar tepat dan terjamin kualitasnya agar aman bagi tanaman. 

Waktu penyemprotan fungisida belum tentu dapat mengendalikan semua jenis jamur untuk semua jenis tanaman. Oleh karena itu, gunakan fungisida untuk mengendalikan jamur pada suatu jenis tanaman. 

Untuk mengetahuinya Anda dapat baca dari label kemasan produk fungisida dan berkonsultasi dengan tempat Anda membeli. Toko pertanian LMGA Agro melayani konsultasi gratis secara online. 

Waktu penyemprotan fungisida harus tepat yaitu saat serangan hama penyakit mencapai ambang pengendalian. Lakukan penyemprotan pada sore hari ( pukul 16.00 atau 17.00 ). 

Sore hari saat suhu udara < 30 derajat Celcius dan kelembaban udara sekitar 50 - 80%. Waktu penyemprotan fungisida gunakan dosis atau konsentrasi formulasi yang tepat sesuai rekomendasi. 

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Organik Bokashi Anti Layu

Teknik Cara Penyemprotan Fungisida yang Tepat

jual produk pestisida, fungisida, tanaman padi, pengendalian penyakit, toko pertanian,, lmga agro
Sprayer Elektrik
CBA

Teknik cara penyemprotan fungisida harus sesuai rekomendasi anjuran dari kemasan produk. Rekomendasi tersebut terbukti berhasil mengendalikan penyakit dan aman bagi tanaman. 

Teknik cara penyemprotan fungisida tidak tepat dan benar menyebabkan efikasi pestisida dan meninggalkan hasil residu bagi tanaman. Residu fungisida membahayakan tanaman dan manusia. 

Residu fungisida juga membahayakan konsumen yang mengkonsumsi hasil panen tersebut. Jadi selalu baca dahulu label pada kemasan produk fungisida dan bertanya ke ahlinya. 

Teknik penyemprotan produk pestisida termasuk fungisida ini merupakan cara aplikasi paling banyak penggunaannya oleh Petani. 

Sekitar 75% seluruh produk pestisida dunia cara aplikasi dengan cara penyemprotan. Cara aplikasi lain pestisida yaitu percikan, hembusan, fogging, pencelupan, pengocoran dan masih banyak lagi. 

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam teknik penyemprotan fungisida yaitu peralatan semprot/tanki semprot dan bagian dari alat semprot harus dalam kondisi baik dan tidak bocor. 

Anjuran untuk tidak mengurangi atau melebihkan dosis anjuran pada kemasan. Jika dosis terlalu rendah maka hama dan penyakit tidak akan hilang/mati. 

Bila dosis terlalu banyak berpotensi menyebabkan residu atau penumpukan racun pada tanaman. Pastinya penumpukan racun tersebut membahayakan bagi tanaman, konsumen dan lingkungan. 

Kualitas hasil panen juga membahayakan bagi konsumen yang mengkonsumsinya. Cara tepat mencegah adanya residu yaitu gunakan dosis terendah dari anjuran dulu dan lihat hasilnya. 

Bila masih belum berhasil, tingkatkan dosis secara perlahan sesuai umur tanaman dan tinggi intensitas serangan jamur. 

Pemberian fungisida terus menerus menggunakan teknik tertentu menyebabkan sifat resisten atau kekebalan hama. Cara mengakalinya, gunakan pestisida berbeda bahan aktifnya secara bergantian. 

Terpenting, baca dahulu aturan pakai dan teknik cara penyemprotan ke tanaman. Dan bertanyalah hal-hal yang meragukan tentang pemberian fungisida kepada ahlinya. 

Baca Juga : Tanam Kacang Panjang Parade Tavi Panah Merah Bebas Virus

Jadwal Penyemprotan Padi

jual produk pestisida, fungisida, tanaman padi, pengendalian penyakit, toko pertanian,, lmga agro
Alat Kocor Tanaman

Jadwal penyemprotan padi dapat Anda lakukan 2 - 7 hari sekali karena tidak ada aturan yang baku tentang waktu penyemprotan fungisida pada padi. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi melihat dari intensitas dari serangan hama dan penyakit tanaman padi. 

Sebaiknya penyemprotan jangan saat siang hari yaitu pukul 09.00 - 15.00 WIB karena jam-jam tersebut stomata atau mulut daun tertutup. 

Juga siang hari panas matahari bersinar sangat terik sehingga tanaman menjadi layu dan penyemprotan membuat butiran semprot cepat menguap dan hilang sehingga akan menjadi sia-sia. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi merupakan proses budidaya padi. Bertujuan mengendalikan hama dan penyakit. Agar tujuan penyemprotan tercapai maka lakukan pada waktu yang tepat. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi yang tepat yaitu saat stomata atau mulut daun terbuka. Sebab saat stomata membuka, butiran fungisida dengan mudah masuk dalam tanaman. 

Daun akan cepat menyerap cairan pestisida dan masuk sampai jaringan sel dan. Hama vektor pembawa penyakit akan mati saat memekan bagian tanaman tersebut. Meski hama tidak ada saat penyemprotan. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi yang tepat adalah pagi hari dan sore hari hingga pukul 17.00. Agar penyemprotan efektif maka lakukan secara merata seluruh bagian tanaman. 

Penyemprotan secara merata ini berlaku untuk semua jenis racun baik kontak maupun sistemik. Penyemprotan merata termasuk bagian bawah permukaan daun. 

Stomata daun padi juga berada di permukaan bawah. Stomata atau pintu masuknya zat pada tanaman memang tersebar tidak beraturan pada seluruh bagian tanaman. 

Namun letak stomata jumlah paling banyak terdapat pada bagian bawah daun. Sehingga penyemprotan fungisida bawah daun lebih efektif dan maksimal masuk dalam jaringan tanaman. 

Baca Juga : Pengaturan Jarak Tanam Bagi Pertumbuhan

Penyemprotan Fungisida pada Tanaman Padi

jual produk pestisida, fungisida, tanaman padi, pengendalian penyakit, toko pertanian,, lmga agro
Fungisida 

Guna mengendalikan hama dan penyakit pengganggu tanaman padi, petani melakukan penyemprotan. Meski memang sepele dan mudah melakukannya namun fungisida tidak begitu saja disemprotkan. 

Kenyataan penyemprotan fungisida harus dengan tepat agar tidak berakibat fatal. Penyemprotan fungisida pada padi harus berjalan tepat dan benar agar hasil panen maksimal. 

Waktu penyemprotan juga harus pagi hari maksimal pukul 09.00 dan sore hari mulai 15.30 sampai 17.00. Karena adalah stomata akan menutup bila cahaya matahari bersinar terik. 

Tanaman juga memiliki usaha untuk mengurangi penguapan pada tubuhnya dengan menutup otomatis stomata. Siang hari proses fotosintesis sedang berjalan karena cahaya matahari sebagai energinya. 

Sehingga saat berlangsung proses fotosintesis pada tanaman bukan waktu yang tepat untuk melakukan penyemprotan. Baik Penyemprotan pupuk, penyiraman maunpun pestisida. 

Tentu saja saat stomata menutup, daun tidak tidak dapat menyerap cairan apapun termasuk pestisida. Waktu penyemprotan fungisida pada padi sebaiknya sebelum tanaman terinfeksi. 

Mengingat serangan jamur/cendawan ini bila sudah datang sulit untuk mengendalikannya. Interval penyemprotan sebagai tindakan pencegahan yaitu 5 - 7 hari sekali.   

Mulai waktu penyemprotan fungisida pada padi yaitu sejak tanaman umur 7 - 10 hari setelah tanam. Dan sebagai tindakan pencegahan, gunakan takaran dosis terendah sesuai rekomendasi. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi sebaiknya tidak siang hari atau sinar matahari masih terik yaitu sampai sekitar pukul 15.30 WIB. 

Juga tidak melakukan penyemprotan saat tanaman padi mulai berbunga. Biarkan tanaman berbunga dulu agar bunga tidak rontok bila kena butiran semprot. 

Tidak melakukan penyemprotan saat tunas muda telah muncul. Karena tunas muda belum cukup kokoh untuk menerima fungisida. 

Begitu juga setelah pindah tanam sebaiknya tidak melakukan penyemprotan. Karena tanaman masih lemas dan membutuhkan waktu beradaptasi dengan tempat baru. 

Baca Juga : Budidaya Tanaman : Cara Persemaian benih yang Baik dan Benar

Waktu Terbaik Penyemprotan Fungisida pada Padi

Waktu penyemprotan fungisida pada padi merupakan kegiatan para petani Padi lakukan begitu memasuki musim tanam padi. 

Namun tidak sedikit Petani belum mengetahui waktu terbaik penyemprotan fungisida. Bila sudah tepat maka penggunaan fungisida bisa tepat sasaran dan bisa hemat pemakaiannya. 

1. Waktu Penyemprotan Fungisida pada Padi Saat Hendak Penanaman Bibit

Penyemprotan pertama yaitu saat akan melakukan penanama atau pindah tanam bibit padi. Hal tersebut bertujuan mencegah bibit padi  terserang jamur sekaligus memudahkan bibit beradaptasi tempat baru. 

Ketika akan pindah tanam bibit padi ( tandur ), biasanya Petani memotong ujung-ujung daun padi untuk memudahkan penanaman pada posisi yang benar dan lurus. 

Efek pemotongan ujung daun tersebut menjadi jalan masuknya jamur ke tanaman karena adanya luka. Sehingga waktu penyemprotan fungisida pada padi membuat bibit padi tahan dari serangan jamur. 

2. Waktu Penyemprotan Fungisida pada Padi Saat Padi Bunting

Kondisi padi bunting yaitu memasuki fase generatif. Tanaman padi bunting sangat mudah terserang jamur. Sehingga sebaiknya lakukan penyemprotan fungisida agar tanaman dapat bertahan. 

Segera kendalikan serangan jamur karena bila dibiarkan maka proses pertumbuhan malai padi akan terhambat. Imbasnya bulir padi tidak berbobot. 

Waktu penyemprotan fungisida pada padi saat tanaman bunting bertujuan menghindarkan tanaman dari segala cendawan. Sekaligus juga dapat menambah bobot padi. 

3. Saat Jamur Menyerang Tanaman Padi

Saat tanaman mendapat serangan jamur, segera lakukan penyemprotan fungisida. Berikut penyakit pada tanaman padi akibat serangan jamur. 

- Gosong palsu menyerang bulir padi sehingga bulir padi menyerupai oncom. 

- Potong leher menyerang leher malai padi hingga dapat memutus malai padi.   

- Hawar daun menyerang daun padi bagian ujung dan nama lain hawar daun yaitu penyakit blast. 

- Bercak daun coklat menyerang daun padi menyebabkan timbul bintik coklat pada daun.  

Padi Menghasilkan Panen Tinggi

jual produk pestisida, fungisida, tanaman padi, pengendalian penyakit, toko pertanian,, lmga agro
Lahan Sawah Padi

Tanaman dalam pertumbuhannya membutuhkan nutrisi tepat dan cepat tersedia. Nutrisi tersedia saat tanaman membutuhkan. 

Pemberian pupuk berlebihan saat tidak membutuhkan berarti akan sia-sia dan tindakan yang berlebihan terhadap tanaman. Demikian pula dengan pemberian pestisida akan dapat berlebihan. 

Pestisida berlebihan tidak dapat menyembuhkan tanaman dari sakitnya justru Petani akan meningkat biaya operasional untuk penyemprotan pestisida saja. 

Hama penyakit juga tidak mati atau musnah tetapi makin kebal dan resisten. Budidaya padi perlu pemupukan hayati dan memanfaatkan agen proteksi tanaman. 

Bersihkan lahan sawah dari gulma bila perlu menggunakan herbisida yang tepat. Gangguan hama sering muncul pada umur 10 - 20 HST seperti wereng batang coklat, penggerek batang atau keong. 

Maka perlu antisipasi dengan penyemprotan insektisida yang tepat berbahan aktif dimehipo. Pemupukan pertama tanaman padi yaitu umur 7 - 15 HST gunakan Urea 150 kg/hektar + pupuk mikro. 

Pemupukan kedua umur 30 - 35 HST tambahkan nutrisi pupuk Urea dan pupuk mikro. Jika muncul wereng populasi tinggi > 25 ekor per rumpun, lakukan penyemprotan insektisida kombinasi. 

Gunakan konsentrasi 50 -100 ml + 20 ml per tangki tergantung populasi wereng per rumpun. Nozzle arahkan pada bagian bawah padi /batang oleh karena letak wereng bagian bawah daun padi.  

Penyemprotan wereng menggunakan insektisida dapat mematikan telurnya. Berikan sebanyak hingga 5 kali jika populasi sangat tinggi. 

Interval penyemprotan populasi tinggi yaitu 3 - 5 hari sekali. Aplikasi berakhir saat 10 hari menjelang panen dan umur panen padi 80 HST. 

Penyakit Tanaman Padi dan Waktu Penyemprotan Fungisida

1. Penyakit Bakteri Daun Bergaris ( bacterial leaf streak

Serangan hanya pada helaian daun saja. Gejala yaitu bercak sempit warna hijau gelap dan lama kelamaan akan membesar. Berwarna kuning dan tembus cahaya antara pembuluh daun. 

Penyakit semakin berkembang dengan membesarnya bercak, berubah warna menjadi coklat dan bergerak menyamping melampaui pembuluh daun yang besar. 

Varietas tanaman tidak tahan penyakit maka seluruh daun berubah warna menjadi coklat lalu tanaman mati. 

Bila keadaan ideal untuk infeksi bakteri maka seluruh tanaman berubah warna menjadi oranye kekuningan. 

Pengendalian penyakit dengan membuang atau menghancurkan tunggul/jerami yang sakit atau terinfeksi. 

Pastikan sebelum mulai menanam, jerami bekas tanaman sakit telah terdekomposisi sempurna.

Gunakan benih dan bibit sehat dan bebas penyakit bakteri daun bergaris. Kurangi pemupukan Nitrogen dan lebih baik menggunakan pupuk NPK 15-15-15. Jarak tanam jangan terlalu rapat. 

Biarkan tanah beberapa hari sesudah panen ( bera ). Bila serangan semakin tinggi semprotkan bakterisida Agrept dosis 1 gram/liter air atau Nordox 0,5-1 gram/liter ke tanaman terserang. 

2. Penyakit Hawar Daun Bakteri

Penyakit menimbulkan bercak pada daun berwarna kuning hingga putih. Berbentuk garis lebam pada tepi daun. 

Pencegahan penyakit dengan menanam jarak lebar. Jarak terlalu rapat menyebabkan lingkungan terutama suhu, kelembaban dan aerasi menguntungkan bagi penyakit. 

Jarak tanam rapat memudahkan terjadinya infeksi dan penularan dari satu tanaman ke tanaman lain. Jangan berlebihan dalam memberikan pupuk Nitrogen. 

Pupuk Nitrogen dosis tinggi menyebabkan tanaman lebih rentan dan penyakit semakin parah. Sebaliknya pemberian pupuk K, tanaman menjadi lebih tahan penyakit hawar daun. 

Agar perkembangan penyakit dapat berkurang dan produksi panen tinggi, berikan pupuk N dan K berimbang dan jangan berikan unsur N terlalu tinggi. 

Pengendalian menggunakan bakterisida tembaga oksida 56% dengan konsentrasi 3 gram/liter saat pemupukan pertama dan saat tanaman berbunga serempak. 

3. Penyakit Blast

Gejala daun padi timbul bercak kuning bagian ujungnya, hingga berwarna kecokatan. Hingga tanaman menjadi kering. 

Pengendalian dengan tidak memberikan pupuk N terlalu tinggi, jarak tanam tidak terlalu rapat, membersihkan gulma dan menggunakan jerami sebagai kompos. 

4. Penyakit Hawar Pelepah Daun

Penyakit utama tanaman padi penyebabnya adalah jamur Rhizoctonia solani. Lakukan aplikasi waktu penyemprotan fungisida pada padi sebelum gejala muncul. 

Gejala penyakit hawar yaitu saat tanaman memasuki fase anakan maksimum. Tampak pada bagian pelepah daun ada bercak-bercak besar berbentuk oval. 

Bagian tepi tidak teratur, awal bercak timbul pada pelepah daun bagian bawah lalu menjalar ke daun bagian atas. Pusat bercak berwarna coklat kemerahan. 

Pencegahan dengan cara melakukan rotasi dengan tanaman kacang-kacangan. Lakukan waktu penyemprotan fungisida pada padi sebelum gejala semakin parah. 

5. Penyakit Busuk Batang

Gejala serangan yaitu ada pembusukan pada batang menjadi kuning, kecoklatan dan kehitaman. Lalu tanaman padi mati. 

Pengendalian dengan pemupukan secara teratur dan aplikasi waktu penyemprotan fungisida pada padi. 

6. Penyakit Kerdil

Penyakit kerdil membuat tanaman sulit tumbuh dan berkembang dan tanaman menjadi pendek dan kerdil. 

7. Penyakit Tungro

Menyerang pada bunga padi sehingga terjadi pembusukan dan tanaman tidak berbunga. Lakukan penjarangan sebelum mulai penanaman dan secara teratur waktu penyemprotan fungisida pada padi. 

Demikian artikel Kami tentang waktu penyemprotan fungisida pada padi. Hubungi kontak Kami di 082141747141 ( telp ) dan 08125222117 ( WA/SMS ). 

Silahkan beli kebutuhan bercocok tanam lengkap produk pertanian berkualitas. Antara lain berbagai varietas benih hibrida terbaik, pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian sarana prasarana. Salam sukses

RELATED POSTS

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin komentar Gunakan alamat email yang jelas ( Jangan Anonymous ). Mohon komentar secara bijak dan sesuai bahasan.